Cerita Milenial Peduli Gangguan Mental, Pulang Sekolah Datangi Yayasan Beri Hiburan ke ODGJ

"Makanya membentuk milenial bebas pasung. Tapi tetap didampingi ayah dengan kelompok sosialnya"

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kegiatan Milenial peduli ODGJ memberi materi permainan dan hiburan sepulang dari sekolah di Yayasan Rumah Pulih Jiwa, Kabupaten Cianjur 

MILENIAL peduli orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), begitulah nama kelompok remaja pegiat sosial yang peduli dan ikut merawat penghuni Yayasan Rumah Pulih Jiwa di Kabupaten Cianjur.

Dengan prinsip memanusiakan manusia, para remaja ini sepulang sekolah ikut memberikan materi hiburan dan permainan disamping ikut juga membebaskan ODGJ yang dipasung.

Kelompok milenial dengan puluhan anggota yang masih duduk di bangku SMP hingga SMA ini mulai terbentuk sejak 2018. Berawal ketika Nanda Pratiwi (17) Ketua Evakuasi Milenial Peduli ODGJ Cianjur dan teman-temannya kerap melihat langsung pembebasan ODGJ pasung oleh ayahnya yang juga bergerak di gerakan sosial peduli ODGJ.

Kegiatan edukasi dilakukan Rukman Syamsudin selepas salat Magrib di Yayasan Rumah Pulih Jiwa untuk para penyandang disabilitas mental
Kegiatan edukasi dilakukan Rukman Syamsudin selepas salat Magrib di Yayasan Rumah Pulih Jiwa untuk para penyandang disabilitas mental (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

"Awalnya sering lihat ayah membebaskan ODGJ pasung, sampai merawatnya di rumah. Nanda dengan teman-teman sering ikut, lihat langsung membebaskan ODGJ yang dipasung. Dari situ, jadi ingin melakukan gerakan sendiri bersama teman-teman. Makanya membentuk milenial bebas pasung. Tapi tetap didampingi ayah dengan kelompok sosialnya," kata Nanda, pekan lalu.

Nanda mengatakan, di kala keluarga dan lingkungan menganggap ODGJ tersebut kerap mengamuk sehingga terpaksa memasungnya, para remaja ini malah dengan mudah berinteraksi serta menenangkan penderita gangguan jiwa yang dipasung.

Baca juga: Rukman Syamsudin Merawat dan Menyembuhkan Sekitar 300 Orang Disabilitas Mental di Cianjur

Bahkan ketika kebanyakan remaja takut bertemu dengan ODGJ akibat stigma negatif yang ditanam orangtuanya sejak kecil, mereka tanpa rasa ragu dan takut datang ke setiap tempat pemasungan untuk membebaskan pasung yang dipasang pada penderita gangguan jiwa

"Kenapa harus takut, kita sesama manusia. Kita tunjukan jika mereka juga manusia yang memiliki hak yang sama. Buktinya ketika warga anggap sering mengamuk, tetapi ketika dibebaskan ODGJ tersebut berperilaku baik," katanya

Baca juga: Inilah Ani Sumarni, Guru Honorer Cantik di Cianjur yang Kerap Merawat ODGJ di Jalan

Terhitung sudah puluhan ODGJ pasung yang dibebaskan oleh Milenial peduli gangguan mental. "Sudah ada puluhan yang dibebaskan, bahkan ada juga yang dirawat di rumah khusus yang disiapkan ayah khusus untuk ODGJ," katanya.

Ia mengatakan senang bisa menjadi bagian dari milenial bebas pasung. Sebab dia bisa sejak dini turut membebaskan ODGJ yang dipasung karena anggapan yang keliru dari masyarakat.

Baca juga: Sungguh Mulia Ari Jalliludin, Spontan Berikan Pakaian untuk ODGJ di Tegallega Bandung

"Kami jadi lebih tau bagaimana memanusiakan manusia, memberikan hak yang sama bagi sesama manusia. Karena ODGJ itu bukan berarti kita semana-mena, tidak untuk dijauhi orangnya apalagi dipasung," katanya.

"Sebagai pemuda-pemudi Indonesia kita harus mempedulikan mereka, dan membuktikan jika mereka mampu kembali ke masyarakat hingga produktif untuk dirinya," katanya. (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved