Mahmud, Kepala Desa Ciririp yang dijuluki Kades Sultan. Dulu Kuli Bangunan Kini Punya Ratusan Tambak

"Ya meskipun sekarang tinggal 260 tambak penghasilan masih cukup lah, karena saya jadi bandar ikan petambak lain juga"

Tribun Jabar/Irvan Maulana
Rumah mewah Kepala Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Mahdum 

KISAH unik Kepala Desa (Kades) Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta yang dijuluki Kades Sultan. Ternyata punya sederet pengalaman hidup yang menarik.

Kades "sultan" Mahdum memamg merupakan anak keluarga kaya raya di Desa Ciririp. Hak milik tanah keluarganya hampir mencakup separuh wilayah Desa Ciririp, kendati demikian ia juga punya pengalaman hidup yang pahit.

"Orang tua saya kaya raya, tapi saya cukup bandel waktu muda. Jadi saya lebih memilih berjuang sendiri," kata Mahdum ketika ditemui dikediamannya, Jumat (1/10/2021).

Mahdum, Kepala Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta saat membagikan sembako di kediamannya
Mahdum, Kepala Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta saat membagikan sembako di kediamannya (dok Mahdum)

Namun, ia memilih pergi dari rumah semasa bujang, dia lantas pergi mengadu nasib ke Sulawesi menjadi kuli bangunan.

"Dari tahun 2000 saya di Sulawesi, selama 5 tahun di sana saya pindah ke merantau ke Jambi masih jadi kuli bangunan," kata dia.

Singkat cerita, pada awal tahun 2010 ia pindah merantau ke Ibu Kota masih jadi kuli bangunan, "Ini pengalaman paling pahit di Jakarta, saya sampai tidur beralaskan kantong semen gajihan telat suka ditunda, sulit makan," ujarnya.

Selama satu tahun di Jakarta ia memutuskan kembali ke kampung halaman di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

"Saya di kampung mengawali usaha jadi sopir (perahu) bargas, dari sini saya kenal beberapa petambak ikan, sampai akhirnya saya ikut borong ikan dari petambak," ujar Mahdum.

Selama 3 tahun berjalan mengawali usaha jadi sopir perahu bargas, ia kemudian punya enam tambak ikan dan memulai usahanya sendiri.

Kepala Desa Ciririp, Mahdum bersama jajarannya saat akan meninjau desa
Kepala Desa Ciririp, Mahdum bersama jajarannya saat akan meninjau desa (dok Mahdum)

"Sambil saya jual beli ikan di tambak sendiri, bermodalkan kepercayaan saya lalu menjualkan ikan para petambak yang ada di sini, sampai akhir tahun 2018 saya sudah punya 600 tambak ikan," kata dia.

Seiring berjalannya waktu, karena dikenal dermawan, ia kemudian dicalonkan oleh masyarakat Desa Ciririp pada  2014 untuk menjadi Kepala Desa.

"Dulu saya gak punya niat jadi Kepala Desa, tapi dipaksa nyalon sama masyarakat, bahkan uang biaya kampanye saya hasil patungan masyarakat," katanya.

Setelah tumbuh jadi orang sukses berkat usahanya, ia kini berhasil membuka lapangan kerja untuk 150 keluarga di Ciririp, bahkan ia punya tujuh rumah, ratusan hewan ternak, belasan mobil, dan 3 orang isteri.

Ia pun berani menjual ratusan tambak ikan hanya untuk memenuhi kebutuhan beras warganya.

Ketika ditemui Tribun di kediamannya pada, Jumat (1/10/2021), tumpukan beras juga memenuhi ruangan depan rumahnya dan bagasi mobilnya.

Kepala Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, H Mahdum
Kepala Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, H Mahdum (dok Mahdum)

Beras tersebut disediakan Mahdum untuk keperluan warganya. Mahdum mengatakan, ia kerap membagi rata porsi bantuan pemerintah dan sumbangan pribadinya.

"Kalau dari pemerintah seperti bantuan sembako dari Kemensos atau Pemprov kan sudah terdata penerimanya, saya bagi porsi supaya yang gak terdaftar juga dapat," ujar Mahdum.

Diketahui, dalam sepekan Mahdum bisa menghabiskan 7 kuintal beras untuk warganya.

"Kalau ada warga yang butuh, boleh mengambil sendiri, kadang anak buah saya yang antar kalau untuk warga jompo dan anak yatim itu 5 liter beras dan uang tunai Rp 50 ribu," katanya.

Ia mengaku, sebelum menjadi kepala Desa ia memiliki 600 tambak ikan, namun setelah menjadi Kepala Desa tambaknya kini tersisa 260 tambak ikan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved