Aplikasi Rukun Buatan Bandung Bikin Para Pengurus RT Tidak Lagi Perlu Berkeliling

"Misalnya, ada jalan bolong, nanti tinggal tulis saja di kolom pengaduan dan bisa ditimpali sama warga lain"

Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Yuyus Hidayat, Co Founder Rukun, saat menunjukkan aplikasi Rukun, aplikasi pendukung smart city untuk wilayah. 

SEPERTI namanya, aplikasi Rukun, memang berbeda. Seluruh data dan layanan yang dibutuhkan warga tersaji pada aplikasi ini, termasuk fitur pengurus RT dan RW, yang membuat warga bisa lebih kenal dengan para pemimpinnya.

Bqgi para pengurus RT dan RW, aplikasi ini juga memudahkan pemantauan. Pengurus RT/RW tak perlu lagi keliling. Begitu pula dengan warganya. Tak perlu repot jika membutuhkan layanan atau mau menyampaikan saran dan kritik.

"Aplikasi Rukun ini fungsinya untuk pengelolaan wilayah. Macam-macam, mulai dari perumahan skala RT, RW, kluster, jadi diaplikasi itu ada pengurus dan warganya," ujar Yuyus Hidayat, Co Founder Rukun, saat ditemui Tribun di Jalan Ambon, Kota Bandung, Selasa (18/1).

Aplikasi Rukun
Aplikasi Rukun (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Aplikasi pendukung smart city ini memiliki fitur lengkap, mulai dari informasi pengurus, pencatatan keuangan wilayah, tagihan, pengaduan, peraturan wilayah, jual beli hingga tombol darurat.
Semua fitur itu dibuat untuk memudahkan pengurus wilayah dan warganya.

Yuyus mencontohkan, fitur informasi yang di dalamnya terdapat informasi tentang wilayah dan profil pengurus RT/RW.

Baca juga: Wilson Hadirkan Aplikasi Dagangan, Bantu Masyarakat Desa Berdaya Secara Ekonomi

"Di beberapa daerah, terutama perkotaan banyak yang tidak tahu siapa sih RT RW mereka. Jadi, di sini profilnya lengkap, bisa dikontak juga," katanya.

Kemudian fitur pencatatan keuangan yang di dalamnya mendata pemasukan dan pengeluaran keuangan warga.
"Laporan keuangannya sudah secara otomatis tersusun di aplikasi ini, warga juga tahu per-hari ini kondisi keuangan warga berapa, jadi tidak ada pertanyaan lagi," ucapnya.

Tak hanya itu, di aplikasi Rukun juga terdapat fitur pengaduan untuk menampung keluhan dan kritik warganya.

Baca juga: Farhan dan Ananda, Pelajar SMAN 1 Ngamprah Bikin Aplikasi Plong untuk Mengurangi Risiko Depresi

"Misalnya, ada jalan bolong, nanti tinggal tulis saja di kolom pengaduan dan bisa ditimpali sama warga lain. Ada juga privat, misalnya keluhan soal tetangga yang terlalu berisik. Kalau privat cuma dia sama pengurus saja," katanya.

Saat ini, kata Yuyus, aplikasi Rukun baru berusia sekitar dua bulan sejak dirilis pada akhir November 2021.

"Ini baru rilis versi satu, usianya baru dua bulan. Penggunanya sudah dari beberapa kota, di Bandung ada dari Buahbatu, Padasuka, Rancabolang, Batununggal, Bungur, Sanggarhurip, dan Cibiru, ini tidak terbatas hanya untuk RT RW saja, tapi komunitas seperti klub mobil juga bisa menggunakan aplikasi ini," ucapnya.

Baca juga: Ana Rodiana Bikin Aplikasi Si Belmi, Kemampuan Bahasa Inggris Siswa-siswi SMPN Sindang Meningkat

Selain Kota Bandung, daerah lain seperti Kabupaten Bandung, Lampung Tengah, Tasik, Semarang dan Malang sudah menggunakan aplikasi Rukun.

Dikatakan Yuyus, bagi masyarakat yang ingin menggunakan aplikasi Rukun tinggal mengunduh di playstore atau kunjungi laman https://rukun.co.

"Setelah di-download, langsung register wilayah, bikin akun admin atau pengurus, nanti warga lain download juga aplikasi yang sama, tapi jadi membernya, nanti dikasih kode wilayah sama pengurusnya," katanya.

Baca juga: Smart Box Made In Bandung, Sarana Belajar Online yang Juga Asyik untuk Karaokean dan Nge-game

Saat ini, kata Yuyus, aplikasi Rukun masih berbayar dengan menawarkan beberapa paket. Pertama paket Harmonis, membernya maksimal 150 orang dengan harga Rp 500 ribu per bulan.

Kedua, kata dia, paket Damai maksimal 300 orang Rp 1 juta dan paket Sejahtera, 450 orang Rp. 1,5 juta.

"Kalau warga yang akan menggunakan aplikasinya lebih banyak, bisa custome. Kalau warganya di bawah 150 orang juga, itu juga tetap bisa," katanya.

Baca juga: Wifi Koin Buatan Pria Asal Margahayu Bandung Ini Membuatnya Untung Jutaan Rupiah Per Bulan

Ke depan, Ia ingin aplikasi pendukung smart city ini dapat digunakan secara gratis atau harganya semurah mungkin.

"Lebih ke komitmen fee saja, walaupun cuma Rp 100 ribu per tahun. Sekarang, masih ada masa percobaan selama 45 hari gratis, nanti tinggal pilih paket berdasarkan jumlah warga atau mambernya," ucapnya. (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
634 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved