Nana Rusmana Budidayakan Tanaman Sacha Inchi asal Hutan Amazon di Majalengka, Bernilai Jual Tinggi

"Budidaya tanaman sacha inchi relatif mudah serta tidak banyak memakan tempat. Pasalnya, tanaman ini biasa merambat pada tanaman kayu"

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Nana Rusmana, seorang pensiunan ASN yang kini berbudidaya tanaman sacha inchi di pekarangan rumahnya Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka 

SACHA inchi atau juga biasa disebut kacang Inca merupakan jenis tanaman yang diproduksi bijinya untuk aneka produk. Bijinya pun bisa dijadikan camilan setelah digoreng atau disangrai.

Bentuk kacang ini menyerupai bintang dengan tekstur kulit yang keras dan berlapis. Namun, di kalangan petani domestik, tanaman yang berasal dari hutan Amazon Peru ini belum begitu populer.  

Padahal, di negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand, tanaman dengan nama latin Plukenetia volubilis ini menjadi andalan petani setempat karena punya nilai jual fantastis.

Sacha inchi atau kacang inca tanaman yang berasal dari hutan Amazon Peru yang dibudidayakan di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka
Sacha inchi atau kacang inca tanaman yang berasal dari hutan Amazon Peru yang dibudidayakan di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Di pasaran, 1 kilogram biji atau kacang Inca dibanderol Rp 20 ribu hingga Rp 80 ribu. Sedangkan untuk bibit siap tanam di kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per pohon.

Untuk kacang Inca yang telah diolah menjadi minyak, nilai jualnya jauh lebih fantastis, di kisaran Rp 1 juta per liter.  Bahkan, untuk minyak sacha inchi kualitas super harga per liternya bisa mencapai Rp 6 juta.

Karenanya, sacha inchi masuk kategori superfood dan diklaim sebagai tanaman azimat.

Baca juga: Bermula dari Beli Adenium Rp 150.000 Kini Fauzi Mengoleksi 300 Tanaman, Sebulan Bisa Raih Rp 5 Juta

Sejauh ini, budidaya sacha inchi baru dilirik sebagian kecil petani lokal. Salah satunya Nana Rusmana (64), asal Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pria pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) itu sendiri baru menanam sacha inchi sekitar satu tahun terakhir. Namun, sejauh ini hasil panennya baru diolah sebagai bibit.

Baca juga: Berawal dari Hobi Andhika Bayu Bisa Jual Satu Tanaman Hiasnya Puluhan Juta Rupiah

"Untuk itu, sampai saat ini, saya masih memperbanyak sacha inchi untuk di budidaya, belum dijual. Tapi ke depan sangat potensial untuk menghasilkan cuan," ujar Nana Rusmana kepada media, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, saat ini penanaman tanaman tersebut berada di pekarangan rumahnya. Sebab menurutnya, tanaman tersebut bisa ditanam di pekarangan rumah.

Baca juga: Bosan Jadi Pegawai, Deni Santosa Fokus ke Bisnis Kaktus, Pendapatan Sehari Rp 1 Juta

Disebutkan bahwa yang penting, tanaman tersebut harus terkena panas matahari yang cukup. 

"Budidaya tanaman sacha inchi relatif mudah serta tidak banyak memakan tempat. Pasalnya, tanaman ini biasa merambat pada tanaman kayu, pagar, anjang-anjang, dan sebagainya. Sehingga, sangat cocok ditanam di pekarangan rumah," ujarnya.

Baca juga: Kean Tanam dan Rawat talas Raksasa Selama 5 Tahun, Belum Berniat Menjual Meski Sudah Ditawar Orang

Ke depan, Nana Rusmana berharap sudah bisa mengolah kacang Inca menjadi berbagai produk. Sebab, selain bernilai jual tinggi, bahwa biji tanaman sacha inchi mengandung banyak nutrisi dan sumber zat omega. 

"Apalagi sampai jadi minyak begitu, siapa yang gak mau berbisnis dengan nilai jual tinggi," ucap Nana Rusmana.

Tanaman sacha Inchi atau kacang inca yang dikembangkan di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka
Tanaman sacha Inchi atau kacang inca yang dikembangkan di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Nana mengatakan, budidaya tanaman sacha inchi relatif mudah dengan risiko gagal panen yang rendah. Tanaman tersebut bisa tahan terhadap sejumlah iklim cuaca, seperti kemarau dan hujan.

Baca juga: Dirumahkan Perusahaan, Bayu Anggara Sukses Membudidayakan Anggur Impor, Modalnya Hanya Rp 2 Juta

"Tapi meski mudah menanamnya, perlu penanganan tepat agar pohonnya mampu berbuah maksimal, sehingga panennya bisa melimpah," katanya. (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR
848 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved