Taman Baca Maca jeung Ka Ria Jalan Alternatif Anak-anak di Cijeungjing Sumedang Istirahat dari Gawai

Vivid Silmi Kaffah, Patriot Desa Jawa Barat yang menggagas taman baca tersebut mengatakan, ia khawatir dengan pergaulan anak-anak dan kaum muda

Vivid Silmi Kaffah, Patriot Desa Jawa Barat
Peresmian taman baca "Maca jeung Ka Ria" di Balai Desa Cijeungjing, Jatigede, Sumedang, Sabtu (2/7/2022). 

FILSUF Cina Confucius bersabda, jika punya rencana setahun maka tanamlah padi, jika punya rencana sepuluh tahun maka tanamlah pohon, dan jika punya rencana 100 tahun maka didiklah manusia. 

Semangat Confucius itulah yang melatarbelakangi hadirnya taman baca Maca jeung Ka Ria di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Nama itu juga akronim dari  Taman Bacaan Cijeungjing Suka Ceria.

Taman baca di daerah yang kini menjadi daerah dengan objek vital nasional, yakni Bendungan Jatigede ini diharapkan menjadi alternatif baru tempat bergaul, bagi anak-anak dan kaum muda di daerah ini. 

Vivid Silmi Kaffah, Patriot Desa Jawa Barat yang menggagas taman baca tersebut mengatakan, ia khawatir dengan pergaulan anak-anak dan kaum muda di Jatigede yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai. 

Aktivitas di taman baca
Aktivitas di taman baca "Maca jeung Ka Ria" di Balai Desa Cijeungjing, Jatigede, Sumedang, Sabtu (2/7/2022). (sumedang kab.go.id)

Memang gawai tidak sepenuhnya digunakan untuk permainan belaka. Namun, energi anak-anak dan kaum muda tetap mesti diarahkan kepada saluran yang positif.  

"Taman baca ini lebih ke gerakan membaca dengan Perpustakaan Desa Cijeungjing sebagai basisnya. Taman baca ini diresmikan Sabtu (2/7/2022) di Balai Desa Cijeungjing," kata Vivid Silmi Kaffah, Senin malam (4/7/2022) di Sumedang. 

Baca juga: Patriot Desa di Naluk, Sumedang Mengajari Ibu-Ibu Membudidayakan Magot dan Jadi Bandar Jelantah

Dia mengatakan, aktivitas membaca buku bisa menjadi saluran yang positif yang bisa menjadikan anak-anak dan kaum muda Cijeungjing istirahat sejenak dari bermain gawai

"Pengamatan kami, anak-anak sudah bermain gawai dengan permainan online-nya. Di antara dampaknya, banyak anak-anak dan pemuda lupa waktu, seharian habis tidak melakukan kegiatan lain, dan itu sangat bahaya," kata Vivid Silmi Kaffah. 

Baca juga: Desa Kasmaran di Indramayu, Berawal dari Kisah Raja Sumedang Larang yang Terpikat Pangeran Darma

Bahaya yang didapat bisa dari segi kesehatan fisik karena tidak banyak bergerak, atau dari kesehatan pikiran karena tidak banyak mendapat asupan informasi berkualitas.  

"Saya bekerja sama dengan penggerak lokal Desa Cijeungjing, Erum Rumsinah menjawab kekhawatiran kami akan generasi pelanjut. Maka kami hadirkan taman baca ini," katanya. 

Baca juga: Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan Siap Mundur Jika Dirinya Berbohong

Harapannya, gerakan ini dapat mengembalikan cita-cita bangsa untuk menciptakan generasi-generasi muda yang cerdas dan berwawasan tinggi dengan membagi waktu bermain dan belajar serta memicu kembali untuk giat membaca buku.
 
“Memang tidak akan langsung panen. Tapi panennya nanti 10 bahkan 20 tahun ke depan, maka dari itu kita tanam bibitnya terlebih dahulu," katanya.

Baca juga: Kisah Dede Yusuf Asal Sumedang, Tato Sekujur Tubuh Kini Hijrah Setelah Mimpi Dibakar Api

Pada Sabtu itu, kegiatan peresmian Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat di Desa Cijeungjing dihadiri oleh Kepala Desa Cijeungjing, SSPMD Patriot Desa Kabupaten Sumedang, Bunda Literasi Kecamatan Jatigede beserta Pokja Literasi, Forum TBM Kabupaten Sumedang dan kolaborator TBM Panti Baca Cerita. 

Kegiatan acara ini berjalan sukses dengan kegiatan acara simbolis pemberian Surat Keputusan Kepala Desa Cijeungjing atas legalitas anggota pengurus perpustakaan desa/taman bacaan masyarakat “Maca jeung Ka Ria” Desa Cijeungjing juga simbolis pemberian buku bacaan anak oleh Bunda Literasi Kecamatan Jatigede. 

Baca juga: Kampung Ciseda di Dasar Jurang Cadas Pangeran Sumedang, Warga Sering Temukan Mayat Buangan

Juga di akhir oleh kegiatan acara nonton bareng film yang berjudul “Jaga” di mana seorang pemuda yang berusia 8 tahun berjuang untuk mewujudkan mimpinya dengan keadaan ekonomi yang sederhana namun dapat membuktikan dengan tekad dan daya juang tinggi untuk menjadi manusia yang sukses di masa yang akan datang. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
822 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved