Belum Sampai Satu Tahun Berbisnis, Ashraf dan Kakaknya Sukses Menjual Busana Hasil Desainnya Sendiri

"Saya membuat pakaian modern pria namun tidak meninggalkan ciri khas Nusantara dengan mengombinasikan bahan etnik khas..."

Tribun Jabar/Tiah SM
Ashraf dan jajaran produk baju bermerek Neumen hasil desainnya 

BELUM satu tahun berbisnis fesyen dengan desain sendiri, Ashraf Fauzan Ramdhani (24) bersama sang kakak, Sarah Adlina Ramdhani (26) ternyata meraih sukses. Padahal busana hasil desainnya itu awalnya hanya dibuat satu helai, namun banyak yang suka.

Ashraf dan kakaknya Sarah memulai bisnis di tengah pandemi awal 2021. Ia memberi brand pada desainnya, Neumen. Dari semula hanya satu helai mereka kemudian mencoba memproduksi satu lusin per minggu. Kini Ashraf Fauzan Ramdhani bisa menjual 150 helai dalam sebulan.

Ashraf Fauzan Ramdhani belajar bisnis dari kedua orangtuanya. Ia pun sempat kuliah ke Inggris dan Malaysia untuk mempelajari bisnis dan untuk menambah jaringan .

Ashraf Fauzan Ramdhani dan kakaknya Sarah Adlina Ramdhani memperkenalkan brand NeuMen
Ashraf Fauzan Ramdhani dan kakaknya Sarah Adlina Ramdhani memperkenalkan brand NeuMen (Tribun Jabar/Tiah SM)

"Latar belakang orang tua pengusaha dan dari kecil memang sudah suka bisnis jadi selalu mengambil peluang dimana pun,"ujar Ashraf Fauzan Ramdhani saat ditemui di butiknya Jalan Guntursari Wetan No 29 Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Menurut Ashraf Fauzan Ramdhani, sebelum mulai bisnis ia mengadakan survei dan melihat peluang yang disukai di masyarakat. "Saya membuat pakaian modern pria namun tidak meninggalkan ciri khas Nusantara dengan mengombinasikan bahan etnik khas Nusantara seperti batik dan, tenun," ujarnya.

Baca juga: Siti Yumna Shiba Jatuh Cinta Pada Mega Mendung, Jadi Perancang Busana di Usia Belia

Begitu desainnya juga terinspirasi dari Indonesia yang kaya akan budaya seperti kesenian, kuliner, dan flora & fauna khususnya Kota Bandung.

Ashraf mengatakan di sela-sela kuliah mengambil peluang juga dalam berbisnis salah satunya membuka jastip atau jasa titip. "Setiap saya pulang ke Indonesia pesan barang yang ada di Malaysia untuk bisa dibeli orang di indonesia. Setiap barang saya bikin tarif untuk biaya jasanya. Itu contoh kecil saya untuk ambil peluang bisnis dimana pun,"ujarnya.

Baca juga: Lidyasandy Ariviarahman Nyaman Saat Menjadi Perancang Busana

Setelah lulus Ashraf Fauzan Ramdhani mencari peluang baru bersama Sarah (kakak) dengan mengambil nama brand NeuMen.

"Saya mengamati dan melakukan riset kebanyakan istri membelikan baju untuk suaminya sehingga melihat itu sebagai peluang untuk membuka bisnis baru" ujarnya.

Ashraf Fauzan Ramdhani (kanan) dengan produk fesyen hasil desainnya yang diberi brand NeuMen
Ashraf Fauzan Ramdhani (kanan) dengan produk fesyen hasil desainnya yang diberi brand NeuMen (Tribun Jabar/Tiah SM)

Menurut Ashraf Fauzan Ramdhani salah satu yang membuat Neumen berbeda dengan brand lain, Neu Men selalu memperhatikan setiap detail dalam setiap koleksi yang akan diproduksi. Sehingga koleksi dari NeuMen tidak akan pasaran dan tentunya punya ciri khas tersendiri dengan mengangkat etnik khas Indonesia.

"NeuMen selalu menggunakan bahan-bahan lokal sehingga bisa membantu sesama UMKM di indonesia khususnya Kota Bandung," ujarnya.

Baca juga: Indy Ratna Pratiwi, Influencer Fesyen yang Gemar Memadupadankan Warna Busana

Ashraf Fauzan Ramdhani, mengatakan bahan untuk kaos atau kemeja nyaman dipakai, terbukti Gubernur Jabar ketagihan memakai kaos NeuMen sampai memesan berkali-kali bahkan saat ulang tahun putranya membeli kaus Neumen.

Target ke depan Ashraf Fauzan Ramdhani ingin produknya diekspor dan dipakai Presiden Jokowi atau Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

Baca juga: Ronal Surapradja Mulai Bisnis Fesyen, Terinspirasi Sarung Salat Jumat

"Yang lebih senang kaos dipakai Kang Emil menjadi pelanggan setia berkali -kali order dan paling menyenangkan di acara Kick  Andy kemeja Neumen dan dipromosikan hasil UMKM anak Bandung, " ujar Ashraf Fauzan Ramdhani.

Produk yang disukai Gubenur, Wali kota, dan wakil wali kota kemeja Aldric Shirt. Sedangkan Waldner jacket, salah satu produk best seller.

Ashraf dan produk baju bermerek Neumen hasil desainnya
Ashraf dan produk baju bermerek Neumen hasil desainnya (Tribun Jabar/Tiah SM)

Visi Neumen untuk membuat produk fesyen pria yang berkualitas dengan menggunakan perpaduan dan permainan warna bahan serta kerajinan lokal yang dikemas secara modern agar dapat diterima oleh pasar yang lebih luas sehingga produk Indonesia tidak kalah dengan produk luar negeri

Ashraf tak menduga akan pesat bisnis nya, dengan pemasaran Neumen dilakukan secara online melalui marketplace & sosial media.

Baca juga: Bagi Gina Natadiredja Bisnis fesyen Bukan Sekadar Keuntungan Pribadi, Omzetnya Kini Rp 300 Juta

Untuk meningkatkan pemasasan di acara Beli Local Fest, yang disponsori oleh Pemerintah Kota Bandung, Disdagin, Dekranasda Kota Bandung, Blibli, dan bank bjb, NeuMen juga mensponsori kegiatan tersebut.

NeuMen juga mengeluarkan suvenir kaos khas kota Bandung dengan desain yang merupakan ikon Bandung seperti kuliner, kesenian serta flora & fauna.

Ashraf dan produk baju Neumen hasil desainnya
Ashraf dan produk baju Neumen hasil desainnya (Tribun Jabar/Tiah SM)

Produk NeuMen tersedia di Gallery Dekranasda Jalan Jakarta bersama UMKM lainnya di Kota Bandung. Koleksi Neu Men bisa diliat Instagram @neu.men dan website www.neumen.id

Baca juga: Ridho dan Rido Bikin Produk Fesyen Bandung Berkibar di Eropa dan Kanada, Tak Terpengaruh Covid-19

Ashraf berpesan kepada kaum milenial, Jangan takut untuk keluar dari comfort zone ( zona nyaman ). Karena ketika kita tidak pernah mencoba kita tidak akan tahu hasilnya. "Jangan takut gagal justru dari kegagalan kita bisa belanjar banyak hal," ujar Ashraf Fauzan Ramdhani. (Tribun Jabar/Tiah SM)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
588 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved