Jack, Tukang Parkir yang Dirikan TK Gratis di Rancaekek. Awalnya Tak Satu Pun Tetangganya Percaya

"Saat itu enggak punya uang untuk bekal, tiba-tiba saat mau berangkat ada yang memberi bekal Rp 2 juta"

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Undang Suryaman alias Jack bersama salah seorang murid yang belajar di RA Nafilatul Husna, sekolah gratis yang ia dirikan, Jumat (3/12/2021). 

TIDAK hanya cibiran, Undang Suryaman (45), yang akrab disapa Jack, juga menerima banyak cemoohan saat mengungkapkan keinginannya membangun sekolah. Namun, lulusan SD yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir ini membuktikan tekadnya. Mimpinya membangun sekolah gratis terwujud, dan bukan hanya satu.

Sekolah pertama berhasil Jack dirikan pada 2017. Namanya, RA Nafilatul Husna, sekolah setingkat TK, yang ia dirikan di dekat rumahnya di Gang Tumaritis, Kampung Babakan Loa, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Bangunan sekolah yang didirikan Jack bertingkat tiga. Lantai pertama dan kedua dijadikan ruang kelas dan tempat bermain, sedangkan di lantai ketiga dijadikan ruang serba guna.

Aktivitas di RA Nafilatul Husna, sekolah setingkat TK,  di Gang Tumaritis, Kampung Babakan Loa, Desa  Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Aktivitas di RA Nafilatul Husna, sekolah setingkat TK, di Gang Tumaritis, Kampung Babakan Loa, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Di lantai ketiga ini terdapat kamar-kamar untuk tempat tinggal ia keluarganya, serta dijadikan tempat praktek untuk memasak bagi anak didiknya.

Jack mengaku, awal bisa mendirikan bangunan tiga lantai, itu setelah menerima penghargaan di salah satu acara televisi nasional dan diberi uang Rp 100 juta. Sebagian kemudia ia belikan tanah, dan sebagian lainnya untuk membangun.

"Pas pertama beli tanah, dan ingin membangun ini, jadi tontonan warga. Kayak ada kuda lumping. Banyak yang datang dan mungkin tak percaya mau mbangun seperti ini," ujar Jack, sambil tersenyum, saat ditemui di kediamannya, Jumat (3/12).

Baca juga: Serunya Belajar Bahasa Inggris Gratis di Abu Seno English Club, Menambah Teman, Meningkatkan Skill

Jack mengatakan, saat ia mengaku akan membangun sekolah tiga lantai, tak satu pun tetangganya yang percaya. Namun, Jack memakluminya karena ia hanya sebagai juru parkir.

"Pas membangun, baru juga untuk fondasi uang sudah habis. Saya juga bingung harus bagaimana, tiba-tiba ada yang mengirim semen satu mobil toronton," kata Jack.

Tentu, kata Jack, hal tersebut membuat heran warga setempat, bahkan ia juga tak menyangka bakal ada yang menyumbangkan semen sebegitu banyaknya.

Baca juga: Ari Budiyanto Bertahun-tahun Berikan Layanan Gratis Ongkos Kirim Piza di Kawasan Majalengka

"Ya, tambah ramai saja. Tetangga di sini bertanya-tanya, itu benar buat Jack? Bener si Jack mau bangun tiga lantai? Kayak yang iya aja. Saya mah hanya pasrah saja kepada Allah dan berdoa kalau baik buat saya somoga diberi jalan kalau tidak lebih baik ditutup," ujarnya.

Namun, keajaiban, rupanya tak berhenti sampai di situ. Jack bercerita, pernah saat bingung dengan pembangunan sekolah, tiba-tiba ada yang telepon dan ngajak ke Mekah untuk umrah gratis.

"Awalnya saya enggak percaya, mungkin ini yang nipu lagi," kata Jack.

Baca juga: Bubur Ayam Gratis untuk Pasien Isoman Covid-19, Kepedulian dari Penduduk Gang Sempit di Kota Bandung

Sebab, menurut Jack, sebelumnya ada yang menipunya untuk investasi dan uangnya, Rp 30 juta raib.
"Saya disuruh ngurus paspor, dan kalau enggak punya biayanya, kata dia, akan diberi. Saya langsung saja sama istri mengurus paspor," tuturnya.

Setelah selesai, kata Jack, diminta mengirimkan paspornya ke alamat yang dikasih.
"Tak pikir panjang saya kirimkan dan pasrah kalau misal kena tipu lagi. Lalu, katanya ada paket saya dan ambil koper di Cicaheum, ternyata benar ada," kata Jack.

Saat berangkat, kata Jack, tetangganya tak diberi tahu, berangkat sembunyi-sembunyi.

Baca juga: Briptu Akka Mahpudin Membangun SMK dengan Biaya Sendiri, Anak Yatim dan Tidak Mampu Gratis Sekolah

"Saat itu enggak punya uang untuk bekal, tiba-tiba saat mau berangkat ada yang memberi bekal Rp 2 juta. Lalu di Jakarta, orang yang memberangkatkan umrah itu, memberi uang untuk bekal Rp 5 juta," kata Jack.

Saat itu, kata Jack, ia masih tak percaya akan berangkat umrah ke Mekah.

"Namun Allah memudahkan jalannya, bekal ada yang memberi dan alhamdulillah sampai di Mekah," ujarnya.
Saat umrah, kata Jack, yang terpikir dan diinginkannya hanyalah bangunan sekolah tiga lantai.

Baca juga: Dadan Hernawan Membuat Kaki Palsu Berbahan Khusus, Jika Ada Difabel yang Tidak Mampu Ia Beri Gratis

"Saya berdoa jika baik untuk saya permudah dan diberikan jalan untuk membangun, dan kalau tidak baik tutup jalan itu," tuturnya.

Saat umrah, kata Jack, tiba- tiba banyak yang meneleponnya, menanyakan kabar dan banyak yang menyumbang.
"Bang Jack, katanya lagi umrah, ini ada sedikit bantuan untuk sekolahnya. Itu ada yang mentransfer Rp 10 juta, Rp 12 juta, saat itu banyak yang menghubungi," kata Jack.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
592 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved