Teezar Rafly Sineas Muda Asal Garut, Memilih Terjun ke Dunia Film Sejak Dini, Juara III FLS2N

"Suka bikin film sejak duduk di SMKN, karena kan saya jurusannya multimedia, alhamdulillah kemarin karya kami bersama teman-teman berhasil juara"

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Muhammad Teezar Rafly Firdaus, siswa SMKN 1 Garut 

MUHAMMAD Teezar Rafly Firdaus (17)  milenial asal Kabupaten Garut yang masih duduk di  bangku kelas 12 di SMKN 1 Garut memilih untuk terjun ke dunia film sejak dini.

Kecintaannya terhadap dunia film membuatnya mampu menjadi juara di ajang kompetisi seni yakni Festival Lomba 
Seni Siswa Nasional 2021 (FLS2N).

Film karyanya yang berjudul Pulih  berhasil lolos juara tiga di FLS2N tingkat provinsi, dengan karyanya itu ia berhasil  membuktikan bahwa hobinya itu perlahan membuahkan hasil.

Film Pulih karya Teezar yang jadi juara Festival Lomba 
Seni Siswa Nasional 2021 (FLS2N)
Film Pulih karya Teezar yang jadi juara Festival Lomba Seni Siswa Nasional 2021 (FLS2N) (youtube)

"Suka bikin film sejak duduk di SMKN, karena kan saya jurusannya multimedia, alhamdulillah kemarin karya kami 
bersama teman-teman berhasil juara meski juara tiga," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id.

Ia menjelaskan film Pulih yang disutradarainya itu menceritakan tentang pelaku seni yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Namun si pelaku seni tersebut sebelum ia meninggal  sempat membuat  karya yang membuatnya mampu hidup kembali dengan seni meski pun raganya telah mati.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Siswa SMKN 1 Sumedang Memproduksi Lampu LED, Memasok ke Kalimantan

"Pesan dari film itu sih walau pun dia meninggal karena Covid tapi jiwanya pulih karena seni," ucapnya.

Dalam proses berkaryanya, Teezar tidak didukung dengan lengkapnya alat produksi seperti lensa, kamera dan alat-alat penunjang lain.

Teezar dan teman-teman satu timnya harus rela mengeluarkan uang sendiri untuk menyewa alat, demi menciptakan karya yang diinginkan.

Baca juga: SMK PPN Tanjungsari Kembangkan Budi Daya Anggrek Tebu, Harga Satu Pohon Siap Berbunga Rp 7 Juta

"Dari sekolah ada bantuan, tapi yaa dicukup-cukupi saja, kami juga tidak punya alat, modal sewa aja sama teman-teman, kayak lensa kamera dan lain-lain," ucapnya.

Menurutnya kesukaan terhadap sesuatu harus difokuskan sejak duduk di bangku sekolah agar saat beranjak dewasa kesukaan itu semakin matang seiring berjalannya waktu.

Hobi membuat film bagi Teezar adalah hobi yang mengasyikan, ia mengakui perlahan-lahan saat dirinya masuk ke dunia itu semakin ia harus banyak belajar karena dunia yang ia sukai itu sangat kompleks.

Baca juga: Siswi SMKN 2 Subang, Tari Mulyanah Ciptakan Alat Perangkap Serangga, Pestisidanya Hanya Bawang Putih

"Dulu pas awal-awal kirain gampang aja bikin film, kayak eksekusi-eksekusi aja langsung padahal proses benerannya sangat rumit, tapi kerumitan itu lah yang membuat film jadi rapih dan terkonsep, saya masih belajar hingga saat ini," ucapnya. (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved