Serunya Belajar Bahasa Inggris Gratis di Abu Seno English Club, Menambah Teman, Meningkatkan Skill

anggota yang datang dan bergabung boleh berasal dari mana saja, baik latar belakang pendidikan, maupun keluarga

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Para anggota Abu Seno English Club (ASEC) berfoto bersama seusai kegiatan bercakap-cakap dan diskusi dalam Bahasa Inggris setiap akhir pekan. 

MAHIR berbahasa Inggris kini menjadi sebuah keharusan, khususnya untuk bergelut dalam dunia kerja. Terlebih, bidang pekerjaan yang sangat erat kaitannya dengan bahasa internasional ini.

Belajar Bahasa Inggris selain bisa ditempuh dengan berbagai cara, mulai di bangku pendidikan, bangku kursus, hingga belajar mandiri. Berbicara tentang cara terakhir ini, ada sebuah grup belajar Bahasa Inggris yang dibentuk dengan sangat sederhana dan unik.

Sederhana karena kelompok ini tidak membutuhkan ruang atau sarana eksklusif, dan unik karena siapa pun bisa bergabung dalam grup belajar bahasa ini tanpa harus memiliki pengetahuan dasar semisal vocabulary atau tata bahasa (grammar).

Kegiatan bercakap-cakap dan berdiskusi dalam Bahasa Inggris di ASEC, Klinik Seno Medika, Jalan Ahmad Yani, Bandung, tiap Sabtu
Kegiatan bercakap-cakap dan berdiskusi dalam Bahasa Inggris di ASEC, Klinik Seno Medika, Jalan Ahmad Yani, Bandung, tiap Sabtu (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Grup ini bernama Abu Seno English Club (ASEC). Kelompok belajar Bahasa Inggris ini diikuti berbagai anggota dari bermacam latar belakang, dari mulai yang mahir hingga yang baru belajar berbicara, serta dari berbagai kalangan usia.

Pendiri klub ini adalah Misan Anan Alamsyah (70) bersama Dokter Abu Seno, pemilik Klinik Khitan Dokter Seno (Seno Medika Klinik Pratama) yang terkenal di Cicadas, Kota Bandung.

Awalnya Misan bersama rekannya, Eddy Gandawijaya yang peduli terhadap bahasa Inggris mendirikan Taman Bahasa di Jalan Ganesha ITB sekitar tahun 2016.

Kegiatan ngobrol bahasa Inggris di Taman Ganesha ini terbuka untuk siapa saja, khususnya mahasiswa. Banyak mahasiswa maupun mahasiswi bergabung dalam klub ngobrol Bahasa Inggris itu di Jalan Ganesha, seputaran patung kubus, seberang gerbang Kampus ITB.

Menurut Misan, saat itu Pak Abu Seno yang kebetulan ikut dan juga sebagai peminat bahasa Inggris pun lalu meninta Misan untuk membentuk klub serupa di lantai dua Seno Medika Klinik Pratama.

Kebetulan lantai dua Klinik Khitan tersebut tersedia ruamg luias lengkap dengan meja kursinya. Waktu untuk klub bahasa Inggris di Khlin Abu Seno ini diberikan pada hari Sabtu, jadi tidak bentrok dengan kegiatan Taman Bahasa yang digelar setiap hari Minggu.

Misan Anan Alamsyah berfoto di samping foto sosok Abu Seno, pemilik ASEC. di Klinik Khitan Seno Medika
Misan Anan Alamsyah berfoto di samping foto sosok Abu Seno, pemilik ASEC. di Klinik Khitan Seno Medika (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Sayangnya akibat pandemi dua tahun silam, kegiatan Taman Bahasa sementara dihentikan. Sedangkan kegiatan di ASEC ini baru sekitar dua bulan silam ini dilanjutkan dengan menjunjung protokol kesehatan ketat.

"Pak dokter Seno tertarik, dan memberikan fasilitas kumpul di tempat ini," ujar Misan yang ditemui seusai menggelar kumpul-kumpul dengan anggota bahasa beberapa waktu lalu di Seno Medika Klihnik Lantai 2, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung.

Menurut Misan yang pernah 18 tahun bekerja di kapal pesiar di Amerika Serikat, karena Dokter Seno memberikan tempat khusus di lantai dua, maka grup ini bertransformasi menjadi Abu Seno English Club yang menggelar kegiatan bincang-bincang santai antar anggota menggunakan bahasa Inggris.

Menurut Misan, anggota yang datang dan bergabung boleh berasal dari mana saja, baik latar belakang pendidikan, maupun keluarga.

"Asal dia mau berbicara Bahasa Inggris saja, silakan bergabung," kata pria yang sudah sembilan kali berkeliling dunia ini.

Kegiatan bercakap-cakap dan berdiskusi dalam Bahasa Inggris di ASEC, Klinik Seno Medika, Jalan Ahmad Yani, Bandung, tiap Sabtu
Kegiatan bercakap-cakap dan berdiskusi dalam Bahasa Inggris di ASEC, Klinik Seno Medika, Jalan Ahmad Yani, Bandung, tiap Sabtu (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Misan yang menggemari belajar Bahasa Inggris sejak lulus SMA menyebutkan, memang untuk bergabung di ASEC, seseorang tidak perlu memiliki pengetahuan khusus soal Bahasa Inggris. Pasalnya, yang dituntut dalam kumpulan ini adalah kemauan dan keberanian berbicara dalam Bahasa Inggris. Selama dia berani berbicara, maka hal itu sudah bisa memungkinkan dia bergabung.

"Tidak perlu teori, grammar, present tenses, just talk, berbicara saja, bahkan kalau perlu gado-gado, campuran bahasa, dan pakai bahasa Tarzan. Itu merupakan awal yang baik untuk menjadi mahir berbahasa Inggris di kemudian hari," kata Misan yang aktif mengajar bahasa Inggris di Humas Pemkot Bandung dan beberapa institusi di Kota Bandung.

Fitri Rizki Amelia
Fitri Rizki Amelia (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Seru dan Selalu Beda Tema

ASEC menjadi kumpulan grup belajar Bahasa Inggris yang dipilih oleh salah seorang anggota, Fitri Rizki Amalia. Mojang yang kini sedang menempu pendidikan S2 Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia, mengaku bahwa belajar bicara Bahasa Inggris bersama ASEC merupakan hal yang menggembirakan.
"Seru banget pokoknya," kata Fitri.

Fitri menrasakan banyak manfaat bergabung di ASEC. Selain bisa mempraktikkan langsung kemampuan Bahasa Inggris yang ia dapat di bangku kuliah, juga bisa bertemu banyak orang dari berbagai kalangan dan profesi.
"Tak hanya itu, kita bisa bebas berbicara tanpa takut salah karena memang yang ditekankan adalah belajar berbicara," katanya.

Misan Anan Alamsyah sebagai pendiri ASEC menatakan, ia selalu menerapkan tema berbeda dalam setiap kali menggelar pertemuan setiap Hari Sabtu pukul 10.00 hingga 12.00

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved