Bupati Imron Rosyadi Gemar Bela Diri, Dididik Rajin Belajar, Bentuk Satgas Percepatan Investasi

Kami juga sedang merancang perubahan Perda Tata Ruang sehingga lebih ramah investasi, targetnya akhir tahun selesai

Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Imron Rosyadi, Bupati Cirebon 

BUPATI Cirebon Imron Rosyadi terus berupaya mengembangkan Kabupaten Cirebon. Berbagai peluang investasi terus digali, termasuk mendorong perubahan Perda Tata Ruang sehingga lebih ramah investasi. Namun, tentu saja tak hanya itu yang tengah disiapkan Imron untuk kabupatennya.

Berikut petikan wawancara eksklusif jurnalis Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi dengan Bupati Imron Rosadi di Pendopo Bupati Cirebon, beberapa waktu lalu.

Bagaimana pandangan Anda tentang peluang investasi di Kabupaten Cirebon?

Peluang investasi di Kabupaten Cirebon sangat besar dan beragam sektor, mulai dari peternakan, industri, pertanian, perikanan, pariwisata, kuliner, kerajinan, dan lainnya. Bahkan setiap sektornya mempunyai banyak produk unggulan dan sebarannya juga hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Kami juga telah mengelompokkan potensi investasi di setiap wilayah sesuai karakteristiknya masing-masing.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berjabatan tangan dengan Imron Rosyadi (kiri) seusai dilantik menjadi Bupati Cirebon di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (1/10/2019).
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berjabatan tangan dengan Imron Rosyadi (kiri) seusai dilantik menjadi Bupati Cirebon di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (1/10/2019). (Tribunnews)

Bisa disebutkan apa saja produk unggulan yang bisa menarik investasi di Kabupaten Cirebon?

Tentu, misalnya produk lukisan kaca, topeng Cirebon, dan gerabah dalam sektor kerajinan yang menjadi salah satu potensi investasi di Kabupaten Cirebon. Sementara yang menjadi unggulan di sektor kuliner ada nasi Jamblang, empal gentong, tahu gejrot, mi koclok, nasi lengko, docang, dan lainnya. Memang terkesan biasa saja, tetapi setiap produk tersebut mempunyai sejarah masing-masing di balik tampilannya yang sederhana dan apa adanya.

Baca juga: Pangeran Hempi Wafat, Sosok yang Bersahaja, Kaprabonan Cirebon Bukan Peguron Tapi Kerajaan

Mengenai pengelompokan wilayah yang berpotensi investasi di Kabupaten Cirebon bisa dijelaskan perinciannya?

Contohnya sektor peternakan bisa dikembangkan di wilayah timur, tengah, dan utara Kabupaten Cirebon, karena pertimbangannya lahan hijau yang luas sehingga dekat sumber daya yang akan menjadi pakan hewan ternak serta sesuai arahan RT/RW. Di wilayah-wilayah tersebut tersedia tenaga kerja yang cukup dan infrastruktur yang memadai. Ini juga menjadi bagian dari pemerataan pembangunan di Kabupaten Cirebon.

Untuk investasi di sektor industri, Pemkab Cirebon mengusulkan di wilayah mana saja?

Kawasan yang diperuntukan zona industri tersebar hampir di seluruh kecamatan se-Kabupaten Cirebon. Namun, secara garis besarnya berada di wilayah koridor timur yang meliputi Kecamatan Mundu - Kecamatan Losari, dan koridor barat meliputi Kecamatan Arjawinangun - Kecamatan Weru. Pertimbangannya ada beberapa aspek, di antaranya, ketersediaan bahan baku, infrastruktur, kondisi lingkungan, dan sumber daya manusia (SDM).

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

Industri apa saja yang bisa dikembangkan di wilayah tersebut?

Industri manufaktur dalam skala besar hingga menengah bisa dikembangkan di wilayah Kecamatan Mundu, Astanajapura, Pangenan, Gebang, Losari, dan Palimanan. Bahkan, di wilayah tersebut bisa dikembangkan juga industri hasil tambang, pertanian, perikanan, wisata bahari, dan lainnya. Kami juga mempunyai master plan pengembangan wisata bahari di Kecamatan Gebang. Ini sangat potensial dan lahannya sudah ada, luasnya mencapai 216.800 meter persegi.

Baca juga: Nasrudin Azis Bicara Tentang Sukses Keluar dari Zona Merah, Masa Kecil, Hingga Provinsi Cirebon

Apakah pandemi Covid-19 berdampak terhadap sektor investasi di Kabupaten Cirebon?

Sangat berdampak, bahkan pada 2020 realisasi investasi di Kabupaten Cirebon tidak mencapai target, dan ini baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, target investasinya Rp 2,2 triliun, tapi realisasinya hanya 59,47 persen atau Rp 1,3 triliun. Dari jumlah tersebut, terdapat 235 investor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan dua Penanaman Modal Asing (PMA). Namun, tenaga kerja yang diserap dalam realisasi investasi tahun lalu mencapai 25.727 orang, dan ini jumlah terbanyak sejak 2017.

Melihat realisasi investasi tahun lalu yang tidak mencapai target, bagaimana kondisi tahun ini?

Alhamdulillah, realisasi investasi tahun ini menunjukkan tren positif sehingga kami optimistis akan mencapai target Rp 2,4 triliun. Hingga Juli 2021, realisasi investasi di Kabupaten Cirebon hampir mencapai 50 persen dari yang ditargetkan, yakni Rp 1,2 triliun. Jika melihat tren sekarang maka tidak menutup kemungkinan realisasinya bakal melebihi yang ditargetkan, Insya Allah.

Baca juga: Michella Aprodita, Gadis Papua-Cirebon yang Fokus Melestarikan Hutan Indonesia

Dari capaian investasi tahun ini, sektor mana saja yang nilainya tergolong besar?

Ada tiga sektor yang hingga kini nilai investasinya terbesar. Urutan pertama adalah sektor industri pengelolaan yang mencapai Rp 793 miliar lebih, kedua sektor jasa perusahaan Rp 225, 8 miliar, dan ketiga sektor jasa kesehatan serta kegiatan sosial Rp 114,3 miliar. Bahkan, dua sektor lainnya juga investasinya cukup besar, yaitu transportasi dan pergudangan Rp 30,6 miliar, serta pertanian, kehutanan, perikanan dan peternakan yang mencapai Rp 13,7 miliar. Sementara nilai investasi di sektor lainnya berkisar antara Rp 2 miliar hingga Rp 8 miliar.

Bupati Imron Rosyadi (ketiga dari kiri) dalam kegiatan sosial di Kabupaten Cirebon
Bupati Imron Rosyadi (ketiga dari kiri) dalam kegiatan sosial di Kabupaten Cirebon (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

Terakhir, bagaimana upaya Pemkab Cirebon untuk menggenjot investasi?

Kami telah membentuk Satgas Percepatan Investasi Kabupaten Cirebon yang di dalamnya terdapat semua instansi yang terkait investasi, ketuanya saya sendiri selaku Bupati Cirebon, dan wakilnya Forkopimda. Satgas ini sudah beberapa kali rapat meski belum di-launching, tapi kita sudah kerja. Kami juga sedang merancang perubahan Perda Tata Ruang sehingga lebih ramah investasi, targetnya akhir tahun selesai. Semoga upaya ini membuat banyak investor yang datang ke Kabupaten Cirebon untuk menginvestasikan dananya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR
491 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved