Nina Sofia Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Perkenalkan Ecoprint Produk Bagja Fasion

Nina Sofia membangun usahanya, Bagja Fashion, bersama dengan sang suami yang sebelumnya adalah geologist.

Tribun Jabar/Putri Puspita
Nina Sofia, pemilik Bagja Fashion 

ECOPRINT adalah inovasi baru dalam dunia fesyen, teknik mencetak kain dengan pewarnaan kain alami. Bahan pewarna menggunakan daun, bunga, atau bagian lain dalam tumbuhan.

Keunikan memikat Nina Sofia, pemilik Bagja Fashion. Nina Sofia mengatakan Bagja Fashion berdiri sejak 2017 dan beberapa kali mengikuti pameran yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Selama pandemi Covid-19, ia tidak bisa lagi memperkenalkan produknya secara langsung, termasuk mengikut pameran. Ia memanfaatkan teknologi digital untuk berjualan.

Nina Sofia, pemilik Bagja Fashion
Nina Sofia, pemilik Bagja Fashion (Tribun Jabar/Putri Puspita)

"Karena beraktivitas di rumah saja, saya mulai belajar ecoprint. Awalnya produk yang saya buat hanya baju kasual dan menganggap ecoprint ini sebagai hobi," ujar Nina saat ditemui di sela pameran Local Creative di Bandara Husein Sastranegara, Sabtu (13/8).

Ia pun ingin punya ciri khas dalam usahanya. Karena itu, ia berusaha fokus belajar. "Saya pun mulai membuat produk ecoprint setelah belajar di rumah kreatif badan usaha milik negara. Di sana, saya dikenalin ecoprint oleh dosen ITB (Institut Teknologi Bandung)," katanya.

Baca juga: Tampil di Dubai Modest Fashion Week 2021, Dinda Hauw Deg-Degan

Tantangan yang dirasakan Nina Sofia dalam membuat kain dari ecoprint adalah harus trial and error karena hasil dari warnanya akan berbeda-beda. Kini, ia merasa bahagia ketika membuka hasil ecoprint-nya.

"Setiap buka hasilnya, kaya buka hadiah karena hasil dari karakternya beda-beda," ujarnya.
Ia menyebut bisnis fesyen dengan teknik ecoprint memang sudah mulai dikenal masyarakat, tapi masih membutuhkan edukasi soal kain dengan teknik ecoprint, terutama soal ketahanan kain tersebut.

Baca juga: Ista Memadupadankan Kain Tradisional untuk Berbagai Gaya Penampilan

"Kain ecoprint juga sebenarnya tahan lama dan awet. Misalnya dari kain dengan daun jati ini justru keluar warna abu-abunya, bisa juga keluarnya warna ungu atau orange," ujarnya.

Nina Sofia mengatakan ecoprint menjadi hobinya sekaligus momen menikmati waktu sendiri yang membuatnya merasa senang.

Nina Sofia, pemilik Bagja Fashion
Nina Sofia, pemilik Bagja Fashion (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sudah Lama Jatuh Cinta pada Kain
Nina Sofia menyatakan selalu tampil berbeda sejak duduk di bangku kuliah. Ia selalu berpikir 'pakai baju apa untuk besok'.

Ia seringkali menjahit baju sendiri sehingga tampil beda dengan teman-temannya. Pebisnis lulusan ITB Jurusan Farmasi itu mengaku sejak lama jatuh cinta pada kain.

 

"Saya dari dulu suka seni, tapi saya enggak bisa melukis. Setelah saya belajar ecoprint, ternyata jiwa seni saya bisa melalui fesyen," ujar Nina Sofia ditemui di sela pameran Local Creative di Bandara Husein Sastranegara, Sabtu (13/8).

Sebelum terjun ke dunia bisnis fesyen, Nina Sofia bekerja di bidang farmasi. "Saya dulu kerja di klinik. Buka apotek sendiri, tapi merasa nggak ramai," ujarnya sambil tertawa.

Baca juga: Vira Tandia Jatuh Cinta Pada Dunia Model, Berlenggak-lenggok di Atas Panggung di Berbagai Negara

Situasi berbeda setelah ia mengenal ecoprint. Setiap hasil ecoprint ini seakan memberikan Nina hadiah. "Ecoprint justru baru sekarang saya lebih serius. Suka kain memang dari dulu," kata ibu dua orang anak ini.

Nina Sofia, pemilik Bagja Fashion
Nina Sofia, pemilik Bagja Fashion (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Nina Sofia membangun usahanya, Bagja Fashion, bersama dengan sang suami yang sebelumnya adalah geologist. Ia pun memanfaatkan digitalisasi untuk menjual berbagai bahan baku ecoprint termasuk bibit tumbuhan, di antaranya biji pohon ketapang.

Baca juga: Awalnya sosok yang Cuek dan Hobi Mural, Kini Nafa Salvana Yasmin Jadi Model Internasional di Milan

"Biji ini, kalau dimasukkan ke dalam air, bisa menjadi obat ikan cupang dan ternyata setiap hari banyak yang beli karena banyak yang memelihara ikan cupang," katanya.

Menurutnya, berbisnis ecoprint juga bisa menjadi momen me time. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
859 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved