Nadiem Makarim Serasa 20 Tahun Menjadi Menteri Pendidikan, Selalu Siap untuk Skenario Terburuk

"Kalau ada yang terkena infeksi, sesuai dengan SKB 4 menteri sekolah itu ditutup selama 7 hari. Sampai aman lagi baru boleh buka lagi"

Tribunnews
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim 

NADIEM Makarim baru diamanahi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat pandemi Covid-19 tiba-tiba terjadi dan membuat banyak hal berubah, termasuk di sektor pendidikan. Banyak persoalan baru begitu saja muncul dan menuntut penyelesaian segera. Sebagian bahkan benar-benar baru dan tak pernah terpikirkan akan terjadi, sebelumnya. Beratnya tugas, kata Nadiem, membuat dua tahunan ini rasanya sangat lama. Terlebih, saat nomenklaturnya belakangan ditambah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Riset dan Teknologi.

Berikut petikan wawancara khusus Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat, dengan Nadiem Makarim, Kamis (9/9).

Apa yang Anda rasakan selama dua tahun membantu Pak Jokowi di Kementerian ini?

Ini pertanyaan yang berat menjawabnya. Dua tahun ini serasa 20 tahun, karena begitu banyak hal yang terjadi. Ini dari awal sebenarnya sudah saya sadari bahwa tugas ini adalah tugas yang sangat berat. Sistem pendidikan kita empat terbesar di dunia. Kami mengalami berbagai macam stagnasi di tes PISA internasional. Jadi, awalnya saja sudah suatu hal yang sangat besar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim (Kompas.com)

Tak hanya itu, sistem dan birokrasi kita juga yang sangat besar dan rumit. Ada pembagian antara daerah dan pusat, tergantung jenjangnya, dan lain-lain. Ada berbagai macam isu.

Waktu pandemi terjadi, isu ini menjadi tambah parah lagi. Itu satu hal yang sama sekali tidak ada di benak saya. Kita tidak bisa memprediksi pandemi ini seperti apa.

Pada saat itu terjadi, itu menjadi pukulan yang cukup besar karena pada saat kita baru memulai. Ini menjadi tantangan yang mahaberat buat kita.

Bagaimana Anda menghadapi itu?

Alhamdulillah, saya punya tim yang luar biasa, punya rekan-rekan menteri yang luar biasa, dan terutama punya punya bos atau presiden yang punya keyakinan terhadap reformasi struktural di bidang pendidikan. Tim saya di Kemendikbud, tim baru kombinasi dengan tim yang lama hebat hebat. Idealis, banyak milenial masuk, birokrat yang masuk integritasnya sangat baik. Jadi saya senang punya komunitas dan punya dukungan yang luar biasa.

Sekarang ini kita 13 episode lho, 13 episode merdeka belajar berhasil keluar walaupun pandemi. Itu suatu hal yang sangat bangga. Di situasi sulit pun masih bisa reformasi besar-besaran struktural masih bisa jalan.

Sumber: Tribunnews

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved