Abah Erza Sosok di Balik Sukses Vouice Of Baceprot, Kini Grup Musik Wanita Berhijab itu di Eropa

"Temuilah Eropa yang yang menjulang itu juga sebagai anak muda, anak muda yang tegak, tak terjajah. Selamat jalan Marsya, Widi, Siti"

Dok VOB
Voice of Baceprot (VOB) asal Garut saat tampil di Vera, Kota Groningen, Belanda 

BERDIRINYA grup band metal asal Garut, Voice of Baceprot (VOB) tidak terlepas dari peran Abah Erza Satia yang merupakan guru sekaligus pengasuh tiga perempuan berhijab itu.

Siapakah sosok Abah Erza? Laki-laki yang mampu menciptakan tiga orang wanita dalam balutan band metal Voice of Baceprot itu.

Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Indonesia, Nero Taopik Abdillah, mengatakan, sosok Abah Erza. Abah Erza merupakan teman dekatnya sekaligus teman diskusi Nero. Menurutnya Abah sering bicara soal perkembangan VOB kepadanya jika saat berdiskusi.

Abah Erza Satria (kedua dari kiri) guru sekaligus pengasuh tiga perempuan berhijan yang tergabung dalam grup band metal Voice of Baceprot Garut.
Abah Erza Satria (kedua dari kiri) guru sekaligus pengasuh tiga perempuan berhijan yang tergabung dalam grup band metal Voice of Baceprot Garut. (dok Erza Satria)

"Banyak juga ngobrolin buku sih sama saya, maka tidak heran jika mereka (VOB) selalu bilang sosok Abah kalo sedang diwawancara, karena saya tahu betul bagaimana peran Abah Erza mengisi mereka bukan hanya melalui musik tapi intelektual mereka," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, di Gedung Bela Negara Garut, belum lama ini.

Nero menjelaskan Abah sering saling tukar buku dengannya, buku yang dipinjam darinya itu kemudian direkomendasikan kepada personel VOB.

Buku-buku yang dipinjamkannya itu ia prediksi dibaca juga oleh murid-muridnya.

Baca juga: Sejumput Kisah Rumah Lahir Raden Machjar Angga Koesoemadinata, Musikolog Sunda Pertama di Pulau Jawa

"Mungkin juga Abah mengenalkan mereka dengan buku-buku yang berat seperti Pram (Pramoedya Ananta Toer) misalnya, mereka baca rekomendasi dari Abah, tapi itu prediksi saya ya, lebih tepatnya mereka yang lebih tahu," ucap Nero yang juga pendiri Komunitas Ngejah itu.

Abah Erza juga menurutnya seorang pengoleksi buku dan memiliki kemampuan membaca yang kuat. Jika sudah bersentuhan dengan buku maka waktunya bisa habis untuk membaca buku itu.

Baca juga: Sara Sucia, Penyanyi Serba Bisa Asal Bandung, Kini Siapkan Singel Bergenre RnB

Apalagi jika malam hari, Abah menurutnya mampu fokus membaca satu buku selama semalaman suntuk.

"Saya lihat membacanya kuat, bisa semalaman dia baca satu buku. sering sekali kejadian seperti itu saya lihat, karena ia juga sering menginap di saung baca Komunitas Ngejah. Ia juga lulusan UIN Sastra Inggris," ucapnya.

Baca juga: Penyanyi Muda Asal Kota Bandung, Icha Nisa, Siapkan Sekuel

Menurutnya, selain memiliki kemampuan baca yang luar biasa, Abah dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dan orangnya gampang akrab dengan orang yang baru saja ia temui.

Hal itu Nero saksikan saat banyaknya relasi yang datang ke Komunitas Ngejah yang kemudian bertemu dengan Abah.

Baca juga: Lima Penyanyi Jebolan Kompetisi Indosiar Merinits Karier Bersama dalam Girl Band Byoode

"Kalo di medsos kan dia tengil tapi kalo ketemu langsung orangnya sangat akrab jauh lebih akrab dari saya, dia kalo ketemu orang ya gampang ngobrol kemana-mana,"

"Hampir setiap ada tamu ke Komunitas Ngejah pasti dia ketemu kan, Dia main ketemu kami jejaring ngeja banyak yang kemudian berjejaring dengan Abah Erza dan VOB itu," ucapnya.

Baca juga: Sara Sucia, Penyanyi Serba Bisa Asal Bandung, Kini Siapkan Singel Bergenre RnB

Menurut Nero, pertemuan antara Abah Erza dan personil VOB bermula saat Abah menjadi honorer di Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al Baqiyatussolihat, saat itu dirinya menjadi guru ektra kulikuler teater di sekolah tersebut.

Kemudian ia membuat grup teater dan grup musik yang diisi oleh personel lebih dari tiga orang.

"Dulu personelnya masih lima sampai tujuh orang yang saya ingat, namanya Voice of Baqitoz, grup musik itu saya tahu betul karena yang membuat videonya itu adalah adik saya, Rulli, lagunya berjudul Abring Abringan, di Youtube ada artefaknya," kata Nero.

Baca juga: Grup Causa Fortis Merintis Karier di Genre Rap, Mampu Hasilkan Tiga Karya Single

Voice of Baceprot sebelumnya bernama Voice of Baqitoz, Baqitoz diambil dari nama sekolah mereka yaitu Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al Baqiyatussolihat

Voice of Baceprot (VOB) di Eropa sudah dimulai, dua negara sudah mereka kunjungi, yaitu Belanda dan Belgia.

Baca juga: Sara Fajira Ingin Punya Pengalaman Berkolaborasi, Gabungkan Musik Tradisional dan Modern

Pergi ke Eropa merupakan mimpi dari trio hijaber asal Kecamatan Singajaya itu, bahkan jauh-jauh hari mereka sudah menuliskan mimpi itu dalam sebuah catatan mimpi yang mereka miliki.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
585 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved