Dari Mojang Hingga Menjadi Bupati, Ambu Anne Bertekad Jadikan Purwakarta Jalur Utama

"Kabupaten Purwakarta harus menjadi jalur utama perlintasan yang berkembang pesat dalam hal Indeks Pembangunan Manusianya"

Tribun Jabar
Anne Ratna Mustika, Bupati Purwakarta 

BUPATI Purwakarta Anne Ratna Mustika menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai bupati di Kabupaten Purwakarta. Anne yang kerap disapa Ambu (Ibu dalam Bahasa Sunda) itu dikenal sebagai pribadi yang cermat dan teliti.

Apa yang telah dan bakal dilakukan ibu tiga anak itu untuk Kabupaten Purwakarta, wartawan Tribun Jabar Irvan Maulana berkesempatan mewawancarainya secara eksklusif di Kantor Bupati Purwakarta, belum lama ini.

Bagaimana Anda memandang Kabupaten Purwakarta saat ini?

Kabupaten Purwakarta sampai saat ini sudah menunjukan pertumbuhan yang cukup signifikan melalui pembangunan di berbagai bidang, baik di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, infrastruktur, lingkungan hidup, ekonomi, pariwisata dan pemerintahan.

Bisa disebutkan contoh konkretnya?

Misalnya bidang infrastruktur, kami sudah membangun Jalur Lingkar Barat dan Timur untuk membuka akses antar desa. Membangun jaringan air minum untuk penyediaan air bersih di daerah wisata dan sentra UMKM serta ekonomi kreatif.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat menjadi pembina upacara HUT Kemerdekaan RI di Purwakarta
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat menjadi pembina upacara HUT Kemerdekaan RI di Purwakarta (Tribun Jabar)

Bagaimana Anda membayangkan Kabupaten Purwakarta ke depan?

Kabupaten Purwakarta harus menjadi jalur utama perlintasan yang berkembang pesat dalam hal Indeks Pembangunan Manusianya. Kita terletak di jalur perlintasan, Purwakarta dekat dengan Ibukota negara dan Ibukota Provinsi, jadi potensi apapun akan lebih mudah kita pasarkan. Melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Purwakarta harus tumbuh menjadi kabupaten yang berdaya saing. Melalui RPJMD 2018-2023 ini kami fokus mewujudkan Purwakarta Istimewa. Mengistimewakan warganya dalam berbagai bidang, khususnya di masa pandemi kita penuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakatnya.

Apa prioritas pembangunan di Kabupaten Purwakarta?

Kabupaten Purwakarta ini kan penghasil pangan. Terkait hal ini kami pun membuat kebijakan yang pro terhadap sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan pariwisata sebagai penunjang ekonomi masyarakat di sekitarnya. Sektor-sektor itu semuanya menjadi prioritas kami dalam pembangunan di Kabupaten Purwakarta.

Baca juga: Marshanda Nurfitria Ingin Memberikan Hal Positif bagi Perkembangan Pariwisata Purwakarta

Bagaimana penjelasan tentang ekonomi kerakyatan berbasis pedesaaan yang kerap Anda gaungkan?

Begini, potensi pariwisata dan perekonomian yang kami kembangkan itu adalah ekonomi kerakyatan berbasis desa. Di bidang pertanian, misalnya, ada salah satu komoditas unggulan buah-buahan di Kabupaten Purwakarta yaitu buah manggis. Komoditas ini memiliki nilai ekspor yang lumayan tinggi setiap tahunnya. Bahkan terjadi peningkatan dari tahun ke tahun serta telah tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Boleh tahu seperti apa komoditas buah manggis di Purwakarta?

Luas lahan perkebunan manggis di Kabupaten Purwakarta berdasarkan data dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta mencapai 1.500 hektare yang tersebar di lima kecamatan yaitu Kiarapedes, Wanayasa, Pondoksalam, Bojong dan Darangdan. Tentunya ini akan kita maksimalkan dan kesejahteraan petaninya juga bakal kita perhatikan.

Bagaimana dengan sektor pariwisata?

Untuk pariwisata, kami telah membuat banyak terobosan. Di antaranya adalah mensinergikan seniman dan pengelola pariwisata. Model ini merupakan pengembangan destinasi pariwisata baru unggulan di Kabupaten Purwakarta. Kami menggabungkan perkebunan yang bernilai wisata menjadi Agrowisat. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan perkebunan manggis yang cukup potensial. Selain diorientasikan kepada peningkatan produktivitas, kami juga tingkatkan nilai tambah pendapatan petani melalui pemanfaatan lahan menjadi destinasi agrowisata.

Baca juga: Dede Kusnandar Semangat Membangkitkan Kejayaan Rempah-rempah Indonesia

Contoh konkretnya di lapangan seperti apa?

Kami telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare di Desa Parakan Garokgek, Kecamatan Kiarapedes untuk lokasi agrowisata. Ini sebagai pusat penelitian dan pengembangan produk pertanian, perkebunan dan hortikultura yang diberi nama Kebon Ambu.

Purwakarta juga dikenal sebagai daerah industri, bagaimana keberadaan industri bagi warga Purwakarta?

Sejumlah perusahaan besar di Purwakarta telah membantu menyumbang pendapatan masyarakat Purwakarta yang bekerja di sana. Ada 114 perusahaan yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dengan adanya ratusan perusahaan tersebut, Alhamdulillah sebanyak 54.801 warga kami bisa bekerja di sana. Jadi adanya industri turut menekan angka pengangguran di Kabupaten Purwakarta.

Anne Ratna Mustika dalam akitvitas kepedulian sosial di Purwakarta
Anne Ratna Mustika dalam akitvitas kepedulian sosial di Purwakarta (Tribun Jabar)
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
480 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved