Hijrah dari Petani Jadi Pebisnis Karpet, Atep Taryadi Punya 40 Karyawan, Jual 600 Karpet Per Hari

justru ini menjadi motivasi dan semangat bagi saya untuk menunjukkan potensi produk hasil lokal buatan saya kepada banyak orang

dok Shopee
Pemilik perusahaan karpet Berkah Saluyu, Atep Taryadi 

SEORANG petani sayuran asal Kabupaten Bandung Barat, Atep Taryadi berhasil keluar dari zona nyaman dan sukses sebagai pebisnis karpet.

Tinggal di Kampung Sindangsari, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Atep mengatakan mayoritas masyarakat di sana bekerja sebagai petani. Namun Atep sudah memimpikan ia bisa memulai bisnis dan memiliki produk hasil karyanya sendiri.

Melalui wawancara virtual yang diadakan oleh Shopee, Atep menceritakan, pada 2017, ia meninggalkan profesi sebagai petani dan memulai bisnis dengan menjadi reseller.

Produksi karpet di perusahaan Berkah Saluyu di Kampung Sindangsari, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
Produksi karpet di perusahaan Berkah Saluyu di Kampung Sindangsari, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (dok Shopee)

"Apapun saya jual termasuk karpet bulu rasfur yang ternyata peminatnya cukup tinggi. Saya pun mulai fokus menjual produk bulu rasfur dan coba juga produksi sendiri," ujar Atep, Selasa (2/11/2021).

Berada jauh dari perkotaan dan minimnya informasi akan cara memulai bisnis, tak membuat Atep dan sang istri untuk memulai usaha karpet yang diberi nama Berkah Saluyu.

Baca juga: Di Usia 28 Tahun Wisnu Memilih Jadi Petani Daripada Pekerja Kantoran, Sukses Bercocok Tanam Paprika

Atep mendatangi berbagai pabrik lokal untuk mencari bahan baku untuk membuat karpet rasfur ini.

"Saya menggunakan modal seadanya untuk memproduksi karpet bulu rasfur. Prosesnya pun dibantu istri mulai dari memotong bahan, menjahit, hingga pengemasan," ucap Atep.

Semua proses produksi pun dilakukan oleh Atep di rumahnya. Namun kini dikatakan Atep sudah berkembang, bahkan memiliki gudang produksi dan karyawan yang cukup banyak. Ia memanfaatkan bangunan bekas dengan ruang yang lebih besar untuk produksinya.

Baca juga: Gemar Naik Gunung dan Terampil Tali Temali Membuat Dedi Suhandi Sukses Jadi Perajin Tali Jam Tangan

Hanya bermodalkan penjualan online, Atep tidak menyangka, minat pembeli untuk belanja karpet di Berkah Saluyu cukup tinggi.

"Pada 2019, saya akhirnya mampu membeli tanah dan membangun gudang produksi yang layak dan besar untuk karyawan yang bekerja," ucapnya.

Para karyawan Berkah Saluyu di Kampung Sindangsari, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
Para karyawan Berkah Saluyu di Kampung Sindangsari, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (dok Shopee)

Menjalani bisnis yang mampu memberikan manfaat bagi orang sekitar menjadi impian Atep yang akhirnya terwujud.

Bahkan Atep pun kini memiliki 40 karyawan dimana berasal dari masyarakat sekitar yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan.

Baca juga: Najla Bisyir Sempat Jajal Berbagai Bisnis Hingga Akhirnya Sukses Mendirikan Bittersweet

Mendirikan bisnis ini dikatakan Atep, bukanlah hal yang mudah dan datang secara instan. Bahkan di awal membangun bisnis Berkah Saluyu, banyak orang yang meragukan usahanya dan mengatakan
produknya tidak bagus.

"Tapi perkataan tersebut tidak membuat saya pantang menyerah, justru ini menjadi motivasi dan semangat bagi saya untuk menunjukkan potensi produk hasil lokal buatan saya kepada banyak orang," ujarnya.

Baca juga: Dengan Modal Pinjaman Rp 200.000 Jhon Sukses Menjadi Perajin Miniatur Alat Musik di Ciamis

Bagi Atep, hal ini bukanlagi hanya keinginan untuk merealisasikan mimpinya. Bahkan saat ini dalam sehari, Berkah Saluyu mampu memproduksi 700-1.000 karpet sedangkan untuk penjualan mencapai 600 karpet dalam sehari.

Aktivitas di perusahaan karpet Berkah Saluyu, Kabupaten Bandung Barat
Aktivitas di perusahaan karpet Berkah Saluyu, Kabupaten Bandung Barat (dok Shopee)

Namun ia ingin menunjukkan bahwa walaupun berasal dari desa kecil dan dengan segala keterbatasan, dengan memanfaatkan marketplace seperti Shopee produknya bisa digunakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia.

"Saya percaya asalkan ada keinginan, semangat, dan niat yang kuat pasti selalu akan ada jalan untuk meraihnya. Terlebih di jaman sekarang suda semakin mudah untuk memulai berbisnis karena adanya platform e-commerce," ujarnya. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved