Agus Prayitno Teman Kecil Jenderal Dudung Abdurrahman Sebut Dudung Setia Kawan dan Selalu Dirindukan

"Pengalaman prihatin itulah yang membuatnya tidak membeda-bedakan teman dan mau bergaul dengan siapa saja".

dokumentasi Agus Prayitno
SAHABAT KECIL - Agus Prayitno (kanan) bersama Jenderal Dudung Abdurrahman, sahabat kecilnya dalam sebuah kesempatan pertemuan. 

PELANTIKAN Jenderal Dudung Abdurrahman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Rabu (17/11), tak hanya memberikan rasa bangga bagi keluarga besar TNI, tapi juga siapa pun yang mengenalnya. Ini pula yang dirasakan Agus Prayitno (56), sahabat sejak  kecil dari sang Jenderal.  

Agus mengaku sangat mengenal jenderal kelahiran Bandung, 19 November 1965 itu. Pertemanan mereka, kata Agus, sudah dimulai bersekolah di Sekolah Dasar Patrakomala tahun 1979. Semasa di sekolah dasar, kata Agus, Dudung selalu bermain sepakbola setiap pulang sekolah.

"Sewaktu kecil, setiap pulang sekolah beliau selalu menghabiskan waktu dengan bermain sepak bola di pinggir Stadion Siliwangi, yang sekarang jadi kolam renang Oasis. Kebetulan, selain dekat dengan sekolah, lokasi Stadion Siliwangi juga dekat dengan rumah beliau di Jalan Sumbawa," kata Agus saat dihubungi melalui telepon, Rabu (17/11/2021).

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat ditunjuk menjadi Pangkostrad
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat ditunjuk menjadi Pangkostrad (Tribunnews)

Namun, selepas SD, kata Agus, Dudung punya hobi lain, bermain musik. "Beliau bahkan sempat membentuk band bersama teman-teman sekolahnya," kata Agus.

Dudung, kata Agus, juga dalam berbagai kegiatan dan organisasi, termasuk OSIS. "Kebetulan waktu SMP di Kartika Chandra I, kami juga sekelas. Jadi saya tahu apa saja kegiatan dan kegemaran beliau. Sedangkan di SMA, kami beda kelas walaupun tetap satu sekolah dan satu jurusan di kelas IPA," ujar alumnus SMA Negeri 9 Bandung ini.

Seperti remaja pada umumnya, kata Agus, mereka juga suka nongkrong di Centrum, Jalan Sumbawa. 

Baca juga: Mayjen TNI Dudung Abdurachman Menjadi Pangkostrad, Kekayaannya Rp 1 Miliar

"Makanan kesukaannya adalah sayur kacang merah. Makanya sampai sekarang, sayur kacang merah menjadi menu wajib setiap makan," ujar Agus, yang sehari-hari kini menjadi berjualan bubur di kawasan Jalan Aceh dan Jalan Ambon, Kota Bandung ini.  

Salah satu kenangan yang ia dan teman-teman seangkatannya paling diingat tentang Dudung, kata Agus, adalah saat terjadi selisih paham antara kelas IPA dan IPS. Saat itu Dudung yang maju menghadapi anak-anak kelas IPS, untuk membela teman-temannya di kelas IPA.

Baca juga: Menjabat Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Agus Subiyanto Merasa Pulang ke Kampung Halamannya

"Saat kejadian itu, gerbang sekolah sampai ditutup. Memang, dari dulu Dudung ini solidaritasnya sangat tinggi dan emang anaknya supel. Enggak heran kalau dari SMP, lalu di SMA, bahkan sampai sekarang, temannya banyak. Dudung juga enggak pernah membeda-bedakan teman, baik secara kemampuan ekonomi maupun latar belakang sosialnya," ujar Agus, yang sejak kecil hingga sekarang tinggal di Jalan Lombok itu.

Dudung, kata Agus, juga tak berubah sekalipun sudah menjadi menjadi orang berpangkat. Solidaritas dan kepeduliannya terhadap sesama selalu dijaga. Bahkan, dalam setiap ada kesempatan bertemu dengan teman-temannya lamanya di Kota Bandung, Dudung selalu berkata, "Jangan lihat saya sebagai Jenderal, saya adalah teman kamu di masa SMP dan SMA. Mari kita bahas cerita saat sekolah dulu," kata Agus. "Itu yang membuatnya disenangi oleh semua temannya."

Baca juga: Pemakaman Kabinda Papua di TMP Kalibata, Ini Sosok Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya

Agus bercerita, perjalanan Jenderal Dudung semasa kecil dan remaja tidaklah mudah. Bahkan saat SMP, Dudung pernah berjualan kue, sementara saat SMA sempat menjadi loper koran dan menjaga kios dagangnya di Saparua.

"Pengalaman prihatin itulah yang membuatnya tidak membeda-bedakan teman dan mau bergaul dengan siapa saja. Tidak peduli teman lamanya adalah pekerja kantoran, pengusaha, ataupun tidak memiliki pekerjaan. Semua dia angkat, dia perhatikan. Semuanya. Dia tidak menunjukkan bahwa dia punya pangkat," ujar Agus.

Baca juga: Kopka Hamim yang Sederhana dan Penuh Dedikasi ini Mendapat Rumah Layak Huni dari Waka Polres Subang

Agus mengatakan, kebersamaan mereka sempat terpisah selama beberapa tahun saat menjelang dewasa. Agus melanjutkan kukiah karena diterima di Fisip Unpad, sementara Dudung di Akademi Militer pada tahun 1985.

Namun, keduanya kembali bertemu pada sebuah kegiatan reunian SMAN 9 Bandung angkatan 1985 yang digelar tahun 2017. Saat itu Dudung berkesempatan hadir dan langsung memeluk teman-teman lama yang dijumpainya di sana. Sejak itu, keduanya sempat beberapa kali bertemu.

Terakhir, mereka bertemu di rumah Dudung di Jalan Sumarsana, Minggu (20/11). 

Dudung Abdurachman
Dudung Abdurachman (Tribunnews)

Jenderal Dudung dilantk menjadi KSAD menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang kemarin dilantik menjadi Panglima TNI. Agus berharap, Dudung tetap menjadi sosok yang selalu dirindukan oleh teman-temannya

"Selain mendoakan yang terbaik bagi Dudung, saya berharap agar dia tetap seperti dulu sebagai sosok yang supel, tegas, bersahaja, dan peduli terhadap semua orang. Sekali lagi saya ucapkan selamat atas jabatan baru yang diamanahkan sebagai KSAD," kata Agus. (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved