Zulkifli Hasan: Kader PAN Jadi Presiden, Semua Punya Kesempatan. Ubah Konsitusi Jika Ingin 3 Periode

"Beberapa kali saya lihat Pak Jokowi di televisi. Mukanya lebam, matanya bengkak. Berarti presiden kita bekerja keras, bersungguh-sungguh"

Tribunnews
Zulkifli Hasan 

Banyak partai sudah mengelus-elus capres dan cawapres untuk 2024 lewat baliho atau publikasi lain, karena diyakini mempengaruhi perolehan suara atau efek ekor jas?

Pilpres kan masih 3 tahun lagi sementara kita ini masih pandemi, tentu ada beberapa kami lihat. Tentu tujuannya bukan untuk kepentingan PAN saja. Kami ingin ada pemimpin yang memiliki isi kepala banyak sehingga konsep gagasan untuk Indonesia maju tumbuh itu ada, sehingga tidak lagi ada model-model seperti ini pak, kita lihat, lirik, cari.

Karena kami butuh juga pemimpin yang punya merah putih, pemimpin yang punya empati, yang punya hati, bukan hanya sekedar cari jabatan, dan ini kan trackrecordnya kita lihat itu perlu. Hanya kan ini masih jauh masih 3 tahun lagi, oleh karena itu kami fokus dulu sekuat tenaga membantu dimana-mana Covid-19 ada yang susah.

Baca juga: Bambang Tirtoyuliono: Menangani Covid di Desa di Jabar Luar Biasa, 70 Persen Dana Desa untuk Bantuan

Orang kerja kehilangan pekerjaannya, orang yang kehilangan orang tua dan keluarganya, karena sumber kami terbatas kami fokus dulu membantu itu. Jadi kami nggak pasang baliho, macem-macem itu nggaklah, membantu saja kami fokuskan.

Tapi secara terbatas kami diskusikan, bagaimana yang ini bagaimana si a b c, kita kupas backgroundnya, trackrecordnya selama ini bagaimana begitu ditarget, nanti yang mana yang the best choice yang akan terbaik untuk NKRI kita.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Tribunnews)

Ada ketertarikan maju di 2024 Pak Zulhas?

Saya merasa paling penting itu membesarkan PAN ini, karena PAN ini dibutuhkan oleh merah putih. Saya yakin betul PAN ini diperlukan, dibutuhkan, karena kita ini ada di tengah, terbuka, Islam yang menggembirakan, dan tidak sektarian, siapa saja pandangan-pandangannya, dan ini dibutuhkan oleh republik.

Dibutuhkan untuk merah putih, karena merah putih itu paling tinggi kalau kita berada di tengah. Jadi PAN lebih penting eksistensi kebesarannya ketimbang Zulkifli Hasan maju capres atau cawapres, serahkan takdir sajalah.

Baca juga: Moeldoko Ungkap di Balik Penunjukan Luhut Jadi Panglima Perang PPKM Darurat dan Soal Ivermectin

Di periode yang lalu, PAN sempat berpartisipasi di pemerintahan. Apakah ada peluang di periode ini ikut serta berpikir sumbangsih melalui portofolio kabinet?

Kami ini kan PAN, tidak mendukung Pak Jokowi, walaupun saya dekat. Saya juga dulu mulai dekat semenjak beliau dari wali kota, gubernur dekat sekali dengan Pak Jokowi. Tetapi ya begitu lah, partai bukan menentukan sendiri, ada banyak orang. Kan kami sudah menentukan mendukung Pak Prabowo, oleh karena itu tidak etis kalau kami minta karena kami enggak dukung, kami enggak ikut berjuang. Kan enggak pantes dong kami minta-minta. Kami dukung yang bagus, yang enggak bagus kami kritik.

Baca juga: Ini Sosok Desy Ratnasari Ketua DPW PAN Jabar, Ia Janji Beri Kesempatan Wanita Berkarier Politik

PAN ini partai yang merah putih, nasionalis religius. Kalau diminta bantuan oleh pemerintah, ya tentu kita bantu. Enggak mungkin enggak kita bantu untuk merah putih, untuk bangsa dan negara.

Soal wacana Presiden Jokowi diduetkan Pak Prabowo atau wacana Presiden Jokowi tiga periode, bagaimana tanggapan Anda?

Kita punya konstitusi. Itulah pegangan kita berbangsa bernegara. Kemarin ada orang minta Pak Jokowi diturunkan. Saya bilang saya tidak setuju karena bertentangan dengan konstitusi. Kalau mau diganti, ya tunggu nanti, ada saatnya, ada masanya. Tidak bisa kita jatuhkan di tengah jalan. Itu bertentangan dengan konstitusi, bisa menjadi chaos.

Kalau mau tiga periode tentu bisa. Tapi ubah konstitusinya.

Baca juga: Kepala BWWS Citarum, Anang Muchlis Kejar Target Pembangunan Sambil Tangani Covid-19

Apa upaya yang dilakukan DPP PAN dan kader PAN untuk menambah konstituennya, terutama meraih dukungan milenial?

Ya memang tidak ringan apalagi ini masa pandemi, kemudian kompetisi antarpartai politik juga tidak mudah, apalagi politik ini politik pencitraan jadi kalau kami salah sedikit saja langsung bisa di-bully orang, tapi kalau partai besar salah besar malah dianggap partai paling jujur, itulah pencitraan, publikasi, pengaruh logistik juga luar biasa.

Tapi kami kan nggak boleh menyerah, ada jalan, dimana ada kemauan pasti ada jalan, oleh karena itu kami membangun.

Pertama, struktural partai, persiapan mulai dari dusun sampai pusat, kami juga memperkuat struktur dan kami juga sudah mempersiapkan anggota, sudah 1 juta lebih, kita sudah menyiapkan saksi-saksi dari sekarang itu juga sudah 1 juta lebih. Kalau sudah dua juta orang, dimana satu orang mencari 8 orang kan sudah 8 juta suara kami.

Baca juga: Menjabat Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Agus Subiyanto Merasa Pulang ke Kampung Halamannya

Jadi kita benahi betul struktur partai yang berada di bawah termasuk kita mulai benahi persiapan untuk caleg kabupaten, provinsi kita persiapkan sedemikian rupa mulai dari sekarang itu kerja-kerja internal partai sehingga lebih kuat.

Kedua, pencitraan tadi mudah-mudahan nanti Tribun bisa juga memperlakukan PAN dengan baik, fair, adil memberikan kesempatan seperti partai lain dalam pemberitaan. Itu juga kita lakukan, jadi media-media mainstream seperti Tribun kita minta tolong untuk memberlakukan kami dengan baik.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
473 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved