Berkat Usaha Berjualan Sale Pisang Didin Bisa Sekolahkan Anaknya Hingga Perguruan Tinggi

"Alhamdulillah meski pandemi, kami tetap bisa berusaha dan bertahan, istri dan anak ikut membantu jadi saya tambah semangat"

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Penjual pisang datang dengan mobil pikap ke rumah Didin untuk menyerahkan bahan baku produksi sale pisang 

SOSOK Didin Galing (45), dikenal warga Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, sebagai petani pisang.

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) sale pisang yang ia tekuni telah membuat perekonomian di sekitar kampung bergerak. Hasil pertanian pisang warga banyak yang ditampung oleh Didin untuk dijadikan sale pisang.

Dari usaha rumahan, Didin Galing juga mempekerjakan beberapa tetangganya untuk membantu produksi. Banyak warga dari tetangga maupun luar kampung menjual buah pisang kepadanya.

Bahkan Didin berhasil menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dari berjualan pisang.

Sale pisang yang dijemur di Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur
Sale pisang yang dijemur di Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Namun, hempasan keras pandemi covid-19 mulai dirasakan sejak akhir 2020. Proses pemasaran distribusi sale pisang mentah ke Bandung mulai tersendat.

Hal tersebut tak mematahkan semangat Didin untuk terus bertahan, karena banyak warga terutama petani pisang yang bergantung kepadanya.

Setelah pandemi covid-19 menghantam keras usahanya, Didin kini mulai memasarkan secara lokal sale pisang.

Baca juga: Mahasiswi Cantik Ini Tak Malu Jualan Sale Pisang, Turun ke Kebun Mengambil Bahan Baku

"Alhamdulillah meski pandemi, kami tetap bisa berusaha dan bertahan, istri dan anak ikut membantu jadi saya tambah semangat," katanya, ditemui di rumahnya.

Didin Galing mengatakan, semula ia hanya berjualan pisang di Pasar Jebrod. Namun lama kelamaan jika pisang tak laku maka banyak yang busuk. Alhasil ia mulai merintis usaha sale pisang untuk memanfaatkan pisang yang tak terjual.

"Satu Minggu kami bisa memproduksi dua ton, alhamdulilah untuk bahan baku kami memanfaatkan kebun sekitar sini," katanya.

Baca juga: Wisnu Sopian Sukarela Antar Keperluan Warga yang sedang Isolasi Mandiri di Kabupaten Cianjur

Didin mengatakan, penjualan sale pisang dari warung ke warung lalu memanfaatkan relasi dan teman mulai dilakukan.

Namun ia tak memungkiri karena distribusi sale pisang tersendat ke Bandung, ada satu ton stok sale pisang di rumahnya.

"Alhamdulilah kami bersyukur karena sale pisang ini bisa bertahan enam bulan," katanya.

Baca juga: Aipda Citro Haduduan Manalu, Polisi Pendiam yang Bangun Banyak Rumah untuk Warga di Cianjur

Didin Galing mengatakan, penjualan dari warung ke warung ia menggunakan kemasan Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu. "Meski ada tambahan biaya lagi tapi penjualan sale pisang mulai berjalan dari rumah ke rumah," kata Didin.

Kampung Cibadak masuk ke wilayah Kecamatan Cibeber, sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota Cianjur ke arah selatan. Topografi yang didominasi sawah dan kebun menjadikan kawasan ini menjadi kawasan pertanian sebagai mata pencaharian penduduknya.

Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, mengatakan banyak sektor UMKM di wilayahnya yang perlu didorong agar semakin berkembang.

Baca juga: Kisah Ucuy Cihuy, Sempat Jadi Pembantu, Pemuda Kampung dari Cianjur Ini kini Artis Sinetron

"Untuk usaha sale pisang ini nanti akan kami bantu pengemasannya, lalu akan dikerjasamakan agar kualitasnya meningkat juga," kata Elan.

Ia mengatakan, beberapa lembaga pendidikan maupun instansi sudah melirik sektor UMKM di desanya.

"Semoga harapan warga dan pemerintah bisa sinkron, usaha berkembang rakyat juga ikut merasakan dampaknya," katanya. (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Conny Dio

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved