Ladang Amal Bandung Bagikan Keperluan Bagi yang Terdampak Pandemi Covid-19

"Kami berhenti membagikan sembako namun sebagai gantinya kami membuat program membagikan nasi kotak, pakaian layak pakai sampai kopi gratis

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ida Farida (40), melayani warga yang makan dan minum kopi gratis di Kios Ladang Amal di pinggir Jalan Raya Cijerah, Kota Bandung, Jumat (24/7/2020) 

 
NAMA Ladang Amal Bandung terdengar santer mencuat dalam dua tahun terakhir. Sepak terjang organisasi sosial nonprofit ini mengundang simpatik banyak pihak.

Organisasi ini menonjol berkat kepedulian mereka dalam memberikan bantuan berbagai hal kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang terdampak pandemi.

Menurut salah seorang relawan perwakilan Ladang Amal Bandung, Heri Yana, Ladang Amal Bandung adalah bentuk kepedulian para anggota kepada orang-orang sekitar yang membutuhkan.

Aktivitas Ladang Amal di Kota Bandung
Aktivitas Ladang Amal di Kota Bandung (dok Ladang Amal)

Heri menyebutkan bahwa Ladang Amal Bandung berdiri pada awal pandemi korona yang dimulai dengan beberapa program seperti membagikan sembako di daerah sekitar dengan jumlah 500 paket. "Saat itu kegiatan membagikan sembako digelar nyaris setiap bulan," ujar Heri, Sabtu (9/10).

Heri mengatakan bahwa pihaknya sempat berhenti membagikan sembako gratis kepada masyarakat yang membutuhkan ketika pemerintah mulai terlibat pembagian bantuan kepada masyarakat. Namun begitu, hal itu tak membuat aktivitas Ladang Amal Bandung terhenti.

Baca juga: Ari Budiyanto Bertahun-tahun Berikan Layanan Gratis Ongkos Kirim Piza di Kawasan Majalengka

"Kami berhenti membagikan sembako namun sebagai gantinya kami membuat program membagikan nasi kotak, pakaian layak pakai sampai menyediakan kopi gratis dan camilan alakadarnya," tambah pendiri lainnya, Matdon.

Kegiatan pembagian itu, kata Matdon, biasanya digelar setiap hari Jumat pukul 08.00 sampai pukul 13.00.

Adapun pembagian 50 paket beras dilakukan setiap dua pekan sekali dibagikan acak oleh relawan Ladang Amal Bandung dengan menyusuri jalan-jalan di Kota Bandung.

Baca juga: Bubur Ayam Gratis untuk Pasien Isoman Covid-19, Kepedulian dari Penduduk Gang Sempit di Kota Bandung

Untuk target sasaran, menurut Matdon, adalah para pejuang nafkah dengan modal alakadarnya seperti pedagang kecil, asongan, pemulung, dan lain-lain.

"Intinya yang masih punya semangat mencari rezeki walaupun modal apa adanya," katanya.

Matdon mengatakan, Ladang Amal Bandung hadir berawal dari obrolan dengan rekan-rekan sesama anggota setelah melihat gejala masyarakat karena dampak dari korona. Dari situ terbersit nama Ladang Amal Bandung

Baca juga: Briptu Akka Mahpudin Membangun SMK dengan Biaya Sendiri, Anak Yatim dan Tidak Mampu Gratis Sekolah

Ladang Amal Bandung sendiri bergerak di bidang sosial sesuai obrolan dengan Notaris Cahya yang membimbing mereka hingga menjadi Yayasan Ladang Amal Bandung

"Pendirinya saya sendiri, Kang Matdon, Kang Budi, Pak Eko, dan bertambah anggota sampai sekarang ada ibu-ibu remaja dan relawan yang terlibat," katanya.

Kios Ladang Amal di Jalan Cijerah yang dikelola oleh sejumlah warga di kawasan tersebut, Jumat (24/7/2020)
Kios Ladang Amal di Jalan Cijerah yang dikelola oleh sejumlah warga di kawasan tersebut, Jumat (24/7/2020) (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Karena sudah berbentuk yayasan, menurut Heri, Ladang Amal Bandung pun bisa menerima donasi berbentuk apapun yang menunjang kegiatan mereka.

Semua donasi akan dipertanggungjawabkan melalui laporan tertulis dan melalui medsos.
"Insya Allah kami akan tetap melakukan kegiatan walaupun pandemi sudah berangsur berkurang," katanya. (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Conny Dio

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved