Sadar Lahan Kebun Minim, Soraya Cassandra Tinggalkan Pekerjaan Kantoran Lalu Pilih Berkebun

Dalam proses pengembangan Kebun Kumara, perempuan yang akrab disapa Sandra ini justru melihat sebuah fenomena baru

dok Soraya Cassandra
Soraya Cassandra sedang berkebun di Kebun Kumara, Tangerang Selatan 

BERKEBUN menjadi salah satu hal yang jarang dilakukan oleh masyarakat terutama generasi milenial maupun Gen Z. Ketertarikan untuk menanam tanaman dan berinteraksi langsung dengan alam dan melihat proses tanaman tumbuh pun bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Apalagi di zaman yang sudah serba instan, masyarakat cenderung sudah terbiasa mendapatkan hasil dengan cepat.

Berani untuk keluar dari zona nyaman dan memulai kehidupan baru justru dipilih oleh Soraya Cassandra yang sebelumnya bekerja sebagai pegawai kantoran, sekarang justru memilih untuk berkebun dengan nama Kebun Kumara.

Siti Soraya Cassandra
Siti Soraya Cassandra (dok parapuan Tabloid Nova)

Soraya Cassanda yang sebelumnya menjabat Social Perfomance Advisor di Shell Upstream Indonesia, mengatakan, Kebun Kumara ini muncul karena keresahannya akan lingkungan dan ingin tetap berkarya sekaligus memberikan manfaat untuk sekitar.

Ia melihat di luar negeri gerakan semacam ini dikenal dengan sebutan permaculture atau tentang kearifan lokal yang selaras dengan alam.

Baca juga: Hasil Panen Buncis Kenya Hasil Tanam Gugun Gunawan Kini Bisa Dinikmati di Singapura

“Permaculture sebetulnya adalah bagaimana manusia tradisional hidup, tapi diadaptasi lagi oleh manusia modern. Sebenarnya hal ini udah dilakuin di masyarakat tradisional Indonesia," ujar Soraya Cassandra saat bincang-bincang dalam peluncuran Trubacco di Darjeeling Restaurant, Jalan Sersan Bajuri, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (30/8/2022).

Dalam proses pengembangan Kebun Kumara, perempuan yang akrab disapa Sandra ini justru melihat sebuah fenomena baru terutama dalam masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: Di Usia 28 Tahun Wisnu Memilih Jadi Petani Daripada Pekerja Kantoran, Sukses Bercocok Tanam Paprika

Saat orang-orang hanya beraktivitas di rumah saja, ia justru melihat banyak yang melek akan berhubungan dengan alam seperti menanam pohon.

Soraya Cassandra (tengah) dalam peluncuran Trubacco di Darjeeling Restaurant, Jalan Sersan Bajuri, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Soraya Cassandra (tengah) dalam peluncuran Trubacco di Darjeeling Restaurant, Jalan Sersan Bajuri, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

"Orang-orang beralih membuat kebun di rumah dan menyadari bahwa kiblat dunia modern saat itu nggak menemukan kedamaian yang terjebak dalam situasi yang stressful," kata wanita lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Ketika ingin bersentuhan dengan alam, masyarakat perkotaan juga sadar bahwa di kota itu kurang alam. Sandra juga melihat bahwa berkebun memiliki nilai yang penting untuk dirinya dan juga anak-anak.

Baca juga: Kebun Stroberi Roy Beromzet Puluhan Juta Sebulan, Membangun Usaha dari Obrolan di Warung Kopi

Bersama Kebun Kumara, Sandra juga mengadakan berbagai macam pelatihan seperti membuat ecobrick dan menanam tanaman di rumah.

Dalam acara ini, pemilik brand lokal asal Bandung, Maternal Disaster, Vidi pun menceritakan prosesnya membangun usaha clothing.

Baca juga: Pemuda Cimanggung Mengedukasi Para Petani Kopi, Petani Terkejut Saat Minum Kopi Hasil Kebun Sendiri

“Semua berjalan sangat natural, tidak ada ambisi tertentu, tapi berawal karena kecintaan terhadap underground music," kata Vidi.

Soraya Cassandra (tengah) dalam peluncuran Trubacco di Darjeeling Restaurant, Jalan Sersan Bajuri, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Soraya Cassandra (tengah) dalam peluncuran Trubacco di Darjeeling Restaurant, Jalan Sersan Bajuri, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Puluhan tahun berjalan, hubungan mutual antara komunitas dan Maternal Disaster menjadikan brand ini bertahan dan semakin kuat.

Baca juga: Mahasiswi Cantik Ini Tak Malu Jualan Sale Pisang, Turun ke Kebun Mengambil Bahan Baku

Selain berbincang dengan para pengusaha muda, Trubacco by Dose juga memperkenalkan sensasi aroma tembakau yang tebal dan menthol. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
863 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved