William Wijaya Halim Mampu Memahami Curhatan Hewan

Pengalaman unik lainnya adalah William Wijaya Halim bisa tahu rasa cemburu sosial hewan ketika sedang berkumpul bersama kumpulannya

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
William Wijaya Halim, animal communicator asal Bandung 

KITA sudah banyak mendengar soal berbagai hal terkait hal-hal yang berhubungan dengan penanganan hewan atau binatang peliharaan. Selama ini kita sudah mengenal soal bidang kedokteran hewan, pelatihan hewan, pemeliharaan hewan dan lain sebagainya. 

Namun sangat jarang kita mendengar soal mediator hewan atau dalam hal ini disebut animal communicator. Istilah ini merupakan sebuah bidang keahlian berbicara dengan hewan untuk kemudian disampaikan kepada para pemiliknya atau tuannya tentang apa saja yang diinginkan atau diharapkan oleh hewan itu sendiri selama menjadi peliharaan majikannya.

Ya, di Kota Bandung ini terdapat juga seorang mediator komunikasi hewan yang mampu mendengar, merasakan, mengetahui hal-hal apa saja yang diharapkan seekor hewan soal perlakuannya terhadap hewan itu sendiri.

William Wijaya Halim, animal communicator asal Bandung
William Wijaya Halim, animal communicator asal Bandung (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Perlakuan yang dimaksud bisa terkait banyak hal mulai dari cara memberi makan (pakan), tempat tidur, kesukaan, dan lain sebagainya. Namun sayang, kebanyakan majikan tidak mengetahui apa yang dirasakan hewan itu selama mereka memelihara hewan peliharaannya.

"Dengan bidang ini, kita akan mampu mengetahui apa saja yang diinginkan hewan bahkan kita bisa berbicara dengan mereka," ujar William Wijaya Halim, seorang animal communicator ketika ditemui Tribun Jabar di tempat kerjanya di kawasan Setiabudi, Sabtu (23/7/2022).

Baca juga: Scottish Fold, Kucing yang Lagi Ngetren Dipelihara, Banyak Disukai Artis

William mengatakan, melalui keahliannya sebagai animal communicator, ia bisa mengetahui isi pikiran hewan yang diajak berkomunikasi dan bahkan ia pun bisa memberikan perintah atau menjadi tempat curhat hewan.

"Selama ini, kita tidak tahu bahwa hewan pun memiliki banyak keluhan dan ia sebenarnya butuh curhat agar manusia atau hewan lainnya tahu perasaan dia yang sebenarnya," ujarnya.

Baca juga: Suhatno Menganggap Kambing-kambing Peliharaannya Sebagai Mesin ATM

Menurut William Wijaya Halim, dengan keahlian ini, ia bisa menjadi seorang mediator banyak majikan hewan yang mengeluhkan soal kondiisi hewan peliharaannya terkait banyak hal, mulai dari kesehatannya, kondisi pola makan, kesukaan, hal yang dibenci, dan hal-hal favorit lainnya yang diinginkan hewan. 

Oleh karena itu tidak sedikit klien William Wijaya Halim yang selalu bertanya dan mengharapkan ia mampu menjadi mediator ketika menghadapi persoalan pelik terkait hewan peliharaan.

Baca juga: Mantan Aparat Desa Sukses Jadi Peternak Kambing Perah di Ciamis, Produk Susu Kambingnya Laris

"Dari cara saya berbicara dengan hewan melalui metode yang saya lakukan, maka saya akan menjadi tahu apa kemauan dan keinginan hewan itu, kemudian hal itu saya sampaikan kepada majikannya agar menjadi bahan pertimbangan ke depan," katanya.

William Wijaya Halim, animal communicator asal Bandung
William Wijaya Halim, animal communicator asal Bandung (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Klien dari Tanah Air dan Mancanegara

SELAMA ini, kata William Wijaya Halim, sudah banyak kliennya yang mempercayakan dia sebagai mediator untuk mencari tahu kondisi hewan peliharaannya. Klien yang berdatangan berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Bali, Lombok dan sebagian besar wilayah Tanah Air. 

Bahkan ada juga dari mancanegara. Sebut saja Malaysia, Singapura, Thailand, Turki, Cina, Taiwan, Jepang, dan bahkan hingga Amerika Serikat.     

Baca juga: Ayi, Peternak Sapi di Lembang Bikin Sendiri Ramuan untuk Obati Sapinya yang Kena Penyakit Muluk Kuku

"Kebanyakan klien saya bertanya soal persoalan perubahan perilaku hewan peliharaannya, termasuk juga soal kebiasaan yang baik buat hewan mereka. Bahkan juga ada yang bertanya soal perasaan hewan tentang hubungannya dengan mereka sebagai majikan," ujarnya.

Cara yang ditempuh untuk melakukan terapi komunikasi dengan hewan, menurut William Wijaya Halim,  dilakukan sederhana yakni hanya melalui media streaming zoom, foto dan chat Whatsapp.

Hewan Intovert Hingga Pecemburu

WILLIAM Wijaya Halim mengaku, keahliannya berbicara dan berkomunikasi dengan hewan didalami sejak 2016. Namun ia betul-betul menjadikan ini sebagai profesinya sejak setahun terakhir ini.

Menurutnya, banyak hal lucu dan unik yang ia dapatkan selama menjalani profesi ini bersama ratusan kliennya. Diantaranya adalah ia mampu mengetahui berbagai macam "curhatan" binatang tentang majikannya kepada dia yang kurang bisa memeliharanya dengan baik.

Baca juga: Bermula dari Hobi, Jhon Akhirnya Membuka Peternakan Burung, Omzetnya Capai Rp 100 juta Per Bulan

"Bahkan ada seekor anjing yang sebenarnya merupakan jantan namun ia selalu dipanggil Lily oleh majikannya dan didandani seperti betina. Hal itu dia (hewan) ceritakan kepada saya dan kemudian setelah namanya diganti menjadi Abdul ia lebih menurut, sebab ternyata ia adalah keturunan Turki dan menyukai daging domba," ujarnya.

William Wijaya Halim pun kerap didatangi kucing dan anjing saat ia sedang berada di sejumlah tempat. Bahkan ia sering menemui kucing yang ketakutan setelah bertemu dengannya hanya karena William tahu apa yang ada dalam pikiran kucing itu. 

Baca juga: Setiap Hari Halimah Duduk di Tengah Sawah 12 jam, Menjaga Sawah Garapannya dari Gangguan Burung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
817 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved