Sosok Dadie yang Berikan Handphone ke Penabraknya. Dari Tukang Gorengan Kini jadi Pengusaha

"Saya seringkali kebingunhan untuk biaya hidup, dulu di pabrik gaji saya Rp 6 juta, itu memang cukup"

dok Dadie Mulyadi
Dadie Mulyadi saat masih menjadi tukang gorengan 

MENGULAS sosok Dadie Mulyadi yang beberapa waktu lalu kisahnya sempat viral usai mobil Fortuner nya ditabrak penjual roti keliling, kisah Dadie menginspirasi banyak orang lantaran ia tak marah atau meminta ganti rugi usai fortuner nya ditabrak, ia bahkan malah memblikan handphone untuk anak si penjual roti yang menabrak mobilnya.

Dadie diketahui merupakan sosok pengusaha muda di Kabupaten Karawang yang dikenal dermawan. Diceritakan Dadie, ia merintis karier di dunia pengembang kontruksi pada tahun 2009 setelah ia mengundurkan diri di salah satu pabrik di Kabupaten Karawang.

"Saya dulu kerja di pabrik 10 tahun, saya keluar di tahun 2009 dan mulai merintis usaha dagang gorengan menggunakan gerobak di depan klinik di daerah Majalaya," kata Dadie ketika dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Senin (27/9/2021).

Dadie Mulyadi, pengusaha konstruksi di Karawang berfoto bersama istrinya
Dadie Mulyadi, pengusaha konstruksi di Karawang berfoto bersama istrinya (dok Dadie Mulyadi)

Ia mendapat pelajaran berharga ketika alih profesi sebagai pengusaha kecil penjual gorengan.

"Saya seringkali kebingunan untuk biaya hidup, dulu di pabrik gaji saya Rp 6 juta, itu memang cukup artinya gak bingung kalau untuk keperluan rumah tangga sampai sebulan ke depan, pas dagang gorengan ini gak tentu. Kadang saya dapat untuk Rp 50 ribu, kadang malah gak laku," kata dia.

Pahit manis yang ia rasakan saat menjual gorengan tersebut menjadikannya sosok yang seperti saat ini, "Jadi saya memang berasal dari keluarga tidak mampu, saya juga cuma tukang gorengan. Itu sebabnya sampai saat ini saya gak merasa jadi orang kaya, mereka mau jual roti keliling ataupun tukang cangkul di sawah itu saya alami dulu," imbuhnya.

Baca juga: Atep Kurnia, Mantan Buruh Pabrik Tekstil yang Menjadi Penulis, Sering Mendapat Penghargaan

Selama 3 tahun ia menjadi penjual gorengan, ia lantas mengumpulkan modal untuk membali bahan bangunan, dengan tujuan menjadi pengusaha penyuplai material bahan bangunan.

"Istri awalnya ragu ketika saya mau alih profesi jadi penyuplai bahan bangunan, karena dia tahu dagang gorengan juga kita mulai dari nol, cuma istri saya tetap percaya kepada saya. Sesekali saya juga sempat jatuh di dunia usaha penyuplai material bangunan dan istri yang jadi bahan bakar semangat saya," paparnya.

Selama hampir 3 tahun jadi penyuplai bahan bangunan, ia juga sempat ditipu beberapa klien. Bahan bangunan yang ia suplai tak dibayarkan pembeli, disitu Dadie merasa jatuh. Tapi ia diyakinkan sang istri bahwa dirinya akan lebih baik.

Dadie Mulyadi di proyek perumahan
Dadie Mulyadi di proyek perumahan (dok Dadie Mulyadi)

"Sempat saya jatuh karena ditipu, istri saya bilang kalau saya sudah biasa menghadapi hal semacam itu, saya lalu semangat lagi menghubungi rekan bisnis dan mencoba menjalankan usaha kembali dari menghutang bahan yang akan saya suplai, dalam jangka 2 tahun Alhamdulillah lancar," kata dia.

Setelah dunia usahanya dalam menyuplai material bahan bangunan stabil, Dadie mencoba peruntungan di dunia developer, ia mulai mendirikan CV Abadi Khaliza Jaya dan bergelut di dunia kontruksi pada tahun 2017.

"Dari mulai membuat CV saya mencoba peruntungan jadi pengusaha kontruksi, dari mulai pekerjaan kecil saya kerjakan Alhamdulillah lancar semakin berkembang," ujarnya.

Setelah usahanya dalam dunia kontruksi berkembang, ia lantas mendirikan PT Maulidya Mandiri Propetindo, Dadie mulai terjun ke dunia pengembang jadi seorang developer.

Dadie Mulyadi saat mejadi karyawan
Dadie Mulyadi saat mejadi karyawan (dok Dadie Mulyadi)

"Saya mulai di dunia developer dengan membangun kawasan Perumahan Khalisa Permata Klari, dengan total 400 unit rumah," kata dia.

Setelah ia sukses membangun perumahan, ia lantas mencoba peruntungan di bidang yang sama di luar Karawang, "Projek yang sudah saya kerjakan ada di kawasan Cikarang bersama Lippo Group, di daerah Subang dan Bandung juga ada, termasuk beberapa yang sedang di kerjakan di Karawang," ucapnya. (Tribun Jabar/Irvan Maulana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved