Menjelajah Bukit dan Menembus Hutan, Dandim Sumedang Bagikan Sembako Hingga ke Pelosok

"Potensi alam di Sumedang ini sangat baik, tapi insfrastruktur jalan sangat buruk. Ada baiknya pemerintah Kabupaten memperhatikan kondisi jalan"

Tribun Jabar/Kiki Andriana
BANTUAN SEMBAKO - Komandan Distrik Militer 0610/Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa saat menyerahkan bantuan sembako di Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel, Minggu (18/9) 

KEINDAHAN Kabupaten Sumedang yang terhampar di pelataran Gunung Tampomas tak hanya bisa dinikmati pegiat paralayang. Para pemotor pun bisa mendapatkan keindahan itu saat melintas Bukit Nangorak.

Sabtu (18/9) pagi, belasan pemotor lintas bukit yang dipimpin Komandan Distrik Militer (Dandim) 0610/Sumedang, Letkol Inf Zaenal Mustofa, bersiap menelusuri lekuk-lekuk punggung bukit dari Nangorak di Kecamatan Sumedang Selatan dengan tujuan Kampung Cibubut, Desa Jayamekar di pelosok Kecamatan Cibugel.

Rombongan bukan sekadar mencari bahagia dengan menikmati keindahan alam, tetapi juga hendak membawa kebahagiaan itu ke hati para petani karet, lansia, dan kaum dhuafa di daerah yang jauh dari keramaian kota itu.

Dandim dan koleganya hendak menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok dan kaus untuk masyarakat yang di masa Pandemi Covid-19, hidupnya semakin sulit.

Gunung Tampomas Sumedang
Gunung Tampomas Sumedang (Wikipedia)

Pagi itu, deru sepeda motor lintas memecah kesunyian Nangorak. Selepas lapak berkemah di ujung jalan desa, pemotor langsung masuk ke jalan sempit berbatu. Jalan setapak ini selebar badan mobil dengan batu tersusun rapi. Namun, dengan kondisi yang teramat terjal, rasanya tak mungkin mobil bisa melintas ke jalur itu kecuali bergardan dobel.

Udara yang panas dari perbukitan Nangorak berubah seketika menjadi dingin saat pemotor mulai menuruni lembah dengan vegetasi tanaman yang rapat. Udara sejuk khas hutan saat kemarau. Dingin namun tidak lembap.

Dari lembah ini, jalur selanjutnya semakin sempit. Lebar jalan hanya setapak roda sepeda motor. Namun, pepohonan yang sebelumnya rapat, berubah menjadi hamparan kebun teh. Dari kebun teh inilah Kota Sumedang memamerkan keindahannya.

Baca juga: Berhenti Sekolah, Kiki Sukses Menjadi Pebisnis Mebel dari Limbah Kayu Peti Kemas di Sumedang

Tujuan para pemotor ke arah timur sehingga pemandangan Kota Sumedang berada di bawah sebelah kiri. Dari atas, bangunan-bangunan di bawah terlihat serba kecil. Pesawahan menghampar dan Tampomas yang gagah di ujung pandangan di utara itu, seperti penjaga yang setia.

Selepas kebun teh, rombongan turun ke perkebunan sawit yang pohonnya masih setinggi dada. Turun ke lereng terjal menuju ke Ciawi untuk kembali melanjutkan perjalanan ke Cipancar, terus ke Citengah, Cisoka, lalu Cibugel.
"Perjalanan yang seru, saya jatuh dua kali," kata Dandim.

Selepas Ciawi, jalanan kembali beraspal hingga ujung kebun teh Margawindu di Cisoka. Dari sini, pemotor kembali menggilas jalanan berbatu yang batu-batunya mengelupas dari tanah sehingga menampas licin dan bahaya. Menembus hutan lagi sampai Cibubut.

Baca juga: Mojang Sumedang Bukan Sekadar Urusan Mahkota, Melly Mellyana Pilih Belajar di Tiongkok

Hampir Zuhur ketika rombongan sampai di Cibubut, Cibugel. Di sana, warga sudah berkumpul. Sebagian sudah lansia dengan tubuh yang gemetar setiap kali berusaha berdiri.

Masyarakat di Cibubut mengandalkan perkebunan sebagai mata pencaharian. Selain teh, mereka juga menggarap getah karet. Ribuan pohon pinus yang tegak di ujung timur pegunungan Kareumbi juga dideras getahnya untuk dijual demi kehidupan sehari-hari.

"Bapak, Ibu, ini tidak besar tapi mudah-mudahan membantu. Bapak dan ibu sekalian di sini semoga disehatkan Allah dan diberi kekuatan untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini," kata Dandim saat memberikan paket sembako.

Baca juga: Berawal dari Pelestarian Hewan, Roni Pelihara Lebah Madu Teuwuel di Sumedang Hingga Raih Untung

Satu per satu paket sembako ia serahkan dengan penuh hormat. Badannya yang tegap oleh perjalanan panjang seorang infanteri membungkuk saat menyerahkan sembako pada seorang nenek yang sempat menggenggam tangannya sangat erat.

"Ada 200 paket yang kami berikan di dua tempat. Di Cibubut, Desa Jayamekar dan di Sukajaya tadi pagi sebelum masuk hutan. Ini kami bekerja sama dengan PT Rinaya. Saya punya beras, perusahan melengkapi isi paketnya," kata Dandim kepada Tribun di sela pembagian sembako di Cibubut.

Ia mengatakan, Kodim 0610/Sumedang juga telah bekerja sama dengan instansi pemerintahan, perusahaan pemerintah, dan swasta, serta komunitas untuk berbagi sembako.

Baca juga: Kesederhanaan Ustaz Sulaeman, Juragan Kopi di Rancakalong yang Kenalkan Kopi Sumedang di Mancanegara

Dandim mengatakan, di tengah perbukitan pun, ternyata masih ada nenek tua yang terlihat bekerja, berjuang dengan hidupnya sendiri, yang di masa sulit ini perlu mendapatkan uluran tangan.

"Potensi alam di Sumedang ini sangat baik, tapi insfrastruktur jalan sangat buruk. Ada baiknya pemerintah Kabupaten memperhatikan kondisi jalan, sebab, jika jalan bagus, hasil perkebunan akan mudah diangkut, ada lokasi wisata akan mengundang banyak pengunjung yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Dandim.

Ke Cibugel, Dandim bukan hanya membagikan sembako, namun juga meninjau perbaikan rumah tidak layak huni oleh Pos Rayon Militer (Posramil) setempat.

Baca juga: Wawan Ernawan, Sopir Angkot di Sumedang yang Banting Setir Jadi Pembuat Pesawat Aeromodelling

"Ini menjelang HUT TNI, Oktober mendatang. Kami juga memperbaiki rumah-rumah tak layak huni. Satu koramil, satu rumah yang diperbaiki. Sumedang punya 14 Koramil dan 1 Posramil. Posramil Cibugel ini pun sebentar lagi akan menjadi Koramil," kata Dandim.

Idi Kusnadi, Kepala Desa Jayamekar mengaku sangat terharu dan terbantu dengan adanya bakti sosial yang digelar Kodim 0610 Sumedang dan PT Rimba Sarana Digdaya (Rinaya) ini.

"Alhamdulillah, masyarakat sangat terbantu sekali dengan kegiatan ini, terlebih di tengah pandemi Covid-19," ujarnya. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved