Destiani Raup Omzet Ratusan Juta Sehari dari Bisnis Kerudung yang Dijual Rp 8 Ribuan

"Jadi, ceritanya, dulu pas lagi pandemi kami bikin usaha itu biar bisa ngasih kerjaan sama ibu-ibu yang suaminya kena PHK"

Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Destiani bersama karyawannya di sebuah toko di Jalan Babakansari, Kiaracondong, Kota Bandung 

SEBUAH toko di Jalan Babakansari, Kiaracondong, Kota Bandung, tampak berantakan. Nota penjualan, serta paket terbungkus plastik hitam siap kirim berserakan di lantai.

Di tempat itulah setiap harinya Destiani (31) bersama karyawannya mengemas ratusan kerudung dan pakaian pesanan pembeli. Ketika ditemui Tribun di kediamannya, Destiani tengah asyik menggoreskan ujung pensil ke kertas di meja. Rupaya ia sedang membuat rekaman penjualan kerudung.

"Hari ini Alhamdulillah, banyak orderan masuk," ujar Destiani, pemilik Vallvi, Senin (11/4).
Sebelum memulai usaha kerudung dan pakaian, Destiani bersama suaminya, Harry HPL, sempat bisnis dibidang otomotif.

Baca juga: Zyta Delia Awalnya Bingung Temukan Hijab yang Pas, Kini Sukses Berbisnis Hijab

"Awalnya, saya usaha bengkel sama suami, kemudian kena musibah (banjir bandang) pada 2018, kita kolaps. Kita mikir usaha apalagi ya, akhirnya kita memutuskan untuk bisnis fesyen, khususnya kerudung, mukena, dan pakaiannya," ujarnya.

Kebetulan, lanjut Destiani, keinginan pasar sedang tinggi-tingginya. "Kerudung itu banyak gayanya, bisa dikreasikan, kita melihat dari situ ada peluangnya," ucapnya.

Baca juga: Kisah Widayati, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Berbisnis Brand Pakaian Muslimah di Bandung

Namun, usaha yang dimulai sejak 2019 itu tidak langsung berhasil. Destiani dan suaminya sempat mengalami rugi hingga Rp 250 juta karena kesalahan dalam perhitungan produksi.

Akan tetapi, belajar dari kesalahan, mereka pun terus bangkit. "Sekarang omsetnya kurang lebih Rp 100 jutaan perhari, kita juga dibantu sama 40 karyawan," ucapnya.

Baca juga: Dengan Modal Rp 500 Ribu Iren Kembangkan Bisnis Hijab, Tak Mau Lagi Berutang ke Bank

Dalam mempekerjakan karyawannya, Destiani merangkul ibu-ibu tetangga sekitar rumahnya.
"Jadi, ceritanya, dulu pas lagi pandemi kami bikin usaha itu biar bisa ngasih kerjaan sama ibu-ibu yang suaminya kena PHK atau nganggur untuk membantu ekonominya-lah. Jadi, kami berdayakan tetangga ibu-ibu semua, kami ajak minimal ada pendapatan buat merekanya," katanya.

Menariknya, Destiani juga menjual kerudung dengan harga sangat murah, yakni mulai dari Rp 8 ribu saja.
"Kenapa murah, karena kita produksi sendiri dan bahannya semua kita ambil dari hulu atau dari pabriknya langsung jadi bisa lebih murah," ucapnya.

Baca juga: Indy Ratna Pratiwi, Influencer Fesyen yang Gemar Memadupadankan Warna Busana

Selain itu, ia juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi pengusaha, tanpa modal sama sekali dengan sistem resseler.

"Bisa, sekarang zamannya online jadi kebanyakan orang-orang itu pesan online dengan kuantitas yang banyak untuk dijual lagi atau ada yang datang ke sini," katanya.

Baca juga: Zyta Delia Awalnya Bingung Temukan Hijab yang Pas, Kini Sukses Berbisnis Hijab

Meski dijual dengan harga murah, ia menjamin produknya tidak asal-asalan. Ia memperhatikan betul setiap barang yang dijualnya agar tidak merugikan konsumennya.

"Ini kualitasnya juga bagus kok, jadi tidak kalah sama yang lain, kalau di toko kerudung ini dijual Rp 20 ribu," ucapnya.

Baca juga: Ardhina Merancang Hijab 4 In 1, Ingin Membangun Mimpi Bersama Anak-anak Muda yang Kreatif

Pada bulan Ramadan kali ini, Destiani mengakui terjadi peningkatan penjualan yang signifikan. "Naik drastis banget sampai 1.000 persen, mungkin orang-orang sudah mulai belanja dari sekarang, tidak nunggu-nunggu mepet lebaran," katanya. (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
719 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved