Pelukis Umar Sumarta Mendoakan Jenderal Dudung Lewat Lukisan yang Akhirnya Terwujud

"Detail menjual koran yang paling berkesan buat saya, karena saya bisa menggambarkan sosok Jenderal Dudung umur sebelas tahun.

Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Umar Sumarta, maestro pelukis memperlihatkan foto saat dia bersama Jenderal Dudung Abdurachman. 

BAGI Umar Sumarta, melukis Jendral Dudung Abdurachman dengan bintang empat di pundak adalah doa yang kini menjadi kenyataan.

Ratusan lukisan di kanvas langsung terlihat begitu memasuki rumah Umar Sumarta (77), maestro pelukis, di Jalan Sarimadu, Kota Bandung, Sabtu (19/2/2022).

Lukisan-lukisan itu dipajang di dinding. Ada juga instalasi berbagai bentuk dan rupa yang dipamerkan di ruangan bertembok putih. Semuanya adalah karya Umar Sumarta. Di usianya yang sudah tidak muda, Umar masih produktif menghasilkan karya.

Dari sekian banyak karyanya, lukisan bertema toleransi dengan seorang tentara bintang empat di pundak sedang menaiki kuda, menjadi salah satu paling berkesan.

Umar Sumarta, maestro pelukis memperlihatkan foto saat dia bersama Jendral Dudung Abdurachman.
Umar Sumarta, maestro pelukis memperlihatkan foto saat dia bersama Jendral Dudung Abdurachman. (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Sekilas, lukisan itu mirip lukisan abstrak biasa. Ketika diperhatikan lebih teliti, ada beberapa detail yang menggambarkan sebuah pola kehidupan.

Dalam lukisannya itu, dia menggambar sosok Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) berseragam TNI sedang duduk di atas kuda berwarna cokelat.

Baca juga: Agus Prayitno Teman Kecil Jenderal Dudung Abdurrahman Sebut Dudung Setia Kawan dan Selalu Dirindukan

Dudung tampak dikeliling oleh banyak masyarakat. Di balik lukisan itu juga terlihat beberapa bangunan dari agama yang ada di Indonesia.

"Ini saya gambarkan kita hidup ber-Pancasila dan kita menjunjung toleransi. Kalau dilihat detailnya, ada masjid karena kita mayoritas agama Islam, ada candi Borobudur, gereja, ada Liong untuk Konghucu. Semua agama ada dalam hidup berdampingan," ujar Umar, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (19/2).

Baca juga: Ardi Maulana Alias Dudung Bertekad Terus Belajar dari Para Pemain Senior Maung Bandung

Dalam lukisan itu terdapat sosok seorang anak berseragam sekolah putih sedang memberikan koran kepada Dudung yang duduk di kuda. Sosok itu merupakan gambaran Dudung saat masih kecil yang pernah menjadi loper koran.

"Detail menjual koran yang paling berkesan buat saya, karena saya bisa menggambarkan sosok Jenderal Dudung umur sebelas tahun. Ini tidak melihat foto, saya gambarkan," katanya.

Baca juga: Sosok Panglima TNI di Mata Adik Bungsunya: Mas Andika Itu Hatinya Lembut, Enggak Tegaan

Umar pun menyisipkan doa dalam lukisannya. Ia sengaja menyertakan empat bintang di baret hijau yang digunakan Dudung dalam lukisan. Hal ini menarik lantaran saat lukisan itu dibuat, Dudung masih menjabat Pangkostrad dengan tiga bintang.

"Itu belum jadi KSAD (saat melukis). Belum bintang empat. Saya bikin sebagai doa. Akhirnya doa saya terkabul menjadi KSAD. Itu doa dari guru ke murid," ucapnya.

Baca juga: Menjabat Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Agus Subiyanto Merasa Pulang ke Kampung Halamannya

Lukisan Jendral Dudung dibuat Umar atas inisiatif dia sendiri. Dia bangga lantaran salah satu muridnya sukses dalam karier militer.

"Saya itu guru seni rupanya Jendral Dudung waktu SMP dan lukisan ini tidak dipesan, tapi hanya inisiatif saya melukis murid saya. Saya bangga, berhasil waktu saya melukis," katanya.

SAHABAT KECIL - Agus Prayitno (kanan) bersama Jenderal Dudung Abdurrahman, sahabat kecilnya dalam sebuah kesempatan pertemuan.
SAHABAT KECIL - Agus Prayitno (kanan) bersama Jenderal Dudung Abdurrahman, sahabat kecilnya dalam sebuah kesempatan pertemuan. (dokumentasi Agus Prayitno)

Lukisan itu sudah selesai sejak tahun lalu. Saat Dudung berkunjung, lukisan itu bahkan langsung digulung dibawa Dudung untuk dipajang.

"Waktu itu mau langsung dibawa, digulung. Saya bilang jangan dulu, mau saya kasih bingkai dulu," ucapnya.

Baca juga: Mayjen TNI Dudung Abdurachman Menjadi Pangkostrad, Kekayaannya Rp 1 Miliar

Setelah dikasih binkai, Umar bersama kerabatnya salah seorang pengacara Heri Wijaya, mengantarkan langsung lukisan ke kediaman Dudung.

"Ini salah satu bentuk respect dari seorang guru kepada muridnya," ujar Heri. (Tribun Jabar/ Nazmi Abdurahman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
667 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved