Rukman Syamsudin Merawat dan Menyembuhkan Sekitar 300 Orang Disabilitas Mental di Cianjur

"Yayasan ini saya rintis dan dirikan tahun 2020 tepatnya bulan April, awalnya dulu saya sebagai relawan kemanusiaan disabilitas"

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kegiatan edukasi dilakukan Rukman Syamsudin selepas salat Magrib di Yayasan Rumah Pulih Jiwa untuk para penyandang disabilitas mental 

SETIAP yang berkecimpung di dunia sosial pasti mengenal Yayasan Rumah Pulih Jiwa (YRPJ) di Cianjur. Sebuah tempat bagi disabilitas mental yang sudah dua tahun berdiri ini, terus aktif berkegiatan sosial terutama membantu penyembuhan.

Perjuangan mendirikan yayasan yang konsen di penyembuhan orang disabilitas mental ini tak semudah membalikkan tangan. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua YRPJ, Rukman Syamsudin (44).

Tahun pertama menyewa sebuah rumah kecil di dalam gang untuk para penyandang disabilitas mental ternyata membuat banyak kenangan baginya.

"Rumah kecil dengan penghuni 30 orang tentu selalu ada gesekan, namanya orang sakit, tapi itu perjuangan dan kenangan dalam perjalanan membawa yayasan ini," ujarnya ditemui di Yayasan YRPJ, Jalan Raya Cianjur-Bandung Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabuoaten Cianjur, belum lama ini.

Kegiatan edukasi dilakukan Rukman Syamsudin selepas salat Magrib di Yayasan Rumah Pulih Jiwa untuk para penyandang disabilitas mental
Kegiatan edukasi dilakukan Rukman Syamsudin di Yayasan Rumah Pulih Jiwa Cianjur (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Ia mengatakan, penghuni 30 pasien di tempat lama jelas melebihi kap[asitas karena kapasitas rumah hanya untuk 20 orang.

Alhasil ia memberanikan diri mencari tempat yang lebih luas agar lebih pas dan tentu lebih fokus dalam penyembuhan. Ia melakukan negosiasi dengan pemilik tempat baru yang lebih representatif dan akhirnya diperbolehkan dengan sewa Rp 40 juta per tahun

Baca juga: Kisah Pilu Nenek Edoh di Cianjur, Satu Matanya Buta, Mengais Jerami untuk Peroleh Butiran Padi

"Di tempat baru ini kapasitasnya bisa 60 sampai 70 orang," katanya.

Ia mengatakan, para penghuni yang ada terdiri dari berbagai kasus, ada beberapa korban pasung, lalu ada juga yang depresi pulang dari luar negeri, terakhir ada dari jalanan, dan sebagian titipan keluarga.

Baca juga: Wisnu Sopian Sukarela Antar Keperluan Warga yang sedang Isolasi Mandiri di Kabupaten Cianjur

"Yayasan ini saya rintis dan dirikan tahun 2020 tepatnya bulan April, awalnya dulu saya sebagai relawan kemanusiaan disabilitas masih bergerak sendiri di Cianjur," katanya.

Menurutnya hingga saat ini ia tak memiliki donatur tetap, hanya mengandalkan orang baik yang mau terjun ke sosial menyisihkan sebagian hartanya dan iuran seikhlasnya.

Baca juga: Aipda Citro Haduduan Manalu, Polisi Pendiam yang Bangun Banyak Rumah untuk Warga di Cianjur

"Tentu kalau bilang cukup masih banyak kekurangan, tapi Alhamdulillah masih bisa berjalan," katanya.

Ia mengatakan untuk keperluan sehari-hari logistik makanan masih ada orang baik yang menyumbang, demikian halnya untuk obat-obatan ada yang bisa pakai BPJS dan bisa pakai umum.

"Sudah seminggu di tempat baru, biaya sewa seharga Rp 40 juta per tahun dikumpulkan dari donatur, alamat lengkapnya kini di Jalan Cianjur-Bandung, Kampung PasirgudangRT 01/07 Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Cianjur," katanya.

Baca juga: Inilah Ani Sumarni, Guru Honorer Cantik di Cianjur yang Kerap Merawat ODGJ di Jalan

Ia berharap besar lebih banyak yang membantu penyembuhan untuk kaum disabilitas mental dan juga berharap Pemda Cianjur atau pemerintah harus lebih serius lagi tentang kepedulian terhadap ODGJ.

"Selama dua tahun kami merawat hampir 300 orang, sudah kembali ke rumah masing-masing sekitar 280 orang," katanya. (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved