Sang Ibu Sempat Tidak Merestui Erny Amalia Menjadi Atlet Tinju, Punya Dua Gelar Pascasarjana

"Saya ini petinju sederhana, tapi saya harus luar biasa. Kalau orang lain latihan dua kali, saya harus tiga kali"

dok Erny Amalia
Erny Amalia, atlet tinju perempuan Jabar kelas 51 Kg 

SEMPAT  ditentang sang ibu karena menjadi atlet tinju, Erny Amalia membuktikan tekadnya dengan mendapatkan medali emas pada PON XIX 2016 Jawa Barat untuk cabang olahraga (cabor) tinju kelas 51 kilogram.

Kini, Erny sedang mempersiapkan diri untuk mempertahankan gelarnya dalam ajang PON XX 2021 Papua.
"Saya serius tinju sejak 2008. Saya ikut latihan yang awalnya iseng lalu ikut pertandingan Parahyangan Cup dan juara. Saat itu cukup sakit badan lalu saya setop untuk fokus skripsi," ujar Erny saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (18/9).

Setelah membereskan skripsinya, Erny kembali menerima tawaran kembali ke dunia tinju. Hasilnya, perempuan kelahiran Bogor, 8 Oktober 1988, tersebut menjadi juara lagi.

Erny Amalia, atlet perempuan cabang tinju Jabar kelas 51 Kg
Erny Amalia, atlet perempuan cabang tinju Jabar kelas 51 Kg (dok Erny Amalia)

Sebelum meraih prestasi-prestasi itu, Erny sempat ditentang ibunya. Ia tak setuju putrinya menggeluti olahraga tinju. Padahal, kala itu, Erny membutuhkan tanda tangan ibunya agar bisa ikut pertandingan tinju.

"Akhirnya, saya pakai tanda tangan kakak ibu saya (uwa), dia yang bertanggung jawab soal izin itu. Saya juara di pertandingan itu dan memberi tahu ibu, tetapi. Ibu marah besar. Lalu, uwa yang menghadapi ibu dan memberi penjelasan," kata Erny.

Baca juga: Aprilia Manganang Bahagia Menjadi Laki-laki, Mantan Atlet Voli Putri Ini Jalani Bedah Korektif

Pembuktian melalui prestasi demi prestasi dan komunikasi yang intens, sang ibu melunak dan merestui Erny berkarier di dunia tinju.

"Ibu saya akhirnya setuju dengan catatan, apa pun yang saya lakukan yang penting positif dan memberikan hasil maksimal. Saya juga diminta untuk berkomitmen ‘boleh olahraga apa pun yang saya suka asalkan pendidikan tidak terhambat’," ujarnya.

Baca juga: Atlet Muda Tarung Derajat Berprestasi yang Tergerak Jadi Relawan Palang Merah

Erny membuktikan tekadnya itu tidak main-main. Ia mempertahankan karakter yang kuat dan pantang menyerah. Meskipun menjadi petinju, ia tidak melupakan pendidikan sesuai janjinya pada sang ibu.

Erny meraih dua gelar magister di univeristas yang berbeda. Pada 2018, Erny mendapat gelar magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Langlangbuana. Selama persiapan ke PON Papua, ia meraih gelar magister Manajemen Pendidikan di UPI melalui jalur beasiswa.

Erny Amalia, atlet tinju perempuan Jabar kelas 51 Kg
Erny Amalia, atlet tinju perempuan Jabar kelas 51 Kg (dok Erny Amalia)

Sebenarnya, tinju bukan satu-satunya olahraga yang pernah ditekuni Erny. Perempuan yang hampir berusia 33 tahun tersebut sempat menjajal olahraga basket dan anggar ketika masih berada di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

"Saya suka olahraga sejak kecil dan sudah komitmen ke orang tua, setelah tinju ini agar tak larang saya untuk olahraga. Saya juga belum tahu bakal pindah cabor lagi atau gimana," ujar Erny.

Baca juga: Hary Susanto, Peraih Emas Badminton Paralimpiade Tokyo 2020, Pernah Seasrama dengan Taufik Hidayat

Di olahraga basket, Erny pernah ukir tinta emas saat mengikuti pertandingan di Bogor. Ia dinobatkan sebagai most valuable player (MVP) atau pemain terbaik. Di olahraga anggar, ia pernah meraih medali emas di kejuaraan nasional (Kejurnas).

Meski punya catatan manis di kedua olahraga itu, ia tak ragu untuk fokus ke olahraga tinju.
Saya jalani, geluti, dan harus maksimal. Enggak ada keraguan sedikit pun," kata Erny.

Baca juga: Anthony Sinisuka Ginting, Sang Peraih Medali Perunggu Olimpiade Mengenal Bulutangkis dari Ayahnya

Hasil tIdak pernah mengkhianati usaha. Ia meraih sejumlah medali emas dan perempuan di Jabar yang meraih medali emas di dunia tinju. Menurutnya, tinju yang jarang diminati kaum hawa kini berkembang menjadi gaya hidup dan mulai digemari.

Tinju sebagai gaya hidup, ucap Erny, tentu berbeda dengan tinju untuk menjadi atlet. Tidak mudah untuk berkarier sebagai atlet tinju, karena butuh komitmen.

Erny Amalia, atlet tinju perempuan Jabar
Erny Amalia, atlet tinju perempuan Jabar (dok Erny Amalia)

"Harus keukeuh dalam segala aspek, harus mengorbankan waktu serta segala hal yang kita punya. Apalagi saat remaja, yang lain nongkrong, kita (atlet) harus berlatih," ujarnya. Erny mengatakan atlet harus disiplin membagi waktu untuk berdoa, berlatih, dan berusaha.

Incar Emas Terakhir
Atlet putri dari cabang olahraga tinju asal Jawa Barat, Erny Amalia siap pertahankan emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua.

Pada PON XIX 2016 Jawa Barat, Erny mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama dari Jabar yang meraih medali emas pada cabor tinju kelas 51 kilogram. Tahun ini, Erny bertekad untuk mempertahankan gelar tersebut di PON XX 2021 Papua.

Baca juga: Windy Cantika Aisah, Mojang Bandung Peraih Medali Olimpiade Tokyo, Bupati & Gubernur Beri Hadiah

Untuk kembali meraih emas, ia berlatih fisik. Ia pun tak ingin terbebani memikirkan lawan-lawannya di ajang nasional itu.

Erny Amalia, atlet tinju perempuan jabar
Erny Amalia, atlet tinju perempuan jabar (dok Erny Amalia)

"Prinsip saya, enggak boleh memandang lawan berat atau memandang lawan ringan. Kalau menganggap lawan berat justru membuat kita stres. Kalau anggap lawan lemah, nanti saya terlalu percaya diri,” kata orang asli Cibodas, Lembang, itu.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved