Faizol Yuhri, Penyair Karawang yang Mendirikan Komunitas Semesta Literasi, Terus Menulis Puisi

"Alhamdulillah, selama masih bisa nulis ya nulis terus. Dan pekerjaan menulis sama dengan pekerjaan lain".

dok Faizol Yuhri
Faizol Yuhri, penyair asal Karawang 

DI Karawang siapa yang tidak kenal Faizol Yuhri? Penulis buku kumpulan puisi "Bisik Sebelum Tidur". Lelaki yang tinggal dan beraktivitas di Kabupaten Karawang ini adalah salah satu penggerak literasi dan kegiatan kesenian di Karawang.

Tidak hanya buku puisi, tulisan-tulisannya juga dimuat di berbagai media. Seperti Mojok, Kumparan, dan Bernas. Karyanya juga sering dimuat di berbagai media massa lokal.

"Alhamdulillah, selama masih bisa nulis ya nulis terus. Dan pekerjaan menulis sama dengan pekerjaan lain. Seorang penulis tidak lebih mulia dari profesi lain di dunia ini," katanya kepada Tribun Jabar, Selasa (14/12).

Faizol Yuhri
Faizol Yuhri (twitter.com)

Yuhri, panggilan akrabnya, juga mendirikan komunitas Semesta Literasi. Sebuah komunitas baca-tulis di Karawang. Ia juga pernah mengurus perpustakaan di Galuh Mas, sebuah kompleks komersial di Karawang. Belakangan, perpustakaan tersebut ditutup karena pandemi.

Ia bersama teman-temannya di Fotosintesa Plus, sebuah komunitas yang mengumpulkan dan mewadahi kegiatan kesenian, adalah yang pertama kali mempopulerkan Malam Puisi di Karawang.

Baca juga: Atep Kurnia, Mantan Buruh Pabrik Tekstil yang Menjadi Penulis, Sering Mendapat Penghargaan

"Kami bikin malam puisi itu sekitar tahun 2014. Pertama kami bikin di kampus Unsika (Universitas Singaperbangsa Karawang). Dulu namanya masih Kepo (kesenian pojok). Seiring waktu berjalan, kami bikin juga di luar Karawang. Baru setelah itu nama kegiatannya berganti jadi Malam Puisi. Kami bikin Malam Puisi di Alun-Alun Karawang, Kampung Budaya, dan Grand Taruma. Pernah juga kami bikin Malam Puisi di emperan toko percetakan," katanya.

Selain menulis, Yuhri juga beraktivitas di dunia teater. Ia adalah salah satu orang yang pernah membawa UKM Teater Gabung Unsika sebagai juara umum, juara 1, dan 3 dalam festival monolog se-Jawa Bali yang fiselenggarakan oleh Universitas Siliwangi Tasikmalaya tahun 2020.

Kampus Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika)
Kampus Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) (Kompas.com/Farida)

Di dunia teater, karyanya menumpuk. Ia pernah mementaskan pertunjukan Orang Miskin yang Bahagia karya Agus Noor, Pinangan karya Anton Chekhov, Nyanyian Angsa karya Anton Chekhov, Ayahku Pulang karya Usmar Ismail, Malam Jahanam karya Motinggo Boesje, dan pertunjukan lain.

Ia telah memulai aktivitas sebagai pegiat seni teater sejak tahun 2009. Yuhri bisa dihubungi di Instagram pribadinya @faizolyuhri.

Baca juga: Hadiah Ulang Tahun Terindah untuk Bupati Purwakarta Adalah Puisi dari Sang Suami

Yuhri mengatakan, menulis puisi bukan timbul dari alam atau pun bakat, melainkan dari kerja keras dan latihan terus menerus.

Untuk menulis puisi yang baik,kata Yuhri, tidak untuk membawa perasaan dalam diri melainkan kejujuran. "Misalnya ketika kita lagi patah hati, simpan saja dulu patah hatinya. Orang marah tidak boleh nulis puisi, orang marah demo aja. Kata Sapardi. Makanya orang kalau lagi sedih jangan langsung nulis puisi. Kita harus berjarak dari perasaan itu. Kita harus mengambil jarak, setelah itu baru kita tuangkan," katanya. (Tribun Jabar/Cikwan Suwandi)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
609 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved