Gilang Permana, Anak Penjual Gorengan Diterima Sebagai Prajurit TNI AD, Sang Ibu Rajin Salat Malam

ada 200 orang pendaftar pada gelombang kedua Tahun Angkatan 2021, namun hanya terpilih sebanyak 29 orang

dokumentasi Pendim 0604 Karawang
Gilang Permana berpamitan dengan ibunya, Aan Khasanah untuk menempuh pendidikan militer di Sekolah Calon Tamtama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Secatam TNI AD). 

TANGIS haru sang ibu pecah saat sang anak pulang memberi kabar kelulusannya dalam Sekolah Calon Tamtama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Secatam TNI AD).

Adalah Gilang Permana (19) putra kedua dari tiga bersaudara keluarga Solihin dan Aan Khasanah.

Aan Khasanah merupakan warga Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, yang kini berdomisili di Palumbonsari, Kabupaten Karawang.

Gilang Permana (kanan) bersama ayahnya
Gilang Permana (kanan) bersama ayahnya (dokumentasi Pendim 0604 Karawang)

Mata pencaharian Aan adalah tukang gorengan keliling, sedangkan Solihin sang suami adalah tukang kuli bongkar-muat pasir.

Cita-cita Gilang menjadi seorang prajurit mulai timbul saat ia masuk sekolah SMA, namun sang ibu yang menyadari keadaan keluarga mengalami keterbatasan ekonomi sempat tak percaya.

Baca juga: Sosok Panglima TNI di Mata Adik Bungsunya: Mas Andika Itu Hatinya Lembut, Enggak Tegaan

"Setelah tahu tekad Gilang bulat, saya hanya percaya Allah, karena kalau melihat kondisi si bapak cuma kuli muat pasir, saya cuma keliling dagang gorengan," ujar Aan ketika dikonfirmasi Tribun melalui sambungan telepon belum lama ini.

Aan Khasanah yang sering mendengar acara kajian ceramah melalui siaran radio sering mendengar bahwa kekuatan salat malam jadi doa ampuh.

Baca juga: Agus Prayitno Teman Kecil Jenderal Dudung Abdurrahman Sebut Dudung Setia Kawan dan Selalu Dirindukan

"Orang gak semuanya mampu (kaya), seperti saya orang gak mampu, modalnya cuma doa. Setiap dengar ceramah di radio ustaznya bilang kalau orang lain tidur kita bangun doa kita pasti dikabulkan. Itu yang saya lakukan," kata Aan Khasanah.

Selain sering salat malam untuk mendoakan sang anak agar lukus jadi tentara, Aan mengaju sering puasa sunnah dan puasa wedalan (hari kelahiran).

Baca juga: Kopka Hamim yang Sederhana dan Penuh Dedikasi ini Mendapat Rumah Layak Huni dari Waka Polres Subang

"Selain puasa Senin-Kamis, saya rutin puasa wedalan di hari kelahiran Gilang," ucapnya.

Momen haru keluarga Aan saat menyambut kepulangan Gilang disaksikan oleh tetangganya, "Semua tetangga kaget kenapa saya nangis, setelah tahu mereka juga bersyukur dan mengucapkan selamat kepada Gilang," ujarnya.

Gilang Permana termasuk dalam salah satu calon prajurit yang lulus setelah melalui serangkaian seleksi.

Mengutip keterangan Penerangan Kodim 0604 Karawang, ada ratusan orang yang mendaftar Secatam TNI AD pada gelombang kedua Tahun Angkatan 2021.

Aan Khasanah ibunda dari Gilang Permana menangis haru setelah anaknya diterima di Sekolah Calon Tamtama TNI Angkatan Darat.
Aan Khasanah ibunda dari Gilang Permana menangis haru setelah anaknya diterima di Sekolah Calon Tamtama TNI Angkatan Darat. (dokumentasi Pendim 0604 Karawang)

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan, ada 200 orang pendaftar pada gelombang kedua Tahun Angkatan 2021, namun hanya terpilih sebanyak 29 orang.

“Kedua kalinya, 29 putra Karawang lulus seleksi penerimaan calon Tamtama gelombang kedua tahun 2021," ujar Dandim seperti dikutip dalam rilis Penerangn Kodim (Pendim), Senin (15/11/2021).

Baca juga: Aep Syaepuloh: Saya Harus Bisa Memberi Manfaat bagi Masyarakat Karawang

Dandim mengungkap, meski kondisi masa pandemi Covid-19, tidak sedikit putra daerah yang turut mendaftarkan dirinya untuk menjadi prajurit TNI.

"Nantinya, Gilang beserta 28 peserta lain akan melakukan pendidikan Secatam selama lima bulan di Rindam III Siliwangi sebelum akhirnya dilantik menjadi Prada," ucapnya. (Tribun Jabar/Cikwan Suwandi)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved