Dalam Sebulan Sixtynine Project Produksi 2.000 Pasang Sepatu, Taufik Fokus ke Pemasaran Digital

"Proses menjalani bisnis ini tidak instan, sebelumnya saya bekerja di bank dan resign, lalu mencoba bisnis pakaian, sepatu namun gagal"

TribunJabar/Putri Puspita
Founder Sixtynine Project, Taufik Maulana Nugraha memperlihatkan produk sandal handmade di bengkel produksi Sixtynine di Babakan Gombong, Desa Sukajadi, Soreang, Kabuapten Bandung, Jumat (20/8/2021). 

BISNIS online menjadi hal digeluti oleh masyarakat di masa pandemi. Apalagi setelah banyaknya toko dan mal yang harus tutup di masa pandemi, membuat para pengusaha harus merubah strategi penjualan menuju digital.

Hal ini pun dibuktikan oleh Sixtynine Project yang fokus di bisnis footwear yaitu sendal saat pandemi berlangsung.

Bisnis yang dimulai sejak Maret 2021 ini pun  melaju pesat dengan memanfaatkan marketplace untuk proses penjulannya.

Perajin sepatu di Sixtynine Project yang berasal dari warga sekitar Babakan Gombong, Desa Sukajadi, Soreang, Kabupaten Bandung
Perajin sepatu di Sixtynine Project yang berasal dari warga sekitar Babakan Gombong, Desa Sukajadi, Soreang, Kabupaten Bandung (TribunJabar/Putri Puspita)

Founder Sixtynine Project, Taufik Maulana Nugraha mengatakan bahkan dalam sebulan ia bisa menjual 1.000 hingga 2.000 pasang sepatu.

"Proses menjalani bisnis ini tidak instan, sebelumnya saya bekerja di bank dan resign, lalu mencoba bisnis pakaian, sepatu namun gagal," ujar Taufik  di tempat produksi Sixtynine di Babakan Gombong, Desa Sukajadi, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (20/8/2021).

Baca juga: Awalnya menjualkan Produk Teman, Yuqa Kini Produksi Sendiri Sepatu Kulit, Omzet Capai Rp 500 Juta

Ketika memulai bisnis Sixtynine Project, Taufik menceritakan ia memanfaatkan modal pesangonnya dan membuat sepatu 200 pasang dengan lima artikel yang berbeda.

Menariknya adalah Taufik justru memiliki bengkel produksi sendiri dalam membuat sandal dengan model yang sedang hits ini.

Berada jauh di perkotaan, bengkel produksi Sixtynine Project justru adalah bisnis rumahan yang berada di pertengahan sawah dengan pemandangan yang hijau.

Baca juga: Nurman Farieka Ramdhany Bikin Sepatu dari Kulit Kaki Ayam, Mereknya Hirka, Produknya Keren

Kepala produksi Sixtynine Project, Dedi Efendi mengatakan wilayah ini memang dikenal dengan nama Kampung Paletok Grup.

"Paletok adalah istilah membuat sepatu karena sudah sejak tahun 80-an warga di sini adalah perajin sepatu," ujar Dedi.

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved