Mang Oded Wafat di Saat Terbaik, di Tempat Terbaik, di Hari Baik, Siapa yang Tak Cemburu

"Diperiksa nadinya sudah tidak teraba, dan pupil matanya sudah melebar, itu adalah tanda-tanda beliau sudah tiada"

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Presiden PKS, Ahmad Sayiku, memberikan sambutan pada prosesi pemakaman jenazah Mang Oded di permakaman keluarga Lengkong Kaler, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jumat (10/12) malam. 

SORE itu cahaya berwarna kuning keemasan membentang di ufuk barat. Pancarannya membuat gedung-gedung, pepohonan, dan wajah orang-orang yang tengah berkumpul di seberang gerbang Pendopo Kota Bandung, tampak ikut bersinar.

Menjelang waktu azan Magrib, orang-orang berkumpul di depan gerbang pendopo. Mereka duduk di pinggir alun-alun, berdiri di depan halte, sambil membicarakan berbagai kisah Wali Kota Bandung Oded Mohamad Danial, yang wafat pada Jumat (10/12) siang.

Sebagian membicarakan mengenai waktu dan lokasi wafatnya pria yang akrab disapa Mang Oded ini. Mereka menganggap Mang Oded yang meninggal saat akan menjadi khatib salat Jumat adalah sebuah kemuliaan yang tidak terkira.

Detik-detik Oded M Danial Wafat di Masjid Raya Mujahidin, Jalan Sancang, Bandung
Detik-detik Oded M Danial Wafat di Masjid Raya Mujahidin, Jalan Sancang, Bandung (istimewa)

Sebagian lagi membicarakan tentang kebaikannya selama memimpin Kota Bandung. Mereka mengenal Mang Oded sebagai pemimpin yang rendah hati, bukan tipe pemarah, selalu ramah kepada warga, dan memiliki berbagai inovasi dalam membangun Kota Bandung.

Selepas azan Magrib, karangan bunga sebagai ungkapan duka cita dari para pejabat, pengusaha, dan para tokoh, masih saja berdatangan, menyesaki bagian depan gerbang pendopo. Warga yang baru salat magrib di Masjid Agung Bandung pun berdatangan ikut berdiri di seberang gerbang pendopo.

Baca juga: Oded: Sudah Ada 191 lokasi Buruan SAE di Kota Bandung, Kang Pisman Terus Berjalan

Pukul 18.35, petugas kepolisian dan dinas perhubungan memberhentikan arus lalu lintas dari arah Jalan Dewi Sartika. Iring-iringan kendaraan pembawa jenazah Mang Oded pun mulai melewati gerbang dan memasuki Jalan Dalem Kaum, menuju tempat pemakaman Mang Oded di kampung halamannya di Tasikmalaya.

Langit kian gelap, menyisakan warga ungu kehitaman. Warga melambaikan tangan ke arah iring-iringan mobil pengantar jenazah Mang Oded. Berbagai kata mereka ungkapkan, melepas kepergian Mang Oded dari Kota Bandung.

"Hatur nuhun Mang Oded, hatur nuhun," kata seorang ibu dengan suara bergetar. "Ya Allah, sing dipaparin surga," kata seorang perempuan remaja sambil menutup hidungnya dengan tisu.

"Jalmi bageur, ya Allah. Sing salabar keluargana," kata seorang ibu berjilbab.

Momen saat iring-iringan jenazah Wali Kota Bandung Oded M Danial meninggalkan Pendopo Kota Bandung untuk diberangkatkan ke Tasikmalaya
Momen saat iring-iringan jenazah Wali Kota Bandung Oded M Danial meninggalkan Pendopo Kota Bandung untuk diberangkatkan ke Tasikmalaya (Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam)

Air hujan gerimis yang turun saat itu tidak bisa menyamarkan mata mereka yang tengah berkaca-kaca. Suara sirine mobil jenazah tidak bisa menyembunyikan suara-suara lirih warga Bandung yang saat itu melepas kepergian Mang Oded dengan doa dan pujian.

Sejumlah remaja berdiri di atas pembatas pohon sambil mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya. Beberapa di antaranya mengatakan cemburu dengan cara kepergian Mang Oded yang berada di hari baik, waktu baik, dan tempat terbaik.

"Saya menyaksikan sendiri pas Mang Oded mengunjungi tempat saya. Dia orang yang baik, bukan pemimpin arogan yang sombong. Dia dekat sama warga, banyak yang suka dengan kepribadiannya," kata Lilis (40), warga Cicendo, Kota Bandung, yang juga tengah ikut menunggu di depan pendopo.

Ia pun mengatakan sangat kehilangan sosok Mang Oded. Warga Bandung, katanya, akan mengenang dia sebagai pemimpin yang sabar dan ramah.

Warga Balonggede, Dirman (45), mengatakan Mang Oded terkenal sebagai pemimpin yang tidak otoriter. Warga sudah mencintai dan menghormatinya sejak ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung.

Oded M Danial, Wali Kota Bandung
Oded M Danial, Wali Kota Bandung (TribunJabar)

"Meninggal di saat terbaik, di tempat terbaik, di hari baik. Siapa yang tidak cemburu. Orang baik memang pantas mendapat akhir yang baik," katanya yang sengaja ikut menyaksikan kepergian wali kotanya ini.

Mang Oded mengembuskan napas terakhirnya saat hendak menjadi imam sekaligus khatib pada salat Jumat di Masjid Raya Mujahidin, Jalan Sancang No.6, Kota Bandung, kemarin. Tubuhnya tiba-tiba oleh dan jatuh saat melakukan salat sunat, sebelum naik mimbar.

Ketua Badan Ta'mir Masjid Raya Mujahidin, Dikdik Dahlan Lukman, yang kebetulan berada di sampingnya langsung merangkul dan mengistirahatkan Oded di sana sambil menunggu ambulans datang. Oded kemudian dilarikan ke RS Muhammadiyah, Bandung, namun tak tertolong.

Direktur Utama RS Muhammadiyah, Kautsar Boesoiri, mengatakan Mang Oded dinyatakan meninggal pukul 11.55. Diagnosa sementara Mang Oded terindikasi terkena serangan jantung.

Ambulans yang membawa Mang Oded tiba di RS Muhammadiyah pukul 11.45. "Saat itu langsung masuk UGD dan dipasangkan oksigen. Saat masuk ke UGD, sambung Kautsar, kondisi tubuh Oded sudah menunjukan sejumlah tanda-tanda telah meninggal dunia.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial
Wali Kota Bandung, Oded M Danial (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

"Diperiksa nadinya sudah tidak teraba, dan pupil matanya sudah melebar, itu adalah tanda-tanda beliau sudah tiada. Kalau mendadak begitu kondisinya, kemungkinan serangan jantung," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
599 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved