Hary Susanto, Peraih Emas Badminton Paralimpiade Tokyo 2020, Pernah Seasrama dengan Taufik Hidayat

“Setidaknya dua jam dalam sehari harus berlatih. Latihan dilakukan sore hari seusai sekolah agama, hingga menjelang Magrib"

koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia Harry Susanto (kiri) dan Leani Ratri Oktila (kanan) meraih medali emas di Paralimpiade Tokyo, Minggu (5/9/2021). 

TIDAK ada kegembiraan berlebih dari H Saefudin (80), orang tua Hary Susanto warga Blok Kamis, Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.

Saefudin terlihat biasa saja ketika menceritakan anaknya yang meraih medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020, Jepang.

Ditemui di rumahnya, Sabtu (11/9/2021), Saefudin mengaku anaknya sudah sering juara dan meraih emas jika mengikuti kejuaraan.

H Saefudin, ayah Hary Susanto
H Saefudin, ayah Hary Susanto (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

“Gembira tentu, tapi, ya, biasa, lah, karena juara, kan, sering, jadi biasa,” ujar Soef panggilan akrab Saefudin.
Hingga malam kemarin, Soef belum mendapatkan kabar kapan anaknya pulang.

Soef, kini, fokus memantau salah satu rumahnya yang tengah dibangun oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Rumah itu merupakan bonus kejuaraan yang diikuti anaknya 8 bulan lalu di Swiss.

Soef menyatakan, bahwa Hary Susanto merupakan anak ketiga yang lahir pada 25 Januari 1975. Dan Hj Ijah Khodijah adalah ibunya.

Baca juga: Aprilia Manganang Bahagia Menjadi Laki-laki, Mantan Atlet Voli Putri Ini Jalani Bedah Korektif

Soef mengaku ia dan istrinya merupakan atlet bulu tangkis. Mereka, katanya, kerap mengikuti kejuaraan hingga usia lebih dari 50 tahun. Saat ini pun, Soef masih aktif melatih sejumlah anak-anak binaannya.

Karena kegemarannya terhadap bulu tangkis, tak ayal keempat anaknya, termasuk Hary sejak berusia 7 tahun sudah mengenal raket dan berlatih fisik.

Latihan fisik diberikan Soef untuk mendukung anak-anaknya agar selalu prima saat mengikuti kejuaraan.
Saking banyaknya piala dan medali, Soef tak ingat berapa banyak yang diperoleh dirinya, istri, dan anak-anaknya.

Baca juga: Atlet Muda Tarung Derajat Berprestasi yang Tergerak Jadi Relawan Palang Merah

Di rumahnya tak ada piala yang disimpan secara khusus. Justru piala kejuaraan balap sepeda motor yang terlihat di lemari bagian belakang rumahnya.

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved