Mengenal Darma Kara, Mitra BI yang Memberi Ruang Berkarya untuk Anak Autis, Karyanya Mengagumkan

Kami juga sertakan kartu berisi penjelasan kalau mereka membeli produk Dama Kara, berarti ikut mendukung terapi menggambar anak autis

Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Tiara Nur Fajri (kanan) bersama gurunya menujukkan gambar hasil karyanya di Yayasan Our Dream Indonesia, Jalan Cigadung, Kota Bandung, Kamis (11/11/2021). 

Ia berharap, semakin banyak anak penyandang autis yang dapat berkarya dan dihargai oleh masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Sosok Pendongeng Menginspirasi Ulee, Penyandang Disabilitas Ini Mendesain Kaos & Berbagi untuk Yatim

Dukungan Bank Indonesia
DAMA Kara menjadi salah satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) mitra Bank Indonesia. Sejak bergabung menjadi mitra Bank Indonesia, Nurdini mengaku mendapat banyak manfaat untuk kemajuan usahanya.

"Jadi, saya baru gabung jadi Mitra Bank Indonesia itu awal 2021. Saya ikut wirausaha unggulan Bank Indonesia, dan luar biasanya support-nya. Saya kira pas lomba atau pas lagi pembinaan awal itu, sudah selesai. Ternyata, manfaatnya masih saya rasakan sampai sekarang," ujar Nurdini.

Selain pelatihan dan pendampingan, Nurdini juga diajak dalam berbagai pameran di dalam dan luar negeri, salah satunya di Sydney.

Baca juga: Melalui Youtube Magdalena Fridawati Membantu Para Pelaku Kuliner UMKM Melewati Pandemi Covid-19

"Kami juga dihubungkan dengan pihak terkait seperti Deskranasda dan Disdagin. Ada pelatihan eksport, pelatihan digitalisasi juga. Banyak hal yang bisa kita dapatkan," katanya.

Saat ini, produk dari Dama Kara sudah dijual di seluruh Indonesia. Produk Dama Kara juga dipasarkan di luar negeri seperti Singapura, Hongkong, Australia, dan paling jauh ke Brazil.

Herawanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, mengatakan jumlah UMKM di Jawa Barat menduduki posisi kedua terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 17,4 persen melibatkan 10,9 juta unit usaha.

Baca juga: Kreasi Singkong Kampung, Berpacu Antara Digital dan Virus Korona

"Di masa pandemi, UMKM itu termasuk salah satu sektor yang terpuruk, makanya kami dorong agar mereka tetap optimistis. Kami edukasi, kami perkuat proses produksinya mengenai cara pemasaran secara digital, contohnya Dama Kara," ujar Herawanto.

Herawanto juga mengapresiasi Dama Kara yang berkolaborasi dengan penyandang autis. Menurut dia, isu kesetaraan menjadi penting ke depannya. Kaum difabel ini, kata dia, harus menjadi bagian dari kepedulian bersama.

"Kan mereka tidak meminta menjadi difabel, tapi juga akan salah jika tidak diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Biasanya kaum difabel punya kelebihan lain dibanding dengan yang tidak difabel (normal) dan ketika bicara produk Dama Kara, maka keunggulan mereka di bidang seni desain. Itulah yang kemudian kami angkat," katanya.

Baca juga: Dalam Sebulan Sixtynine Project Produksi 2.000 Pasang Sepatu, Taufik Fokus ke Pemasaran Digital

Mereka berharap, para penyandang disabilitas dapat mandiri secara ekonomi. Terlebih, produk seperti Dama Kara ini, ujar Herawanto, memiliki pasar yang sangat unik, khususnya di luar negeri.

"Ketika ada keterangan produk ini made by difabel person, itu nilai jualnya justru naik, ini keunggulan tersendiri, meski tetap kualitas menjadi hal utama. Kami juga lakukan edukasi, kami perbaiki dan kuatkan bagaimana meningkatkan kualitas desain itu. Jadi, ini adalah satu sampingan yang menjadi penting kita angkat untuk peduli semua," ujarnya. (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
560 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved