Peternak Muda Ini Sukses Membudidayakan Kambing Perah, Keuntungan Bersih Rp 8 Juta Per Bulan

"Nah ketika saya kuliah di Jurusan Peternakan Unma (Universitas Majalengka), tepatnya di tahun 2019 saya mulai bisnis dengan usaha sendiri"

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Mochamad Dimyati, pemuda Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka yang sukses membudidayakan kambing perah 

KESAN sebagian orang terhadap kambing selama ini adalah binatang yang memiliki tingkat kebauan tinggi. Maka tidak heran jika banyak orang menghindari bau binatang mamalia tersebut.

Memang benar adanya, jika binatang yang satu ini memiliki bau yang sangat khas. Namun, selain bau dari segi fisiknya, kambing ternyata sangat harum dari segi bisnis.

Inilah yang diakui seorang peternak kambing muda asal Kabupaten Majalengka, Mochamad Dimyati (27).

Ditemui di lokasi peternakannya di Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Dimyati bercerita, bisnis kambing bisa membuatnya menjadi seorang yang dikenal sebagai juragan kambing di desanya.

Mochamad Dimyati, pemuda asal Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka yang berhasil membudidayakan kambing perah
Mochamad Dimyati, pemuda asal Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka yang berhasil membudidayakan kambing perah (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Padahal, awalnya ia terjun di bisnis kambing hanya bermodalkan minjam atau yang ia sebut sebagai investor.

Saat masih sekolah di bangku SMA, pria kelahiran tahun 1995 itu kerap membantu almarhum ayahnya bernama Salman untuk beternak kambing.

Saat itu, kambing yang dia punya pun bukan jenis etawa, melainkan jawarandu yang dari segi produksi susunya sedikit.

Baca juga: Suhatno Menganggap Kambing-kambing Peliharaannya Sebagai Mesin ATM

"Nah ketika saya kuliah di Jurusan Peternakan Unma (Universitas Majalengka), tepatnya di tahun 2019 saya mulai bisnis dengan usaha sendiri. Dari modal investor dengan nominal Rp 25 juta, saya ganti kambing jawarandu dengan etawa 6-7 ekor ditambah buat kandang sendiri yang lebih layak," ujar Mochamad Dimyati kepada Tribun, Sabtu (12/11/2022).

Singkat cerita, hasil dari ilmu yang didapat di bangku kuliah, Mochamad Dimyati mencoba mengembangkan peternakannya dengan membeli kambing impor, yakni kambing jenis saanen.

Kambing saanen sendiri adalah kambing yang berasal dari lembah Saanen, Swiss bagian barat. Kambing jenis ini merupakan salah satu jenis kambing terbesar di Swiss dan penghasil susu kambing yang terkenal.

Baca juga: Mantan Aparat Desa Sukses Jadi Peternak Kambing Perah di Ciamis, Produk Susu Kambingnya Laris

"Tapi ketika saya membeli pertama kali pada tahun 2020 atau setahun setelah saya mulai bisnis, kambing saanen yang saya beli datangnya dari Australia. Saat itu saya beli dengan harga Rp 6 juta seekornya," ucapnya.

Dari sini lah perkembangan peternakan Mochamad Dimyati dimulai. Dengan melakukan perkawinan silang kambing impornya dengan kambing etawa yang dimilikinya, Mochamad Dimyati kini telah memiliki 48 ekor kambing di kandangnya.

Saat ini, kambing yang ada di kandangnya pun hanya kambing hasil perkawinan silang. Sementara, kambing etawa atau kambing lokalnya sudah semua dijual.

Baca juga: Omzet Warung Sate Milik H Eet Sunarya Rp 20 Juta Sehari, Ia Selalu Menyediakan Daging Kambing Muda

Selain itu, ada juga sebagian anakan kambing hasil perkawinan silangnya telah dijual oleh Dimyati dengan untung yang lumayan.

"Sebenarnya tujuan saya membeli kambing impor, untuk meningkatkan produksi susunya. Dari hasil perkawinan silang kambing dengan sekarang memiliki empatĀ  kambing indukan, saya bisa menghasilkan enam liter. Nah per liternya saya jual dengan harga Rp 40 ribu kepada konsumen langsung," katanya.

Mochamad Dimyati, pemuda Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka berhasil membudidayakan kambing perah dengan keuntungan Rp 8 juta per bulan
Mochamad Dimyati, pemuda Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka berhasil membudidayakan kambing perah dengan keuntungan Rp 8 juta per bulan (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Kini keuntungan-keuntungan dari jerih payahnya membangun peternakan kambing perah pun, sudah dinikmati Mochamad Dimyati. Diketahui, ia menghasilkan keuntungan bersih dari beternak kambing perah, sebanyak Rp 8 juta per bulan.

Baca juga: Eko Yuli Irawan, Pengembala Kambing yang 4 Kali Meraih Medali Olimpiade, Membanggakan Indonesia

"Sehari paling saya mengeluarkan modal untuk membeli pakan Rp 85 ribu, itu terdiri dari pakan konsentrat, dedak padi dan ampas tahu. Nah keuntungan menjual susu kambing enam liter per hari itu Rp 200 ribu. Ya Alhamdulillah saya bisa meraup untung Rp 8 juta per bulan. Belum lagi saya jual kambing anakan atau ketika musim kurban, penghasilannya makin lumayan," katanya. (tribun cirebon/eki yulianto)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
895 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved