Supardi Sukses Membudidayakan Madu Teuwuel di Pangandaran Meski Semula Dicemooh

kalau ternak lebah madu ini mau keluar kota seminggu saja tetap santai karena lebah madu  mencari makanan sendiri

Tribun Jabar/Padna
Supardi, pembudidaya lebah madu trigona di Padaherang, Kabupaten Pangandaran 

SEBELUM sukses mengembangkan budidaya lebah madu di Dusun Babakanjaya, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Supardi sempat dicemooh  orang lain.

"Awalnya memang saya dicemoohkan orang sekitar lingkungan ini, katanya buat apa ternak lebah madu seperti ini? Ya, Saya hanya bilang iseng saja daripada gak ada pekerjaan," ujar Supardi saat ditemui Tribunjabar.id di lokasi budidaya lebah madu teuweul (trigona), Sabtu (21/8/2021) siang.

Menurutnya, perkataan itu menjadi motivasi bagi dirinya untuk memikirkan bagaimana caranya agar sukses mengembangkan budi daya lebah madu teuweul.

Budi daya lebah madu teuweul di Dusun Babakanjaya, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran
Budi daya lebah madu teuweul di Dusun Babakanjaya, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

Baru ketika banyak konsumen yang kesini (tempat budi daya lebah madu teuweul), warga lingkungan sekitar banyak yang heran dan bertanya tanya.

"Kan mungkin warga sekitar  melihat, tamunya ada yang dari Bandung, Jakarta, Cirebon, Sukabumi dan daerah lainnya. Ya alhamdulillah, jadi motivasi Saya dan akhirnya mereka  (tetangga lingkungan setempat) juga bisa bekerja di sini dan membentuk kelompok," ucapnya.

Supardi mengakui  sebelumnya Ia pernah berternak kambing tapi karena dihitung banyak mengorbankan waktu Ia memilih beternak lebah madu.

Baca juga: Berawal dari Pelestarian Hewan, Roni Pelihara Lebah Madu Teuwuel di Sumedang Hingga Raih Untung

"Kalau kambing, musim kemarau ataupun hujan tetap ada kendala harus mencari rumput terus ini itu atau apalah. Tapi, kalau ternak lebah madu ini mau keluar kota seminggu saja tetap santai karena lebah madu  mencari makanan sendiri. Hanya awalnya saja membeli induk lebah, membuat sarang lebah dan ditempatkan di lokasi yang banyak bunga-bungaan."

Supardi mengungkapkan, jika ada yang ingin belajar budidaya lebah madu teuweul ini, Ia tidak akan pelit ilmu karena ia yakin kedepannya lebah madu ini tetap ada yang membutuhkan. Saya juga tidak takut kedepannya ada saingan untuk penjualannya," katanya.

Kemudian, ketika Ia kontrak dengan satu perusahaan pasti perlu rekan lainnya untuk mengisi dan menjual madu teuweul (trigona) tersebut ke perusahaan.

Baca juga: Muhyidin Tekun membudidayakan Lebah Klanceng. Raup Puluhan Juta Rupiah dari Stup Madu

Suparrdi membentuk kelompok budidaya lebah madu trigona di wilayah Dusun Babakanjaya, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.  sejak tahun 2019.

Sejak pandemi Covid-19 tahun 2020 hingga sekarang, mereka berhasil mengembangkan budidaya lebah madunya menjadi penghasilan sendiri.  Kini, mereka mempunyai sarang lebah madu teuweul sejumlah sekitar 1000 sarang.

Selain menjual madunya, Supardi  juga bisa menjual koloninya yang artinya menjual sarang dan lebah -lebah trigona karena  konsumen juga banyak yang ingin membeli satu set induk lebah dengan sarangnya.

Baca juga: Mantan Aparat Desa Sukses Jadi Peternak Kambing Perah di Ciamis, Produk Susu Kambingnya Laris

"Memang  harganya cukup mahal. Satu set induk dan sarangnya itu seharga Rp 1,2 juta," katanya.

Namun demikian kepada konsumen  Supardi  memberikan garansi selama satu bulan dan Ia pastikan akan sesuai dengan hasilnya.

"Kan, nunggu berapa Minggu saja bisa dipanen. Makanya Saya sebut ini mesin ATM yang berkelanjutan menghasilkan uang," ucap Ia.

Selain perawatannya tidak susah, kata Supardi,  budi daya lebah madu trigona ini bebas waktu dan bisa ditinggal pergi kemana saja.

Baca juga: Bermodal Rp 1 Juta, Risma Pilih Jualan Makanan & Minuman Ringan di Pangandaran, Tolak Pinjaman Uang

"Yang penting, lokasi tempat sarang madu berdekatan dengan tanaman bunga-bungaan, pohon kelapa, pohon mangga, atau lainnya yang menghasilkan serbuk bunga," kata Supardi.  (Tribun Jabar/Padna)

Ikuti kami di
KOMENTAR
472 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved