Rudi Hermawan Asal Cileunyi Ubah Limbah Kayu Menjadi Truk dan Bus Mainan Bernilai Jutaan Rupiah

Rudi membuat mainan truk, bus, backhoe, hingga tank tempur, meski untuk tank belum pernah ada yang pesan

Tribun Jabar/Kiki Andriana
Rudi Hermawan, perajin aneka mainan transportasi dari limbah kayu bekas kusen di Dusun Bojong Eureun, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. 

SUDAH larut malam, Selasa (16/8/2022) tapi Rudi Hermawan (35) masih tekun mengerjakan pembuatan backhoe mainan di bengkel kecilnya yang berupa gubuk 2x2 meter. 

Di dalam gubuk sederhana itu, Rudi mengubah limbah-limbah kayu bekas kusen, pintu, dan rangka jendela menjadi kendaraan mainan bernilai rupiah. 

"Saya sedang mengerjakan backhoe pesanan," kata Rudi Hermawan sambil mengayunkan palu kecil untuk memukul paku ukuran 2 sentimeter di atas kayu yang sudah dipola. 

Dia adalah warga Cikalang, Cileunyi, Kabupaten Bandung yang mengontrak sebuah kamar di Dusun Bojong Eureun, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. 

Rudi Hermawan, perajin aneka mainan transportasi dari limbah kayu bekas kusen  di Dusun Bojong Eureun, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Rudi Hermawan, perajin aneka mainan transportasi dari limbah kayu bekas kusen di Dusun Bojong Eureun, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Bengkel kayunya pun dibuat tidak jauh dari rumah kontrakannya, di sekitar Kampus IPDN Jatinangor. Bengkel kerajinan kayu itu dibangun di atas tanah orang lain, milik Hj Imas.

Dia beralasan tidak bekerja mengolah limbah kayu di rumah kontrakannya, karena di sana banyak orang dan membuatnya kurang fokus. Ditambah, beberapa alat, seperti sugu kayu membuat suara bising ketika dinyalakan. 

Baca juga: Selama Belajar di Rumah Syamsul Hasilkan Pundi-pundi Rupiah dari Membuat Miniatur Truk

"Limbah-limbah ini kadang dapat gratis, kadang mesti bayar dengan harga murah. Tetapi untuk kendaraan mainan, ada bagian yang tidak bisa menggunakan limbah kayu, tetapi harus beli seperti triplek dan mika untuk bagian kaca kabin," katanya. 

Rudi Hermawan membuat mainan truk, bus, backhoe, hingga tank tempur, meski untuk tank belum pernah ada yang pesan. Mainan-mainan itu dijual pada kisaran harga Rp 125 ribu hingga Rp 500 ribu bergantung ukuran dan tingkat kerumitan. 

Baca juga: Di Tangan Jaelani Limbah Kabel Jadi Miniatur Mobil, Motor, Hingga Kereta Api dengan Stasiunnya

"Sehari saya bisa membuat dua bakalan. Tapi kalau truk dikerjakan sampai selesai, hingga proses cat, sehari hanya bisa selesai satu," katanya seraya menyebut ukuran mainan paling besar bisa mencapai panjang 1,75 meter.  

Sebagai orang dengan kerja serabutan, Rudi Hermawan pernah bekerja sebagai sopir dan manggung di acara hajatan. Suatu hari, temannya meminta Rudi Hermawan membuatkan kendaraan mainan dari kayu. 

Baca juga: Perlu Kaca Pembesar untuk Melihat Patung Supermini Karya Hendri di Jatinangor

"Saya buatkan. Ada sisa bahan. Sisa itu saya buat lagi mainan. Ya jadinya sampai sekarang mengerjakan ini. Sebulan bisa lah dapat Rp 2,5 juta untungnya," kata Rudi Hermawan

Rudi Hermawan menjajakan produknya ke toko-toko. Khusus untuk toko, harga setiap model kendaraan mainan dikurangi Rp 25 ribu, sebagai keuntungan pemilik toko. Dia kadang memajangnya di media sosial, atau kadang dapat pesanan dari jejaring pertemanannya. 

Baca juga: Maman Rustaman Bikin Miniatur Truk dan Bus dari Kayu yang Mirip Aslinya, Produknya Laris

"Yang pesan ada dari Subang, Tasikmalaya, Garut, Purwakarta, dan daerah lainnya di Jawa Barat," katanya.  

Sudah 1,5 tahun Rudi Hermawan yang kini menduda itu bekerja membuat kendaraan mainan itu. Dia merasa tertolong dengan pekerjaan itu karena tetap bisa menyambung hidup, apalagi ketika melewati masa pandemi Covid-19. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
853 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved