Suneri Sempat Disuruh Mengemis Sebelum Menjadi Atlet, Sukses Raih Medali di Peparnas Papua 2021

Usaha keras Suneri akhirnya terbayar. Suneri berhasil membawa nama Indramayu dalam ajang Pekan Paralympic Daerah (Peparda) Jawa Barat

Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Suneri asal Indramayu peraih perak dan perunggu pada Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Papua 2021 

HIDUP dengan satu kaki saja menjadi cobaan berat yang harus dijalani Suneri (30). Namun, warga Desa Cidempet, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, itu mampu bangkit dan bahkan mengharumkan nama daerahnya, menjadi peraih medali Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Papua tahun 2021.

Suneri kehilangan sebelah kakinya saat berkerja di Oman, 2013 lalu. Itu tahun kedua ia bekerja di sana. Kakinya terluka karena terjatuh di kamar mandi.

Ketika diperiksa ke dokter, ujar Suneri, barulah ia ketahui bahwa kanker tulang sedang menggerogoti kakinya. Dokter menyarankan untuk amputasi.

Suneri (kiri) asal Indramayu peraih perak dan perunggu pada Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Papua 2021
Suneri (kiri) asal Indramayu peraih perak dan perunggu pada Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Papua 2021 (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

"Akhirnya kaki kanan saya diamputasi," ujar Suneri kepada Tribun Cirebon, Minggu (21/11). Suneri pun kemudian memutuskan pulang ke Tanah Air setelah 18 bulan di Oman.

Suneri mengaku masih ingat betul saat-saat awal menjalani hidupnya dengan satu kaki. Ia ingat, tidak sedikit yang berpandangan miring kepadanya. Bahkan, anaknya pun sempat menjadi bahan perundungan teman-teman sebayanya karena memiliki ibu yang disabilitas.

Baca juga: Rukman Syamsudin Merawat dan Menyembuhkan Sekitar 300 Orang Disabilitas Mental di Cianjur

Termasuk saat ia melanjutkan aktivitas berjualan di rumah, seperti yang dilakukannya sebelum berangkat ke luar negeri. Banyak orang menganggap Suneri memanfaatkan kondisi fisiknya yang kehilangan satu kaki agar para pembeli kasihan.

"Bahkan yang lebih miris, ada yang bilang bahwa saya katanya lebih baik pergi ke Jakarta untuk mengemis, biar banyak yang mengasihani dan ngasih uang," ujar Suneri, yang mengaku hanya bersekolah sampai tingkat sekolah dasar tersebut.

Baca juga: Erry Erlangga, Seniman Penyandang Disabilitas yang Pantang Menyerah, Ciptakan Gitar Bambu Nusantara

Perkenalannya dengan olehraga panahan, kata Suneri dimulai tahun 2014, berkat bantuan salah seorang aktivis asal Indramayu yang dulu sempat membimbingnya berwirausaha. Dari situlah, kata Suneri, ia mulai berpikir untuk menjadi seorang atlet disabilitas.

"Terlebih, ketika itu para atlet disabilitas sedang naik pamor. Bisa dapat kesetaraan sama dengan atlet normal," ujarnya.

Singkat cerita, Suneri pun mengikuti seleksi, dan diuji di berbagai cabang olahraga (cabor) oleh pengurus National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Indramayu. Pengurus NPCI Indramayu rupanya melihat Suneri memiliki bakat di cabor panahan. Sejak itulah, kata Suneri, ia mulai aktif berlatih.

Baca juga: Sosok Pendongeng Menginspirasi Ulee, Penyandang Disabilitas Ini Mendesain Kaos & Berbagi untuk Yatim

"Saya ingin menjawab kepercayaan tersebut dengan berbagai prestasi," ujarnya.

Usaha keras Suneri akhirnya terbayar. Suneri berhasil membawa nama Indramayu dalam ajang Pekan Paralympic Daerah (Peparda) Jawa Barat tahun 2018 lalu di Bogor.

"Saya berhasil mendapatkan medali emas," kata Suneri.

Baca juga: Aiptu Beni Hendrik Hernawan Tetap Ikhlas dan Semangat Melayani Warga Meski Kedua kakinya Diamputasi

Suneri kemudian ditunjuk untuk mewakili Jawa Barat dalam Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Papua tahun 2021.

"Alhamdulillah, kemarin pulang membawa pulang medali perak dan perunggu," ujar Suneri.

Baca juga: Ustaz Tajudin Ikhlas Kakinya Diamputasi, Ia Pun Kian Semangat Mengajar Ngaji

Saat ini, kata Suneri, ia sudah kembali berlatih untuk persiapan Peparda Jawa Barat tahun 2022. Perhelatan itu rencananya akan dilaksanakan di Bekasi. 

"Saya ada cita-cita masuk pelatnas, supaya bisa membawa nama Indonesia dan juga Indramayu di internasional," ujarnya. (Tribun Cirebon/Handika Rahman)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved