Cerita Yayat Gunakan Lengan Palsu Temuan Karla Bionics, Bentuknya Dibuat Berbeda, Lebih Robotik

Semua berawal dari pertemuan Yayat dengan Wildan Trusaji, Inventor dan Co-Founder Karla Bionics. Keduanya bertemu menyusul iklan yang disebar Wildan

Tribun Jabar/Daniel A Damanik
Wildan Trusaji, Co-Founder dan penemu Karla Bionics bersama Yayat (kanan) menunjukkan lengan protesisnya saat berkunjung ke Kantor Tribun Jabar, Kamis (1/9/2022). (Tribun Jabar/Daniel A Damanik) 

YAYAT Supriatna (43) terpaksa harus kehilangan tangan kirinya setelah mengalami kecelakaan kerja pada tahun 2019. Tangannya harus diamputasi. Ini membuatnya terpukul. Hampir setahun, ayah dua anak ini tak berani keluar rumah karena tak percaya diri.  Semangatnya kembali sejak menggunakan tangan palsu. Bukan tangan palsu biasa, tapi tangan robotik.

Semua berawal dari pertemuan Yayat dengan Wildan Trusaji, Inventor dan Co-Founder Karla Bionics. Keduanya bertemu menyusul iklan yang disebar Wildan di media sosialnya bahwa ia tengah mencari orang yang membutuhkan tangan palsu

Saat itu, kata Wildan, ia bersama lima rekannya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah  merancang lengan prostesis. Berbeda dengan lengan palsu biasa yang dibuat semirip mungkin dengan lengan aslinya, bentuk lengan prostesis yang dibuat Wildan dan teman-temannya di Karla Bionic justru sengaja dibuat berbeda dengan lengan yang asli. Tampilannya pun dibuat nampak seperti robotik. Panjangnya sekitar 40 sentimeter dengan berat kurang dari satu kilogram. 

Co-Founder Karla Bionics, Wildan Trusaji (kiri) dan Yayat sebagai penemu, menunjukkan lengan protesisnya saat berkunjung ke Kantor Tribun Jabar, Kamis (1/9/2022).
Co-Founder dan inventor Karla Bionics, Wildan Trusaji (kiri) dan Yayat menunjukkan lengan protesisnya saat berkunjung ke Kantor Tribun Jabar, Kamis (1/9/2022). (Tribun Jabar/Daniel A Damanik)

"Ini agar para difabel tidak perlu menutupi kekurangannya," ujar Wildan saat berkunjung ke Studio Tribun Jabar, belum lama ini. 

Yayat mengaku semakin mandiri dan kreatif setelah menggunakan lengan prostesis. Awalnya, untuk melakukan kegiatan sehari-harinya, ia harus meminta bantuan dari istri. 

Baca juga: Program Pengungkapan Sukarela Membuat Wajib Pajak Bisa Tidur Nyenyak, Dapat Dilakukan Secara Online

"Kalau sekarang, untuk mandi, buang air kecil atau pun buang air besar, saya sudah bisa melakukan sendiri. Saya juga kembali dapat menggunakan alat-alat yang ada di sekitar saya," kata Yayat.

Yayat mengatakan, lengan kirinya diamputasi mulai dari lima sentimeter setelah siku. Tangan kanannya utuh. Namun bagian pergelangan hingga jari-jari tangan kanannya sudah tidak bisa digunakan dan sudah mati rasa. 

Baca juga: Dadang Firmansyah Tidak Menyerah Bertani di Pangalengan Meski Kaki Palsunya Sudah Rusak

Yayat pun memilih menutupi bagian pergelangan tangan kanannya menggunakan alat khusus agar bekas tindakan medis beberapa tahun lalu tak terlihat. 

"Saya bersyukur selama menggunakan lengan prostesis ini banyak sekali yang mendukung saya lewat doa. Banyak juga yang bertanya serta memberikan semangat," kata Yayat di Studio Tribun Jabar.

Baca juga: Anwar Permana, Indra Sumedi, Iwan Ridwan, dan Yusuf Suhara Bikin kaki Palsu Berbahan Daur Ulang

Meskipun menggunakan tangan palsu, Yayat masih aktif melakukan berbagi kegiatan, salah satunya bermain alat musik drum.

Selain menyisakan bekas luka dan amputasi, Yayat juga pernah mengalami trauma melihat tulisan "listrik tegangan tinggi" dan melihat benda-benda listrik. Tahun 2019, kecelakaan kerja yang dialami Yayat ialah tersengat arus listrik tegangan tinggi hingga menyebabkan luka bakar yang membuat Yayat diamputasi.

Baca juga: Imas Yuniar, Atlet Disabilitas Cabang Tenis Meja Asal Pangandaran pada ASEAN Para Games XI

Saat ditanya tentang tanggapan kedua anaknya melihat tangan bapaknya yang diamputasi, kata Yayat, anak bungsunya yang saat itu masih berusia tiga tahun justru  menyemangatinya dengan kalimat, "Nanti juga tumbuh lagi''.

Wildan Trusaji, Co-Founder dan penemu Karla Bionics bersama Yayat (kanan) menunjukkan lengan protesisnya saat berkunjung ke Kantor Tribun Jabar, Kamis (1/9/2022).
Wildan Trusaji, Co-Founder dan penemu Karla Bionics bersama Yayat (kanan) menunjukkan lengan protesisnya saat berkunjung ke Kantor Tribun Jabar, Kamis (1/9/2022). (Tribun Jabar/Daniel A Damanik)

Wildan mengatakan, satu lengan protesis ini mereka tawarkan dengan harga Rp 8 juta. "Namun, jika ada teman-teman yang membutuhkan tangan palsu ini, tapi kekurangan dana, maka kami akan mencarikan donatur untuk membantu," ujarnya.

Baca juga: Dadan Hernawan Membuat Kaki Palsu Berbahan Khusus, Jika Ada Difabel yang Tidak Mampu Ia Beri Gratis

Wildan mengatakan bahwa saat ini masih sedikit orang yang tidak memiliki tangan bisa percaya diri untuk menggunakan tangan palsu. "Pesan saya bagi saudara-saudara yang memiliki kondisi seperti Yayat, tumbuhkanlah rasa percaya diri itu karena itu yang utama, bukan hanya fungsi alat ini saja," katanya. (Tribun Jabar/Daniel A Damanik)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
872 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved