Zulkifli Hasan: Kader PAN Jadi Presiden, Semua Punya Kesempatan. Ubah Konsitusi Jika Ingin 3 Periode

"Beberapa kali saya lihat Pak Jokowi di televisi. Mukanya lebam, matanya bengkak. Berarti presiden kita bekerja keras, bersungguh-sungguh"

Tribunnews
Zulkifli Hasan 

Pendekatan seperti itu memang ada khas wilayah. Jadi kami di Jawa Tengah begitu. Kami mendekat semua bareng-bareng termasuk pilkada kemarin. Seluruh Bupati pilkada kami ikut bersama PDIP. Dengan begitu paling tidak kami bisa kerja tenang, tidak diganggu, syukur-syukur bisa dibantu.

Jangan lupa saya di Papua punya dua pimpinan DPRD. Karena kami bisa memperlakukan Papua secara baik. Saya sampaikan kalau salah penanganannya hati-hati betul. Kami mengerti pendekatannya harus dikasih trust ke mereka.

Kalau percaya, kelola sepenuhnya kami dua kursi dan pimpinan dewan. Tapi kalau kita lepas pegang ekornya, pegang tangannya itu susah. Indonesia tanpa Papua bukan Indonesia namanya.

Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan (Tribunnews)

Di tengah pandemi PAN juga akan berulang tahun, apa yang akan dilakukan menyambut milad?

Pandemi Covid-19 ini memang memberikan pelajaran berarti bagi kita. Pemerintah sudah bekerja keras ada PPKM macam-macam. Usaha sudah. Tapi kita ini makhluk tuhan karena itu kita juga munajat kepada tuhan bersama ulama tokoh agama agar diberikan kekuatan dan pertolongan. Kita manusia ini lemah.

Yang kedua tanggal 23 Agustus puncak HUT penekanannya adalah seluruh kader harus membantu masyarakat sekuat yang kita bisa. Paling kurang jaga akhlak, jaga perilaku, jaga empati. Ada juga kader kami di Sumut apa kalau tidak salah itu, zaman pandemi masih karaoke. Kami pecat yang begitu.

Baca juga: Dadang Supriatna Merancang Perubahan untuk Kabupaten Bandung, Sejak Kecil Kerja Keras di Pabrik Bata

Itu tema kita kira-kira dan juga diselenggarakan daring karena pandemi. Kami akan berbagi dengan tenaga kesehatan yang terdampak, orang-orang yang tidak bekerja. Fokus kita tahun ini membantu. Pidato saya besok menyampaikan kembali jangan kita ini disorientasi gara-gara pilpres dan pilkada.

Jangan lagi membedakan kelompok hanya karena berbeda partai. Ingat kita nggak tiba-tiba hari ini ada sekarang. 76 tahun kita merdeka perjuangannya ratusan tahun. Pengorbanan jiwa raga, harta benda segala macam. Kita sudah kapok, muak, nggak mau lagi ribut antar suku dan agama. Maka ikrar 17 Agustus 1945 kita merdeka.

Ini harus kita luruskan cita-cita kita sebangsa, setanah air, NKRI. Kalau mau fokus maju membangun SDM hanya bisa dilakukan kalau kita bersama-sama kompak sehingga stabilitas terjaga. (tribun network/Vincentius Jyestha)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
473 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved