Para Ibu Warga Dusun Bagolo Kolot Pangandaran Ini mengolah Rumput laut Menjadi Makanan Ringan

"Harganya menurut Saya cukup murah karena satu bungkusnya itu Rp 15 ribu untuk per 50 gram"

Tribun Jabar/Padna
Pengolahan rumput laut kripsi di pantai Karapyak, Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran 

MEMANFATKAN sumber daya alam (SDA) di sektiar tempat tinggal, sejumlah ibu-ibu di Pangandaran mengolah rumput laut menjadi makanan ringan.

Para ibu itu merupakan warga di RT 9/6 Dusun Bagolo Kolot, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.  Untuk mengolah menjadi makanan ringan, mereka, mengambil rumput laut di pantai Karapyak.

Sebelum digoreng, rumput laut ini terlebih dahulu dicuci dan memisahkan antara rumput laut dengan material karang atau pasir.

Pengolahan rumput laut kripsi dari pantai Karapyak, Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran
Pengolahan rumput laut kripsi dari pantai Karapyak, Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

Rumut laut itu kemudian dijemur selama setengah hari, yang tujuannya ketika dibutuhkan rumput laut ini tetap tersedia atau untuk mengantisipasi ketika tidak ada bahan baku di laut.

Karena kalau tidak dijemur, selain busuk, ketika gelombang laut tinggi keberadaan rumput laut di pantai Karapyak mengalami kelangkaan.

Baca juga: Encum Sukses Produksi Abon Ikan Jambal Roti Asli Pangandaran, Dijual Hingga ke Batam

Setelah dijemur, rumput laut ini kembali dicuci sampai bersih dengan menggunakan air yang mengalir. Selanjutnya, dicampurkan dengan adonan tepung beserta bumbu-bumbu yang sudah disediakan.

Seorang perwakilan Ibu-Ibu setempat, Herni (47) mengatakan, bumbu yang digunakan untuk membuat rumput laut krispi tidak jauh berbeda dengan membuat adonan gorengan.

Baca juga: Penghasilan Ghifari Rp 50 Juta Per Hari, Tabungan Pemuda Pangandaran Itu Tersisa Rp 3 Miliar

Bumbu yang dibutuhkan, satu diantaranya, tepung beras terigu, ketumbar, bawang putih dan Masako secukupnya.

"Meskipun bumbunya biasa, kalau dikatakan terasa gurih, memang kripsi rumput laut ini sudah gurih dari sananya," ujar Herni saat ditemui Tribunjabar.id  di sela sela aktivitasnya, belum lama ini.

Baca juga: Yaya, Pemuda Asal Pangandaran Bisa Raih Omzet Hingga Rp 50 Juta Per Bulan Berkat Jualan Aglonema

Untuk pemasaran selain secara online Ia baru menjual terhadap konsumen yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran. "Harganya menurut Saya cukup murah karena satu bungkusnya itu Rp 15 ribu untuk per 50 gram," katanya.

Karena pengolahan rumput laut kripsi ini terhitung baru, pihaknya terkendala di pemasaran.

Baca juga: Supardi Sukses Membudidayakan Madu Teuwuel di Pangandaran Meski Semula Dicemooh

"Kalau bahan baku, memang sempat menjadi kendala, dulu keteteran saat ada orderan banyak terus gak ada rumput lautnya. Makanya, seiring berjalannya waktu, kami teliti dan akhirnya terlebih dahulu dijemur sebelum dimasak," ucapnya.

Rumput laut kripsi dari pantai Karapyak, Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran
Rumput laut kripsi dari pantai Karapyak, Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

Herni berharap rekan-rekannya lain yang tidak punya kegiatan juga bisa ikut produksi dan mengenalkan makanan ringan rumput laut dari Karapyak, Bagolo.

Baca juga: Bermodal Rp 1 Juta, Risma Pilih Jualan Makanan & Minuman Ringan di Pangandaran, Tolak Pinjaman Uang

"Kan rumput laut di Karapyak cukup banyak, jadi mari bersama sama mencari peluang bagaimana caranya memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di lingkungan kita," ucapnya. (Tribun Jabar/Padna)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
587 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved