Wawancara Eksklusif

Kusmana Hartadji: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jabar Mampu Bangkit dan Naik Kelas

Pria yang akrab disapa Tutus ini mengatakan ia bukan tipe pemarah. Ia sangat menghindari kemarahan demi menciptakan suasana yang nyaman

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Drs Kusmana Hartadji 

PANDEMI Covid-19 membuat perekonomian Indonesia, termasuk Jawa Barat, sempat terpuruk. Hal ini pun terjadi pada sektor usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM di Jawa Barat. Di tengah tekanan pandemi yang membatasi pergerakan dan aktivitas masyarakat, UMKM di Jabar pun terus berusaha untuk bangkit.

Inovasi dan kolaborasi menjadi dua kunci utama bagi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat dalam memajukan dan mempertahankan UMKM Jawa Barat di tengah badai pandemi. Lantas bagaimanakah upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menggeliatkan UMKM di Jabar, berikut wawancara eksklusif wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam dengan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Dinas KUK) Provinsi Jawa Barat, Drs. Kusmana Hartadji, MM.

Bagaimanakah pandemi Covid-19 mempengaruhi UMKM di Jabar?

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak buruk terhadap UMKM. Mayoritas UMKM sebanyak 82,9% merasakan dampak negatif dari pandemi ini dan hanya sebagian kecil yakni 5,9% yang mengalami pertumbuhan positif. Hal ini pun terjadi di Jabar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Drs Kusmana Hartadji
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Drs Kusmana Hartadji (Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam)

Di sisi lain, UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Data BPS Jabar menyatakan jumlah usaha menengah kecil atau UMK di Jawa Barat sangat dominan yakni 4.564.958 unit atau 98,49%, dari keseluruhan sektor usaha, sedangkan UMB atau usaha menengah besar sebanyak 69.849 unit atau 1,51%.

Pada 2021 pertumbuhan ekonomi mulai mengalami pemulihan. BPS Jabar mencatat pertumbuhan ekonomi atau PDRB Jabar triwulan tahun 2021 secara year on year (yoy) tumbuh melejit 6,13 persen, sedangkan secara kumulatif hingga triwulan II/2021 tumbuh 2,54 persen.

Para pelaku UMKM di Jabar memang terdampak pandemi. Namun kami terus melakukan upaya-upaya strategis di tengah keterbatasan anggaran yang banyak terpakai untuk penanganan Covid-19. Apa yang bisa dilakukan pemerintah walaupun dana APBD kita terbatas. Nah, kita harus punya inovasi. Bagaimana dengan cara itu usaha kecil dan koperasi bisa tumbuh kembali di masa pandemi Covid-19.

Contoh di awal pandemi, kami melakukan aksi bela negara melalui pembelian masker. Dari usaha-usaha kecil inilah, pemerintah membeli hampir 12 juta masker untuk dibagikan kepada masyarakat. Belum lagi pedagang dan usaha kecil lainnya yang terlibat dalam penyaluran bansos untuk warga terdampak pandemi Covid-19.
Inovasi lainnya adalah dengan memanfatkan teknologi untuk tetap memberikan pembinaan atau pendampingan kepada usaha kecil dan koperasi di Jabar. Berbagai program pun digelar secara online kepada usaha kecil dan koperasi di Jabar.

Baca juga: Melalui Youtube Magdalena Fridawati Membantu Para Pelaku Kuliner UMKM Melewati Pandemi Covid-19

Bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mengikutsertakan yang pelatihan di program UMKM Juara?

Pendampingan yang terkendala, juga dengan refocusing anggaran yang terbatas, tapi program harus tetap jalan dengan berinovasi.

Tanpa menggunakan APBD, kita kolaborasi dengan lembaga keuangan, Bank Indonesia, dan marketplace. Dengan dukungan-dukungan ini akhirnya program kami bisa terlaksana dengan baik dan transaksi juga banyak melibatkan pihak.

Bagaimanakah pandemi ini mengubah perilaku masyarakat, khususnya di bidang UMKM?

Pandemi Covid-19 mengubah perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis yang perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha akibat adanya pembatasan kegiatan. Konsumen lebih banyak melakukan aktivitas di rumah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sedangkan perubahan lanskap industri dan peta kompetisi baru ditandai dengan empat karakeristik bisnis yaitu hygiene, low-touch, less-crowd, dan low-mobility. Perusahaan yang sukses di era pandemi merupakan perusahaan yang dapat beradaptasi dengan empat karakteristik tersebut.

Baca juga: Mahmud, Kepala Desa Ciririp yang dijuluki Kades Sultan. Dulu Kuli Bangunan Kini Punya Ratusan Tambak

Di UMKM atau dalam belanja juga, masyarakat jadi lebih suka berbelanja lewat online. Tinggal klik di ponsel, langsung beli, barang diantar. Ini yang menjadi peluang pasar juga bagi UMKM di pandemi.

Pada masa pandemi e-commerce semakin melejit seperti halnya perusahaan penyedia jasa informasi dan teknologi. Data BPS Jabar tahun 2019 menunjukkan 20,46 persen usaha di Jabar melakukan e-commerce.

Kepala Dinas KUK Jawa Barat, Drs Kusmana Hartadji meninjau produk usaha kecil Jabar
Kepala Dinas KUK Jawa Barat, Drs Kusmana Hartadji meninjau produk usaha kecil Jabar (Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam)

Sebanyak 42,15 persen usaha di Jabar yang melakukan e-commerce bergerak di lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor. Serta 87,87 persen usaha di Jabar melakukan e-commerce memiliki tenaga kerja 1-4 orang atau usaha mikro.

Bagaimana Dinas KUK Jabar melakukan pembinaan di tengah pandemi?
Berbagai upaya dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dalam rangka pemulihan ekonomi. Meski pandemi Covid-19, Program UMKM Juara atau UMKM Naik Kelas terus berlanjut. Saat ini sebanyak 3.500 UMKM Juara telah mengikuti pendampingan. Pendampingan menjadi upaya untuk mendorong UMKM Naik Kelas.

Memang akibat pandemi program UMKM Juara formatnya banyak diubah. Kita lebih menitikberatkan pada program pendampingan dan tahun 2021 fokus kepada digital marketing, akses pembiayaan dan aspek legal dalam konteks pemulihan ekonomi.

Baca juga: Kisah Sukses Sepasang Kekasih Pengusaha Basreng, Omzet Rata-rata Rp 50 Juta Per Hari

Berdasarkan analisis kinerja program UMKM Juara pada 2021, hasil dicapai yakni usaha mikro yang naik kelas ke usaha kecil mencapai 13,8 persen. Usaha kecil yang naik ke usaha menengah sebanyak 6,4 persen.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
575 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved