Dirumahkan Perusahaan, Bayu Anggara Sukses Membudidayakan Anggur Impor, Modalnya Hanya Rp 2 Juta

"Saya sering mengalami kegagalan sebelum akhirnya bisa menemukan cara agar pertumbuhannya bagus. Kira-kira butuh waktu empat sampai lima bulan"

Tribun Jabar/Nandri Prilatama
Bayu Anggara, pmuda yang sukses membudidayakan anggur impor di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. 

TIDAK memiliki pekerjaan karena dirumahkan smentara oleh perusahaan tempatnya bekerja pada awal pandemi Covid-19, Bayu Anggara (27) justru sukses menjadi petani anggur. Bayu membudidayakan anggur di pekarangan dan belakang rumahnya. Tak disangka, hasilnya mencengangkan.

Ditemui di kediamannya di di RT 3/13, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Minggu (9/1), Bayu bercerita mulai mempelajari budi daya anggur ini secara otodidak dari tayangan-tayangan di youtube. Kebijakan perusahaan merumahkannya sejak Januari hingga Maret 2021 membuatnya memiliki banyak sekali waktu luang.

Selama tiga bulan itu dia belajar, mulai dari masalah media tanam, penyetekan, okulasi, sampai dengan pembuahan anggur.

Bayu Anggara membudidayakan anggur impor di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.
Bayu Anggara membudidayakan anggur impor di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. (Tribun Jabar/Nandri Prilatama)

"Saya ikut-ikut komunitas dan melihat-lihat youtube juga untuk menambah ilmu. Lalu, akhirnya di sini sering diadakan sharing atau berbagi pengalaman ilmu membudidaya anggur," kata Bayu.

Pada awalnya, kata Bayu, ada banyak kesulitan yang ia temui dalam membudidayakan anggur. Kesulitan pertama ada pada media tanamnya. Sebab, anggur bagaimana pun bukan tanaman dari Indonesia yang memiliki akar serabut, sehingga ketika ditanam langsung di tanah pertumbuhannya akan sangat lambat.

Baca juga: Bisnis Jasa Titip Sepi Selama Pandemi, Zara El Maulida Sukses Jadi Pengusaha Camilan Buah Kering

Itu sebabnya, sebelum ditanam langsung di tanah, bibit anggur harus ditanam lebih dulu di polybag. Media tanamnya harus diberi campuran kompos khusus yang sudah difermentasi selama sebulan.

"Saya sering mengalami kegagalan sebelum akhirnya bisa menemukan cara agar pertumbuhannya bagus. Kira-kira butuh waktu empat sampai lima bulan untuk bisa berhasil," ujarnya.

Baca juga: Tiga Hidangan Manis Berbahan Dasar Buah Durian di Bandung untuk Menu Buka Puasa

Saat ini, kata Bayu, ada 25 sampai 30 jenis anggur yang ditanam di rumahnya. Namun, dari jumlah itu, baru 15 sampai 20 jenis anggur yang berbuah dalam kurun satu tahun ini.

"Biasanya anggur kalau mau sampai berbuah itu butuh empat sampai lima bulan sudah bisa. Tapi, hanya beberapa dompol saja. Kalau mau maksimal buahnya ya jenis anggur taldun, namum butuh waktu sekitar delapan bulan dan bisa hasilkan 20 sampai 30 dompol anggur," ujarnya.

Baca juga: Berawal dari Hobi Andhika Bayu Bisa Jual Satu Tanaman Hiasnya Puluhan Juta Rupiah

Hasil budidayanya ini, kata Bayu sudah ia jual sampai ke Malaysia. Sedangkan di lokal sekitar Jawa dan Sumatera.
"Untuk wilayah Jawa seperti Tangerang, Bekasi, Bogor, Depok, Purwakarta, dan lainnya. Sumatera juga sudah. Hanya, sekarang fokus saya itu untuk lingkungan sekitar dahulu. Jadi, enggak jual online. Khusus wilayah Cipadung ada diskon," katanya berpromosi.

Ketika masa panen anggur tiba, kata Bayu, dia bisa mengumpulkan sampai 20 atau 30 dompol anggur. Anggur-anggur itu dibagikan ke tetangga, keluarga, juga teman-teman atau orang yang datang ke kediamannya dan ingin merasakan rasa anggur impor.

Bayu Anggara, anak muda yang berhasil budidaya anggur impor di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.
Bayu Anggara, anak muda yang berhasil budidaya anggur impor di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. (Tribun Jabar/Nandri Prilatama)

"Ini sih masih skala hobi, belum ke skala jualan buah, karena kan tempatnya sempit. Mudah-mudahan ada program dari pemerintah yang bisa dimanfaatkan tanah dengan skala kebun guna bisa memasarkan anggur ini," ucapnya seraya menegaskan hobi yang menguntungkan di samping kesehariannya yang tetap bekerja di tempat produksi tabung oksigen.

Buah-buah anggur dari berbagai jenis tampak menggiurkan menggantung dengan berbagai warna dari hijau, hitam, sampai merah. Selain itu, ratusan atau bahkan ribuan bibit pun memadati setiap sudut pekarangan dan belakang rumah Bayu Anggara ini.

Baca juga: Bermula dari Beli Adenium Rp 150.000 Kini Fauzi Mengoleksi 300 Tanaman, Sebulan Bisa Raih Rp 5 Juta

Dia mengaku sangat bangga ketika apa yang telah dilakukan selama setahun ini berbuah manis. Sebab, katanya, sempat dirinya merasa hampir menyerah karena budidaya anggurnya ini selalu gagal, mulai tanamannya yang sakit, lalu ada yang tumbuh namun tak berbuah.

"Tapi sekarang ketika melihat anggur-anggur ini berbuah rasanya senang sekali apalagi bisa sampai berbagi kepada tetangga, keluarga, dan orang-orang yang datang untuk icip-icip," ujarnya.

Baca juga: Bosan Jadi Pegawai, Deni Santosa Fokus ke Bisnis Kaktus, Pendapatan Sehari Rp 1 Juta

Bayu Anggara menyebut ada jenis anggur yang sulit untuk dibuahkan, yakni anggur jenis moondrop dan manicure finger, karena usia pohon yang belum setahun dan baru enam bulan sudah dipangkas. Masalah cuaca dalam pembudidayaan anggur juga, kata Bayu sangatlah berpengaruh.

"Tentu cuaca bisa berpengaruh. Tapi, itu bisa dicari caranya, seperti saya menanam di Cipadung (kaki Gunung Manglayang) yang katanya dari segi cuaca enggak ideal, tapi ya bisa diakali dengan memasang plastik agar tetap lembab dan tentu dari segi penyiraman juga perawatan harus telaten," katanya.

Baca juga: Lili Supriatna, Guru SMKN 1 Cipaku Ciamis, Tanam & Kembangkan Bayam Brazil yang Berkhasiat

Adapun bibit-bibit anggur yang dia siap pasarkan atau jual ialah bibit yang sudah berusia tiga bulan dengan prosesnya dari batang sampai menumbuhkan akar tunas, daun, dan dikarantina.

"Kalau belum ada akar dan daun muda, saya enggak berani menjual karena tanamanya rawan mati. Biasanya yang order itu ukuran 60 sentimeter sampai 80 sentimeter. Kalau ukuran besar ya biasanya untuk instansi," katanya.

Bermodalkan hanya Rp 2 juta, kini Bayu mengaku bisa meraup penghasilan sampai puluhan juta rupiah. Hasil dari penjualan bibit anggur, dia sisihkan untuk keperluan perawatan budidaya anggur ini.

"Namanya jualan, jadi enggak menentu penghasilannya. Tapi untuk minggu ini alhamdulillah menjual 10 planternbag ukuran 75 liter dengan total Rp 10 juta dan itu bisa buat modal lagi perawatan hama daun dan nutrisi daun," katanya.

Baca juga: Muhyidin Tekun membudidayakan Lebah Klanceng. Raup Puluhan Juta Rupiah dari Stup Madu

Di tempat budidayanya ini, ada berbagai ukuran bibit anggur, mulai ukuran kecil sampai besar. Untuk harganya, dia menghargai mulai Rp 100 sampai Rp 300 ribu ukuran kecil. Tetapi, harga juga tergantung dengan jenis anggur itu.

"Tapi saya selalu merekomendasikan buat tanam anggur taldun karena anggur jenis ini ukuranya masuk, kekebalan cuacanya masuk, dan adaptasi pun bagus. Harganya Rp 200 ribu bibitnya," ujarnya.

Bayu Anggara berfoto di kebun anggur impor yang dibudiodayakannya di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.
Bayu Anggara berfoto di kebun anggur impor yang dibudiodayakannya di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. (Tribun Jabar/Nandri Prilatama)

Ke depan, Bayu Anggara berharap ada lahan lebih luas yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya anggur impor ini guna memberikan edukasi kepada banyak orang. Hal itu dikarenakan budidaya di kediamannya sangatlah sempit serta akses menuju kediamannya hanyalah masuk gang.

"Sempat kemarin datang pak Camat Cibiru melihat-lihat dan sudah ada obrolan terkait harapan ini. Tapi, saya belum membahas secara intens empat mata. Dan sempat juga menawarkan sebidang tanah di wilayah Cibiru. Ya mudah-mudahan bisa tercapai budidaya anggut skala kebun," katanya. (Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
629 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved