Mahasiswa Tel-U Ciptakan T-Rex Sebagai Sarana Telekomunikasi Darurat di Daerah Pascabencana

"Berdasarkan hasil pengujian yang sudah dilakukan, cakupan area penguatan sinyal dari T-REX dapat mencapai 1.8 km"

dok Humas Telkom Univ
Transceiver Recover Extension (T-REX) buatan mahasiswa Telkom University Bandung 

MAHASISWA Universitas Telkom Bandung (Telkom University/Tel-U) membuat sebuah alat inovasi untuk membantu jaringan komunikasi di daerah pasca bencana agar tetap berjalan. Alat ini bernama Transceiver Recover Extension (T-REX). 

T-REX dikembangkan oleh empat mahasiswa program studi (prodi) S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik ElektroTel-U yang beranggotakan Dyan Ahadiansyah, Okzata Recy, Lia Suci Waliani, dan (Alm.) Harnanditya Mahendra. 

“Selama masa perancangan alat ini, kami mendapat dukungan penuh dalam bentuk fasilitas dan peralatan dari lab. AICOMS” ujar salah seorang anggota T-Rex, Dyan Ahadiansyah.

Menurutnya, latar belakang pembuatan T-Rex yaitu, kendala infrastruktur dan jaringan telekomunikasi yang kerap terjadi pascabencana terjadi, hal ini merugikan banyak pihak, termasuk tim penyelamat seperti Badan Pencarian dan Pertolongan nasional (Basarnas), yang mengaku kesulitan berkomunikasi di daerah pascabencana.

Dosen Fakultas Teknik Elektro Tel-U, Dr. Eng Khoirul Anwar (kiri), berfoto bersama dengan para anggota peneliti pembentukan produk inovasi T-Rex dari Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro Tel-U, yaitu, Dyan Ahadiansyah, Okzata Recy, dan Lia Suci Waliani di kampus Tel-U, beberapa waktu lalu
Dosen Fakultas Teknik Elektro Tel-U, Dr. Eng Khoirul Anwar (kiri), berfoto bersama dengan para anggota peneliti pembentukan produk inovasi T-Rex dari Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro Tel-U, yaitu, Dyan Ahadiansyah, Okzata Recy, dan Lia Suci Waliani di kampus Tel-U, beberapa waktu lalu (dok Humas Telkom Univ)

“Itu yang melatarbelakangi kami membuat inovasi teknologi untuk pemulihan jaringan telekomunikasi pada daerah pasca bencana dengan menggunakan jaringan komunikasi nirkabel. T-REX dapat digunakan sebagai sebuah base station darurat, sehingga dapat membantu komunikasi di daerah pasca bencana saat base station utama (existing) telah hancur atau tidak lagi berfungsi," ucapnya.

Dyan menjelaskan, T-REX memiliki dua fitur utama yaitu sebagai penguat sinyal seluler (repeater) dan sebagai jaringan private cellular.

Baca juga: Inovasi Musik dengan Playtronica Ala Sisca Guzheng, Sang Pemain Harpa

T-REX dirancang menggunakan software defined radio yang dapat membuat layanan jaringan telekomunikasi sesuai dengan standar 3GPP. Serta memiliki sistem open registration, sehingga semua sim card dari operator apapun, dapat terhubung ke dalam layanan jaringan T-REX selama dalam jangkauan sinyal T-REX. 

Selain itu, alat ini pun, lanjutnya, sudah diujicobakan pada daerah blank spot atau kesulitan mendapatkan sinyal seluler di sekitar daerah Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung pada tanggal 28-29 Agustus 2021 lalu. 

Baca juga: Smart Box Made In Bandung, Sarana Belajar Online yang Juga Asyik untuk Karaokean dan Nge-game

Lokasi tersebut, dipilih karena dapat menggambarkan situasi bencana dengan akses jaringan seluler yang terbatas dan sumber daya listrik yang terbatas. 

Hasilnya layanan jaringan T-REX dapat berfungsi sebagai repeater atau penguat sinyal, maupun memberikan layanan jaringan private cellular. 

"Berdasarkan hasil pengujian yang sudah dilakukan, cakupan area penguatan sinyal dari T-REX dapat mencapai 1.8 km, ujar Dyan.

Baca juga: Farhan dan Ananda, Pelajar SMAN 1 Ngamprah Bikin Aplikasi Plong untuk Mengurangi Risiko Depresi

Dyan menuturkan, T-REX mulai dibuat saat pengumuman lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sekitar bulan Mei 2021 lalu, saat itu proses pengerjaannya dilakukan secara daring dan luring.

Kegiatan luring dilakukan di lab. AICOMS Telkom University di bawah bimbingan langsung dari Dr. Eng. Khoirul Anwar yang merupakan Dosen Fakultas Teknik Elektro Tel-U.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan TribunJabar.id, Dr. Eng Khoirul Anwar  merupakan tokoh penemu jaringan 4G dan 5G yang selama ini telah digunakan oleh sejumlah provider telekomunikasi di Indonesia.

Baca juga: Ana Rodiana Bikin Aplikasi Si Belmi, Kemampuan Bahasa Inggris Siswa-siswi SMPN Sindang Meningkat

 “Telkom University banyak mendukung dalam persiapan pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021. Mulai dari pembuatan proposal sampai dengan latihan presentasi penelitian, pihak kemahasiswaan selalu memberikan masukan dan pendampingan agar menghasilkan produk penelitian yang berkualitas.” katanya. (Tribun Jabar/Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved