Berawal dari Hobi Andhika Bayu Bisa Jual Satu Tanaman Hiasnya Puluhan Juta Rupiah

"Kalau sudah punya minimal dua, saat ada yang minat dan harganya cocok, saya bisa lepas. Tapi, kalau hanya punya satu, kan sayang kalau dijual"

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Andhika saat menunjukkan koleksi anthoriumnya di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung 

BERAWAL dari hobi tanaman hias, Andhika Bayu (26), bisa mendapatkan penghasilan yang fantastis. Ia kini fokus pada berbagai jenis anthurium. Satu nanaman hiasnya bisa bernilai puluhan juta rupiah.

Ditemui di green house-nya yang asri di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Andhika mengaku, harga anthurium memang terbilang "lumayan".

Salah satunya, anthurium variegated monstera. Satu variegated monstera miliknya, kata Andhika, bahkan laku Rp 45 juta. Padahal, saat membelinya tahun 2018 lalu harganya masih di baah Rp 1 juta.

"Alhamdulillah, dulu itu belinya cuma Rp 800 ribu, tapi jadi laku Rp 45 juta," ujar Andhika, yang juga akrab disapa dengan nama Badai itu, Minggu (26/9/2021).

Andhika saat menunjukkan koleksi anthoriumnya  di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung
Andhika saat menunjukkan koleksi anthoriumnya di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Badai juga beruntung karena sebelum menjualnya, ia sudah lebih dulu mengembangbiakkan variegated monstera tersebut. Badai memang tak perah mau menjual anthurium koleksinya jika belum memiliki anakannya.

"Kalau sudah punya minimal dua, saat ada yang minat dan harganya cocok, saya bisa lepas. Tapi, kalau hanya punya satu, kan sayang kalau dijual. Belum tentu akan dapat yang seperti itu lagi," kata Badai.

Baca juga: Lili Supriatna, Guru SMKN 1 Cipaku Ciamis, Tanam & Kembangkan Bayam Brazil yang Berkhasiat

Bagi orang awam, kata Badai, memang agak sulit untuk mencerna harga anthurium yang fantastis ini.
"Tapi kalau buat kolektor atau penghobi, berapapun, kalau sudah suka pasti akan dibeli. Bahkan saya dengar, yang beli tanaman saya itu juga berhasil menjualnya kembali dengan harga sekitar Rp 80 juta," ujarnya.

"Bagi para kolektor dan penghobi itu harga yang wajar. Sebab, tanaman yang bisa tembus di harga tersebut, pasti memiliki nilai historis atau langka," kata Badai.

Baca juga: Kean Tanam dan Rawat talas Raksasa Selama 5 Tahun, Belum Berniat Menjual Meski Sudah Ditawar Orang

Selain anthurium variegated monstera, di green house miliknya, Badai mengoleksi beragam anthurium atau kuping gajah lain, seperti anthurium forgetii, anthurium veitchii, antorioum marmoratum aff, philodendro sharoniae, dan beberapa lainnya. Beberapa, selintas terlihat sama, namun jika diamati saksama sebenarnya berbeda.

"Harganya bervaiasi, dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dan ukuran," ujarnya, seraya menunjuk anthurium forgetii kecil yang ada di dekatnya.

"Ini harganya Rp 145 ribu dan sudah laku terjual," ujarnya.

Baca juga: Bosan Jadi Pegawai, Deni Santosa Fokus ke Bisnis Kaktus, Pendapatan Sehari Rp 1 Juta

Sambil berjalan, Badai lantas menunjukkan salah satu koleksinya, yang daunnya memiliki tiga warna. Harganya, ujar Badai, kira-kira sama dengan sebuah sepeda motor matic baru.

"Ini namanya mostera borsigiana varigated marble white tiger 3 colors. Ini nilainya fantasitis karena varigata. Varigata di tanaman itu sebenarnya kelainan, namun itu yang menjadi unik. Kalau di hewan mungkin albino.

Anthurium ini unik karena punya tiga warna yakni hijau tua, hijau muda, dan putih, bahkan bisa jadi empat warna karena bermutasi dari alam," kata Badai.

Baca juga: Yani Aswin Menjual Serabi Seikhlasnya di Depan Rumahnya

Menurut Badai, mostera borsigiana varigated marble tiga warnanya ini akan ia lepas Rp 20 jutaan ke atas kepada yang berminat.  "Ini sudah terdapat tujuh daun," katanya.

Untuk anthurium-anthurium ini, menurut Badai, sebenarnya tak pernah ada patokan harga yang pasti.
"Bisa saja di sini, misalnya, dijual Rp 30 ribu, tapi di sebelah Rp 50 ribu atau Rp 75 ribu. Tanaman yang nilainya fantastis itu selalu ada ceritanya, silsilahnya dari mana, farietas apa, sulit ditemukan atau sulit sekali diperbanyak, jadi memiliki historis tersendiri," katanya.

Selain menjualnya secara langsung, Badai juga memasarkan anthuriumnya secara online. Namun, namanya berdagang, ujar Badai, penghasilan sebulannya tidak pernah tentu.

"Namun, rata-rata dua digit (belasan hingga puluhan juta rupiah) lah," ujarnya. (Tribun jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Conny Dio

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved