Ikan Channa Pepen Hasilkan Jutaan Rupiah Sebulan, Semua Berawal dari Hobi

"Channa kan ikan predator. Jadi, ada kalanya saat disatukan tak langsung berjodoh atara jantan dan betinanya. Malah berantem, saling serang"

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Pepen Rohikmat menunjukkan channa maru peliharaannya di Kampung Cikaliage, Desa Taraju Sari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung 

BERAWAL dari hobi memelihara ikan gabus hias atau channa, kehidupan ekonomi Pepen Rohikmat (38) berubah dengan cepat.

Warga Kampung Cikaliage, Desa Taraju Sari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, itu kini memiliki penghasilan jutaan rupiah per bulan.

Ikan gabus di Indonesia sejatinya adalah ikan konsumsi. Namun, belakangan, dari ikan konsumsi, gabus juga menjadi ikan hias. Para penggila ikan hias menyebutnya, channa. Harganya pun melangit, dari cuma Rp 8 ribuan per kilo menjadi puluhan ribu bahkan jutaan rupiah per ekor.

Pepen Rohikmat menunjukkan channa maru peliharaannya di teras rumahnya di Kampung Cikaliage, Desa Taraju Sari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung
Pepen Rohikmat menunjukkan channa maru peliharaannya di teras rumahnya di Kampung Cikaliage, Desa Taraju Sari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Peluang ini pula, yang kemudian dimanfaatkan Pepen untuk mengembangkan usahanya.

"Tapi, awalnya itu cuma hobi, suka pelihara aja. Tapi karena channa-nya terus beranak, ya saya jual saja," kata Pepen, saat ditemui di rumahnya Cikaliage, Selasa (21/9).

Pepen mengaku, sudah mulai memelihara ikan sejak 2010. Namun, mulai memelihara channa sejak 2013. Saat itu, yang ia pelihara channa jenis maru yellow sentarum.

Baca juga: Setiap Bulan Agah Menjual 80 Kg Ikan Gabus, Harganya Rp 80.000 Per Kg, Bagus untuk Pengobatan

"Ikannya masih ada di sana," kata Pepen sambil menunjuk ke arah akuarium sepanjang 50 sentimeter di teras rumahnya.

Pepen mengatakan, untuk memelihara dan membudidayakan channa memang tak memerlukan tempat khusus yang luas. "Bahkan, di akuarium juga bisa," ujarnya.

Meski sudah memelihara channa sejak 2013, keseriusan Pepen membudidayakan channa baru dimulai pada 2019, tak lama setelah ia di-PHK dari tempat kerjanya. Tak hanya channa maru yellow sentarum, saat itu ia juga mengembangbiakkan beberapa jenis channa lainnya.

Baca juga: Inding Taswan Tekuni Bonsai Kelapa yang Dipadukan dengan Ikan Cupang dalam Akuarium

"Ada channa jenis blue pulcra, asiatica yang red strip dan white strip, ada juga channa andrao," kata Pepen.

Setiap jenis, menurut Pepen, memiliki harga yang berbeda. Namun, selain jenis dan corak tubuhnya, mental channa sebagai ikan predator juga menentukan harganya.

Channa yang galak, tak kenal takut, gembul, menjadi incaran. Semakin kuat mental channa, semakin tinggi harganya.

Baca juga: Dari Bisnis Ikan Cupang di Caracas, Ibnu Meraih Rp 5 Juta Per Bulan

Pepen mengaku, channa yang ia jual selama ini adalah channa anakan, yang panjangnya baru sekitar lima sentimeter.

"Saya jarang sekali, bahkan sebenarnya enggak mau menjual indukan. Sayang, itu kan aset," kata Pepen, sambil tersenyum.

Pepen mengaku, dari satu indukan, satu kali breeding, ia paling sedikit bisa mendapatkan 500 ekor anakan yang bisa dijual.

Baca juga: Ikan Koi ukuran Besar yang Dijual Hendar Bisa Mencapai Rp 10 Juta Per Ekor

"Kalau pas pertama mah banyak, mungkin nyampe seribu burayak, tapi yang kuat dan kelamaan sama saya hingga bisa dijual paling sekitar 500 ekor," katanya.

Untuk satu ekor anakan usia tiga bulan seukuran lima sentimeter, kata Pepen, rata-rata harganya Rp 35 ribu.

"Jadi tinggal kalikan saja, 500 ekor kali Rp 35 ribu, maka menghasilkan Rp 17.500.000 dalam waktu tiga bulan. Sebab setelah menetas ikan dipelihara dulu hingga ukurannya sekitar lima sentimeter," ujarnya.

Risiko

Meski bisnis channa sangat menguntungkan, bisnis ini, menurut Pepen, bukan tanpa risiko. Salah satunya saat mengawinkan channa.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved