Kisah Sukses Sepasang Kekasih Pengusaha Basreng, Omzet Rata-rata Rp 50 Juta Per Hari

"Yang suka makanan pedas mah pengennya barang sampai detik itu juga. Di situlah GoSend sangat berperan. Kami mengirimkan pesanan melalui GoSend"

dok pribadi Nadin & Yasfa
Nadin sedang menggoreng basreng di dapur rumah produksinya 

SUARA rintik hujan sore itu menemani Nadin Fathia yang sedang menggoreng potongan bakso ikan di sebuah dapur. Wajannya besar sekali. Diameternya hampir setinggi gadis berusia 21 tahun ini.

Ada ratusan bakso ikan yang sedang digoreng Nadin di wajan "raksasanya" itu. Di dapur itu, Nadin dibantu para pekerja, yang juga menggoreng bakso ikan di wajan-wajan besar lainnya yang berderet rapi. Saat mengaduk bakso, uapnya membumbung ke langit-langit dapur, keluar melalui jendela. Aroma sedapnya tercium sampai ke jalan desa di depan rumah produksi.

Di ruangan samping dapur, para pekerja lainnya mengaduk bakso ikan yang sudah digoreng dengan taburan cabai merah dan daun jeruk kering, bersama garam dan bumbu racikan. Kemudian, dikemas ke dalam wadah plastik dan ditimbang berdasarkan takarannya, dari mulai 100 gram, 250 gram, dan 500 gram.

Nadin sedang memberikan pesanan camilan untuk pelanggannya melalui layanan ojek online GoJek
Nadin sedang memberikan pesanan camilan untuk pelanggannya melalui layanan ojek online GoJek (dok pribadi Nadin & Yasfa)

Tidak hanya bakso goreng atau basreng, rumah produksi bernama Rajangemil di Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, ini pun memproduksi jenis camilan lainnya. Ada keripik tempe, keripik singkong, sale pisang, kulit ayam dan usus ayam goreng, sus coklat, sampai ada total 16 jenis cemilan berbumbu pedas, gurih, dan manis.

Di ruangan lain, para pekerja mengemas produk berdasarkan pesanannya dalam bubble wrap dan karton. Kekasih Nadin, Yasfa Pramudia, ikut mengemas pesanan yang menumpuk sore itu. Selain Nadin dan Yasfa, ada total 30 orang yang bekerja di rumah produksi Rajangemil tersebut.

Baca juga: Yulia Astuti Sukses Membangun Salon dengan Belajar dari Buku-buku Bekas

Di halaman rumah produksi, tumpukan boks karton berisi pesanan pembeli diangkut oleh kurir untuk dikirim ke luar kota. Para pengemudi Gojek berdatangan mengambil pesanan dan mengantarkannya segera kepada para pembeli secara khusus, yang tidak bisa bersabar menunggu seharipun untuk menikmati camilan-camilan dari Rajangemil.

Nadin mengatakan, potret kesibukan di rumah produksi ini setiap hari terjadi. Di sela kesibukannya, Nadin menceritakan kisahnya menggeluti bisnis. Berawal pada Juni 2020, saat pandemi Covid-19 berlangsung, Nadin dan Yasfa merintis bisnis camilan. Bermodalkan Rp 300 ribu, usaha ini dikerjakan hanya dengan kedua orang tua Nadin.

Baca juga: Di Usia 28 Tahun Wisnu Memilih Jadi Petani Daripada Pekerja Kantoran, Sukses Bercocok Tanam Paprika

Produk camilannya mendapat respons positif konsumen. Teman-teman Nadin yang memesan pun memberikan testimoni-testimoni positif sehingga jumlah pemesan pun semakin banyak. Nadin juga tidak pernah berhenti berkreasi membuat konten di media sosial dari mulai TikTok sampai Instagram supaya bikin "ngiler" para calon konsumen.

Saat permulaan itu Yasfa masih mengantarkan sendiri pesanan-pesan menggunakan sepeda motornya ke rumah pembeli. Beberapa bulan kemudian, Yasfa kewalahan dengan pesanan-pesanan yang semakin meningkat setiap harinya. Akhirnya Yasfa jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Gemar Naik Gunung dan Terampil Tali Temali Membuat Dedi Suhandi Sukses Jadi Perajin Tali Jam Tangan

"Dulu sistemnya masih diantarkan langsung ke rumah pembeli. Yasfa sering pulang dengan badan kelelahan dan kehujanan. Akhirnya sakit dan dirawat di rumah sakit. Kata dokter cairan tubuhnya hilang setengahnya dan bisa berisiko kematian," kata Nadin saat ditemui di rumah produksinya, Rabu (10/11).

Sejak saat itulah, kata Nadin, ia mulai menggunakan jasa kurir logistik. Hanya masalahnya, sebagian penggemar makanan pedas terkenal tidak sabaran. Mereka yang fanatik camilan pedas ini selalu menginginkan makanan favoritnya bisa diterima dalam hitungan jam bahkan menit saja.

Baca juga: Agus Kosasih Sukses Jadi pengusaha Benang Gelasan, Setiap Bulan Raih Omzet Hingga Rp 60 Juta

"Yang suka makanan pedas mah pengennya barang sampai detik itu juga. Di situlah GoSend sangat berperan. Kami mengirimkan pesanan melalui GoSend. Kebanyakan malah pembelinya yang memesan langsung GoSend-nya. Yasfa juga jadinya enggak harus nganter-nganter barang sendiri lagi," kata Nadia.

Ia mengatakan pengantaran barang melalui GoSend ini pun tidak harus menggunakan bubble wrap atau karton layaknya pengiriman melalui kurir ke luar kota. Cukup menggunakan kantong plastik yang dipastikan kebersihan dan keamanan pengantarannya, plus penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Najla Bisyir Sempat Jajal Berbagai Bisnis Hingga Akhirnya Sukses Mendirikan Bittersweet

"Kami memproduksi semua ini dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan ditinjau rutin oleh Satgas Covid-19. Kami juga pastinya ingin pengantaran produk sesuai protokol kesehatan. GoSend jadi andalan," kata Nadin.

Nadin pun berencana menggunakan layanan GoFood untuk memasarkan produknya. Namun ia ingin berhati-hati dengan membangun terlebih dulu ruangan khusus untuk penjualan di bagian depan rumah produksi, termasuk area pemesanan khusus untuk GoFood.

Baca juga: Supardi Sukses Membudidayakan Madu Teuwuel di Pangandaran Meski Semula Dicemooh

"Di masa PPKM seperti ini harus hati-hati banget. Jangan sampai nanti malah banyak driver Gojek mengantre di depan dengan kondisi tidak nyaman, malah viral nanti. Makanya mau ditata dulu parkirannya, karena di depan banyak motor pekerja juga, supaya tertata. Kami ingin ada warung cemilan untuk penjualan offline," kata Nadin.

Berkat kreativitas Nadin dalam pemasaran, produknya kian viral di media sosial. Pesanan semakin mengalir kencang utamanya sejak Februari 2021. Dari awalnya hanya beberapa kilogram, kini Nadin bisa memproduksi sampai satu ton basreng dalam sehari.

Baca juga: Dengan Modal Pinjaman Rp 200.000 Jhon Sukses Menjadi Perajin Miniatur Alat Musik di Ciamis

Omzet yang awalnya hanya Rp 800 ribu sehari, kini minimal mencapai sekitar Rp 20 juta per hari, atau Rp 600 juta per bulan. Pada event promosi khusus di marketplace atau media sosial, pemesanannya bisa mencapai Rp 135 juta dalam sehari.

Produk basreng andalannya kini dibanderol Rp 11.500 untuk kemasan 100 gram dan Rp 24.500 untuk kemasan 250 gram. Penjualannya sudah menjangkau semua provinsi di Indonesia, bahkan dikirim ke berbagai negara di Asia dari mulai Singapura, Malaysia, Hongkong, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.

Baca juga: Awalnya Senang Bagikan Bakso ke Tetangga, Giyanti Sukses Jalankan Bisnis Bakso Pacitan

Ditemui di rumah produksi Rajangemil yang mereka kelola di Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (10/11), Yasfa mengatakan, selain orisinalitas dan kualitas produk yang terjamin, kunci utama dalam berbisnis di masa kini adalah penguasaan teknologi informasi.

Produk mereka bisa viral, kata Yasfa, karena ketekunan dan kreativitas Nadin dalam memasarkannya di media sosial. Termasuk kecerdikan memanfaatkan layanan-layanan pengantaran barang seperti GoSend dan logistik lain yang memberi banyak kemudahan. Semuanya kini dengan mudah diakses dan diatur melalui ponsel.

Baca juga: Berkat Hobi Mendaki Gunung, Risman Sobari Sukses Bisnis Perlengkapan Outdoor, Omzetnya Rp 400 Juta

Yasfa mengatakan, ia dan Nadin pun awalnya tidak menguasai hal-hal yang berkaitan dengan teknologi informasi ini. Namun dengan belajar secara otodidak dan ketekunan, semua bisa terkuasai.

"Bagaimana pun kami akan tetap bekerja keras, turun langsung bekerja. Kita tidak akan merasa puas sampai di sini. Dalam dunia bisnis kan ada saat naik, ada saat turun. Kami berusaha jangan sampai hal yang sudah didapat ini pas lagi booming saja, harus terus berlanjut dan berkembang," kata Yasfa yang baru bertunangan dengan Nadin ini.

Baca juga: Kesuksesan Bisnis Galih Ruslan Berawal dari Garasi Kosong, Permintaan Jajanan Tradisional Meningkat

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, mengatakan pandemi Covid-19 di Jawa Barat memaksa para pelaku usaha untuk mulai menggarap bisnisnya secara online. Akibatnya, terjadi juga peningkatan aktivitas jasa pengiriman barang.

"Bukan cuma kewajiban, tapi jadi kebutuhan untuk memanfaatkan online. Sebelum Covid-19, kami sudah gencar mulai pemasaran online. Saat pandemi, mereka semakin dipaksa untuk go online," kata Kusmana.

Baca juga: Berhenti Sekolah, Kiki Sukses Menjadi Pebisnis Mebel dari Limbah Kayu Peti Kemas di Sumedang

VP Corporate Affairs - Transport & Logistic Gojek, Teuku Parvinanda, dalam webinar bertajuk Layanan Platform Digital, Andalan untuk #BangkitBersama Hadapi Pandemi pada 14 Oktober 2021, mengatakan GoSend memang menjadi layanan favorit selama pandemi. Layanan ini dimanfaatkan di antaranya oleh UMKM.

"Di masa pandemi, GoSend Instant dalam periode Juni-Juli 2021, mengalami kenaikan 40 persen," kata Teuku.

Baca juga: Bisnis Jasa Titip Sepi Selama Pandemi, Zara El Maulida Sukses Jadi Pengusaha Camilan Buah Kering

Teuku mengatakan sejalan dengan tagar #BangkitBersama, GoLogistics hadir secara komprehensif untuk membantu UMKM dan bisnis lokal agar tetap tangguh dan mempertahankan pertumbuhan di masa pandemi. Hasilnya, jumlah pengguna layanan GoSend oleh UMKM pun menjadi naik dua kali lipat.

Di masa pandemi, ujarnya, Gojek berusaha untuk menghubungkan pelaku bisnis, baik social seller, UMKM, maupun partner e-commerce, dengan pengguna atau konsumen.

Nadin Fathia dan kekasihnya, Yasfa Pramudia, tersenyum gembira sambil menunjukkan produk camilannya, yang membawa mereka menjadi jutawan, hanya dalam kurun setahun.
Nadin Fathia dan kekasihnya, Yasfa Pramudia, tersenyum gembira sambil menunjukkan produk camilannya, yang membawa mereka menjadi jutawan, hanya dalam kurun setahun. (dok pribadi Nadin & Yasfa)

Dukungan Logistik Gojek terhadap UMKM di antaranya berupa voucher diskon ongkir untuk sellers dan berupa slot iklan untuk promosi bisnis #BelanjaDariUMKM. Pihaknya pun membangun kolaborasi dengan pemerintah, menghubungkan ribuan para pelaku UMKM melalui GoShop

Untuk menjamin pencegahan Covid-19 selama pandemi, kata Teuku, Gojek dengan ketat memberlakukan protokol kesehatan kepada para mitranya. Bekerja sama dengan pemerintah dan mitra strategis, pihaknya melakukan vaksinasi terhadap ratusan ribu mitra Gojek di lebih dari 130 kota atau kabupaten.

Baca juga: Rifal Raup Untung Jutaan di Tengah Pandemi, Sukses Beternak Kutu Air, Pesanan Terus Mengalir

Kisah sukses Nadin dan Yasfa ini menjadi contoh bahwa pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum yang dapat mengubah hidup seseorang menjadi jauh lebih baik.

Memanfaatkan berbagai potensi teknologi informasi dan ekosistem bisnis digital, didorong oleh ketekunan, kerja keras, dan pengorbanan, serta diperkuat sikap membuka diri terhadap perubahan dan terus update pengetahuan, menjadi resep utama Nadin dan Yasfa sampai berhasil membukukan penghasilan lebih dari setengah miliar rupiah setiap bulan. (Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved