Pilih Berhenti Menjadi PNS Pemkab Majalengka, Ivan Taufik Iskandar Sukses Berbisnis Seblak Ceker

saya mempunyai cita-cita yang lebih besar dibanding ketika masih PNS. Salah satunya, saya di wirausaha memiliki banyak karyawan

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Ivan Taufik Iskandar, seorang pengusaha kuliner muda di Kabupaten Majalengka. Sebelum terjun ke bisnis kuliner, Ivan merupakan seorang PNS di Pemkab Majalengka. 

MENJADI seorang pengusaha memang tidak lah mudah. Apalagi memutuskan memulai usaha di usia yang relatif masih muda dengan status masih menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS).

Di kala, sebagian besar orang sangat ingin bekerja menjadi PNS, Ivan Taufik Iskandar (36) justru banting setir menjadi seorang wirausaha kuliner.

Ya, pria kelahiran 4 Agustus 1986 asal Kabupaten Majalengka, ini memutuskan mundur dari jabatannya sebagai PNS di lingkungan pemerintahan Kabupaten Majalengka. Ia memilih terjun ke dunia wirausaha sebagai seorang pengusaha kuliner.

Seblak Ceker Naga milik Ivan Taufik Iskandar
Seblak Ceker Naga milik Ivan Taufik Iskandar (twitter@seblakcekernaga)

Ditemui di Rumah Makan Seblak Ceker Naga yang menjadi bisnis kulinernya di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan/ Kabupaten Majalengka, Ivan menceritakan ia mulai diterima menjadi seorang PNS di tahun 2011.

Setelah tiga tahun bergelut di pekerjaan tersebut, ia memutuskan untuk menjalankan bisnis kulinernya. "Awalnya kan memang kerja dua-duanya, waktu PNS merintis usaha ini," ujar Ivan kepada Tribun.

Baca juga: Nur Anisa Usman Berlatih 10 Jam Setiap Hari, Kini Menjadi Pengusaha Kuliner

Seiring berjalannya waktu atau tepatnya 2018, bisnis kuliner Ivan dengan Seblak Ceker Naga-nya semakin berkembang. Ia sampai memiliki lima cabang yang tersebar di berbagai kecamatan di Kota Angin. Sehingga, di tahun tersebut ia memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai PNS.

 Ivan Taufik Iskandar berkeinginan hendak fokus berbisnis kuliner. Selain itu, sebagai seorang PNS, Ivan mengaku passionnya bukan di jabatan tersebut.

Baca juga: Bosan Jadi Pegawai, Deni Santosa Fokus ke Bisnis Kaktus, Pendapatan Sehari Rp 1 Juta

"Setelah 7 tahun 7 bulan jadi ASN, saya resign. Kenapa resign, mungkin kurang keinginan, karena di PNS kan kita harus bisa menguasai seluruh bidang. Nah saya ingin fokus di bisnis kuliner saya berkembang. Saya prinsipnya, kalau jalanin dua-duanya merasa tidak fokus, tidak seperti orang lain. Mending saya putuskan untuk mengembangkan usaha saya saja," katanya.

Disinggung mengapa awalnya memilih menjadi seorang PNS jika akhirnya mundur dan berwirausaha, pria berbadan tambun itu menyebut karena latar belakang keluarga. Di mana, ayahnya juga berstatus sebagai pegawai PNS BUMN. Sehingga, saat itu Ivan Taufik Iskandar hanya memiliki referensi terbatas.

Baca juga: Semula Buruh Bangunan di Jakarta, Samsudin Kini Sukses Sebagai Produsen Tengteng Khas Cianjur

"Karena latar belakang keluarga ya, ayah saya PNS BUMN, jadi referensi saya berkutat di sana. Terus, betul PNS punya jaminan masa tua, dan itu menjadi daya tarik saya waktu itu terjun ke PNS," katanya.

Ivan menceritakan, terjunnya ke dunia wirausaha, didasari oleh adanya cita-cita yang lebih ketika saat berstatus PNS. Salah satunya, ia ingin memiliki banyak karyawan dan lebih bisa mengembangkan gagasan-gagasan yang ada di dirinya.

Baca juga: Imas Kustiani Selalu Semangat Mengikuti Ujian CPNS Meski Stroke, Sang Suami Selalu Membantu

"Sebenarnya kalau di PNS kan gajinya tetap, punya tunjangan dan punya pensiunan. Sedangkan, jujur saja, hasil dari wirausaha kuliner ini lebih kecil dari PNS sebenarnya. Namun, saya mempunyai cita-cita yang lebih besar dibanding ketika masih PNS. Salah satunya, saya di wirausaha memiliki banyak karyawan dan lebih bisa mengembangkan gagasan-gagasan saya. Uang memang tidak bisa kita abaikan, namun tak hanya itu patokannya. Untuk masa depan, wirausaha juga bisa diwariskan dan kalau usahanya bisa dikembangkan dengan baik, insyaallah bisa untuk bekal masa depan," katanya.

Keluarnya Ivan dari dunia pegawai, bukan tidak memiliki persoalan. Saat ia memutuskan mundur sebagai PNS di tahun 2018 lalu, ada penolakan atau ketidaksetujuan dari orang tua. Saat itu, Ivan Taufik Iskandar harus meyakini orang tuanya bahwa memilih berwirausaha bukan berada di jalan yang salah.

Baca juga: Melalui Youtube Magdalena Fridawati Membantu Para Pelaku Kuliner UMKM Melewati Pandemi Covid-19

"Alhamdulillah untuk terjun ke wirausaha tidak ada penolakan dari orang tua, hanya saja ketika mundur dari PNS, sempat tidak disetujui. Proses itu kurang lebih terjadi selama setahun, hingga akhirnya disetujui juga. Sedangkan, untuk orang tua istri jauh-jauh hari sudah memiliki prediksi akan mundurnya saya menjadi PNS," ujarnya.

Kini, berkat kegigihannya, Ivan memiliki lima cabang rumah makan dengan " Seblak Ceker Naga-nya". Di mana, setiap harinya, banyak pengunjung yang berdatangan untuk membeli kuliner yang dijual. (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR
811 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved