Saat SMP Sering Dijuluki Kapsul, Kini Putri Desiyanti Membuktikannya dengan Meraih Emas PON XX

Khusus di seni gerak ada unsur gerakannya harus benar. Ada kesempurnaan antara gerakan kekuatan, ketepatan, kecepatan, kekompakan, dan keharmonisan

dokumen Putri Desiyanti
Putri Desiyanti Azhara peraih medali emas cabang Tarung Derajat PON XX Papua. Dia juga anggota Pemadam Kebakaran Kota Bandung 

PUTRI Desiyanti Azhara (25) berhasil meraih medali emas di cabang olahraga tarung derajat dalam PON XX 2021 Papua.

Perempuan kelahiran Bandung, 12 Desember 1995 ini telah mengikuti pertandingan sejak 2011 di tingkat kota dan pada 2013 berhasil  maju ke tingkat kejuaraan nasional dalam single event tarung derajat.

Putri mengatakan sebelumnya kelas seni gerak belum  banyak diminati dan belum merata. Ia pun ikut tarung derajat sejak duduk di bangku SMP karena melihat saudaranya yang lebih dulu ikut ilmu seni bela diri khas Sunda ini.

Putri Desiyanti Azhara peraih medali emas cabang Tarung Derajat PON XX Papua. Dia juga anggota Pemadam Kebakaran Kota Bandung
Putri Desiyanti Azhara peraih medali emas cabang Tarung Derajat PON XX Papua. Dia juga anggota Pemadam Kebakaran Kota Bandung (dokumen Putri Desiyanti)

Namun ternyata Putri memiliki tujuan lain di awal ikut tarung derajat. "Dulu saat SMP badan aku pendek, kecil, gendut, dan suka dipanggil kapsul," ujarnya saat dihubungi.

Putri pun merasa tidak percaya diri akan sebutan kapsul yang diberikan oleh teman-temannya saat itu.

Lalu ia pun mendapatkan sebuah inspirasi untuk menguruskan badannya setelah  mengantar saudaranya yang ikut tarung derajat.

Baca juga: Peraih Medali Emas Selam di PON XX, Dheya Akan Kembali Belajar di SMAN 1 Ciamis

"Niat ikutan karena nggak ada kegiatan  lain selain sekolah dan ingin olahraga biar badannya lebih kurus," ucapnya.

Namun dari tarung derajat ini, Putri justru menorehkan berbagai prestasi dan kini mengharumkan nama Jawa Barat lewat medali emas yang didapatkannya dalam PON XX 2021 Papua.

Dampak positif yyang ia dapatkan setelah ikut tarung derajat bukan hanya bisa melindungi dirinya sendiri.

Baca juga: Peraih Medali Emas Selam di PON XX, Dheya Akan Kembali Belajar di SMAN 1 Ciamis

"Aku jadi disiplin, belajar tata krama  dan sopan santun. Temen lawan jenis  juga nggak ada yang  berani  ngahereuyan (gangguin) karena tahu Putri ikut tarung derajat," ucapnya.

Olahraga tarung derajat ini menekeankan pada agresivitas serangkan dalam memukul dan menendang.

Tapi tidak hanya sebatas teknik itu saja, bantingan, kuncian, dan sapuan kaki juga termasuk dalam metode pelatihannya.

Baca juga: Dari Iseng Hingga Masuk Pelatnas, Audrey Meraih 3 Medali Emas dan 2 Perak Cabang Menembak PON XX

"Khusus di seni gerak ada unsur gerakannya harus benar. Ada kesempurnaan antara gerakan kekuatan, ketepatan, kecepatan, kekompakan, dan keharmonisan," kata Putri.

Selain itu juga dalam pertandingan harus bisa mengolah pola atur nafas dimana kekuatannya tidak boleh menurun dan tetap harus sama.

Selama menjalani pertandingan di PON XX 2021 Papua, Putri pun membagikan pengalamannya yang harus kuat mental.

Baca juga: Rendi Maulana Serasa Bermimpi Mampu Meraih Medali Emas PON Papua Cabang Dayung

Ia pun selalu diingatkan oleh sang pelatih jangan sampai terbawa hanyut dari apa yang penonton lontarkan.

"Pas kemaren tampil, jarang ada yang tepuk tangan malah ada yang menertawakan seperti merendahkan, entah bagaimana tapi terdengar. Tapi saya ingat  pesan pelatih, kalau ada yang seperti itu, buktikan dengan gerakan atau keluarkan teriakan sekencang-kencangnya," katanya.

Hal tersebut pun dilakukan Putri, setelah selesai bertanding, ia pun berteriak kencang supaya rasa geroginya menghilang. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved