Liga 1 Bergulir PT Triple S dapat Pesanan 10.000 Bola Sepak untuk Acara Pendukung dan Promosi

"Untuk saat ini, kami memproduksinya secara bertahap yang mana sudah 5.000 bola kami produksi dan sisanya menyusul"

PERHELATAN kompetisi Liga 1 Indonesia yang sudah bergulir sejak akhir pekan lalu tampaknya sangat dirasakan oleh perusahaan bola di Kabupaten Majalengka.

Betapa tidak, ada pesanan bola langsung dari sponsor utama Liga 1 untuk mengarungi kompetisi yang diikuti juga oleh Persib Bandung

Perusahaan asal Majalengka yang mendapatkan tuah dari kompetisi tersebut, yaitu PT Sinjaraga Santika Sport atau sering disebut Triple S.

Bola sepak diproduksi di PT Sinjaraga Santika Sport (Triple S) di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka
Bola sepak diproduksi di PT Sinjaraga Santika Sport (Triple S) di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Direktur PT Triple S Majalengka, Hj. Dinar Tisnawati, SE mengaku bersyukur adanya kompetisi Liga 1 tersebut. Pasalnya, pihaknya mendapatkan orderan bola sebanyak 10.000 pieces.

Perusahaan tersebut memastikan bola produksinya menggelinding ke kompetisi liga tertinggi di Indonesia ini.

"Ya, dengan adanya Liga 1 Indonesia kami pabrik bola asal Majalengka ikut diuntungkan, karena alhamdulilah kami menerima orderan langsung bola dari sponsor utama Liga 1, yaitu BRI. Perusahaan kami mendapat pesanan bola, sebanyak 10.000 pieces," ujar Dinar saat ditemui di pabriknya di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Puluhan Tahun Berbisnis Ternak, Haji Omo Jual Sapi Si Bima Asal Majalengka Rp 75 Juta

Namun, kembalinya produksi pascavacum selama dua tahun terakhir atau di masa pandemi Covid-19, pihaknya saat ini baru memproduksi sekitar 5.000 pieces.

Sisanya akan diproduksi secepatnya hingga semua karyawan di perusahaannya kembali bekerja.

"Untuk saat ini, kami memproduksinya secara bertahap yang mana sudah 5.000 bola kami produksi dan sisanya menyusul. Baru sebanyak 40 pekerja yang bekerja. Padahal sebelum pandemi ada 500 orang karyawan kami dan di luar pabrik bisa mencapai 3.000 orang," katanya.

Baca juga: Idar, Perajin Peti Mati di Majalengka, Mengaku Sedih Setiap Kali Banyak Pesanan dari Rumah Sakit

Lebih jauh Dinar menyampaikan, meski mendapatkan pesanan dari sponsor utama Liga 1, ia memastikan bola produksinya bukan dipakai untuk pertandingan. Melainkan, hanya untuk acara-acara pendukung dan promosi.

"Ya bukan untuk pertandingannya tapi buat marchandise. Tapi ini resmi pesanan dari sponsor utama BRI Liga 1," katanya.

PT Triple S sendiri sudah berkecimpung dalam dunia produksi bola sejak tahun 90-an. Bahkan, bola Triple S pertama kali digunakan dalam ajang Piala Dunia 1998 di Prancis.

Baca juga: Al -Quran Berusia Ratusan Tahun di Majalengka Terbuat dari Kulit Kayu, Disimpan di Lemari Teratas

Kala itu, bola asli produk Indonesia tersebut digunakan para pemain top dunia.

Setelah itu, bola sepak Triple S pun laris manis di pasaran ekspor. Bola itu menggelinding ke berbagai negara, di antaranya Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Belanda, Jerman, Prancis, Kuwait, Brazil maupun negara-negara di benua Afrika

Bola Triple S pun terus menggelinding saat perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Pesanan si kulit bundar itu meningkat tajam ketika persiapan piala dunia baru dilakukan.

Baca juga: Di Kampung Balemalang Majalengka, Jumlah Bangunan Tidak Boleh Lebih dari Tujuh Unit

Pada Piala Dunia 2014 yang akan berlangsung di Brazil, bola Triple S kembali menggelinding ke Negeri Samba tersebut.

Bola Triple S pun telah mendapatkan sertifikat dari FIFA, sertifikat ISO 9001:2000, Good Design dari JIKA, dan lisensi dari CE (Community Europe).

Tanda tangan Menteri BUMN Erick Thohir pada produksi bola di PT Sinjaraga Santika Sport (Triple S) di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka
Tanda tangan Menteri BUMN Erick Thohir pada produksi bola di PT Sinjaraga Santika Sport (Triple S) di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Karenanya, tak heran jika bola itu digemari pasaran ekspor dunia karena memang kualitasnya telah memenuhi standar internasional.

Baca juga: Bupati Majalengka Karna Sobahi Membentuk Tim Khusus di Bawah Komandonya untuk Tangani Pandemi

"Sampai tahun 2014 sejak berdiri sejak 1994, setiap bulan kami ekspor bola sebanyak 10 kontainer. Tapi 2014 kami mengalami penurunan dan puncaknya di tahun 2019 kami setop produksi atau selama 2 tahun sampai saat ini. Semoga dengan adanya pesanan bola dari Liga 1, kembali menghidupkan produksi kami," katanya. (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR
481 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved