Dengan Modal Pinjaman Rp 200.000 Jhon Sukses Menjadi Perajin Miniatur Alat Musik di Ciamis

“Meski sudah ada ide, tapi masih bingung. Soalnya tidak punya uang untuk modal. Akhirnya pinjam sama teman"

Tribun Jabar/Andri M Dani
Abdul Madjid sedang mengerjakan miniatur drum di bengkel kerja Jhons Drum Miniatur, Gang Pegadaian No 202, Jalan KH A Dahlan, Rancapetir, Ciamis 

TERKADANG ide kreatif datang tanpa disengaja. Saat menghadapi kondisi  sulit  tiba-tiba muncul ide untuk berkelit. Seperti yang dialami Abdul Madjid (38), saat memulai usaha kerajinan pembuatan miniatur drum dan miniatur alat musik  pada tahun 2008

Ketika itu, Abdul Madjid yang akrab dipanggil Jhon tersebut baru saja di PHK dari tempat kerjanya di sebuah pabrik pengolahan kayu di daerah Tasikmalaya.

“Kehidupan waktu itu benar-benar sulit, tidak punya uang. Namanya juga nganggur  habis di PHK,” ujar Jhon kepada Tribun Jabar  di sanggar kerjanya  Jhons Drum Miniatur,  Gang Pegadaian No 202 Lingkungan Rancapetir, RT 06 RW 28, Jalan KH A Dahlan, Kabbupaten Ciamis, Rabu (19/8) siang.

Abdul Madjid mengerjakan miniatur drum di bengkel kerja Jhons Drum Miniatur, Gang Pegadaian No 202, Ciamis
Abdul Madjid mengerjakan miniatur drum di bengkel kerja Jhons Drum Miniatur, Gang Pegadaian No 202, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Saat kondisi sulit tersebut menurut Jhon tiba-tiba muncul ide untuk membuat miniatur  alat musik berupa drum.

Kenapa harus drum? Ternyata alat musik drum adalah bagian yang terpisahkan dari kehidupan Jhon. Ia adalah drummer grup Band Lesehan.

Menurut Jhon, tahun 2001 setamat dari SMA Galuh Kabupaten Ciamis, ia bersama rekan-rekan nongkrongnya sesama alumnus SMA Galuh (sekarang SMAN 1 Baregbeg) mendirikan grup band. Namanya Grup Band Lesehan.

Baca juga: Di Tangan Jaelani Limbah Kabel Jadi Miniatur Mobil, Motor, Hingga Kereta Api dengan Stasiunnya

“Kepanjangannya lepas seragam sekolahan. Waktu mendirikan grup band tersebut kami baru saja tamat dari SMA, baru saja melepas  seragam putih abu. Kebetulan saya sebagai drummer di grup band Lesehan,” katanya.

Mungkin karena sudah “menyatu” dengan drum, saat itu menurut Jhon yang terbayang adalah membuat miniatur alat musik drum.

“Meski sudah ada ide, tapi masih bingung. Soalnya tidak punya uang untuk modal. Akhirnya pinjam sama teman. Dapat pinjaman Rp 200.000. Itulah modal awal untuk memulai usaha ini 13 tahun lalu,” ujar Jhon.

Baca juga: Tekun Membuat Miniatur Kapal Laut dari Kayu, Toto Rizaldi Banjir Pesanan di Masa Pandemi

Dengan uang pinjaman Rp 200.000 tersebut, Jhon membeli sejumlah peralatan. Seperti empat jenis tang, gergaji besi, gergaji kayu, lem, cat, amplas, termasuk bahan baku kayu.

Abdul Madjid mengerjakan miniatur drum di bengkel kerja Jhons Drum Miniatur, Gang Pegadaian No 202, Rancapetir, Ciamis
Abdul Madjid mengerjakan miniatur drum di bengkel kerja Jhons Drum Miniatur, Gang Pegadaian No 202, Rancapetir, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Waktu memulai usaha kerajinan miniatur drum dengan menggunakan bahan baku kayu. Dalam seminggu berhasil dibuat 20 set miniatur drum. Masing-masing berupa bass (2), tom (2), flor (1), snare (1) dan stick (2). Semuanya tentunya ukuran mini. Semuanya dibikin dengan menggunakan tangan (handmade).

Untuk memmbuat miniatur alat musik drum tersebut Jhon mengaku tidak belajar dari siapa-siapa. “Otodidak saja, coba-coba. Mau belajar sama siapa. Dan waktu itu kan belum ada tutorial misalnya Google atau youtube,” katanya.

Jhon tak menyangka, 20 set miniatur drum buah karya perdananya langsung diterima pasar. “Waktu itu saya jual ke Pusat Kerajinan Rajapolah Tasikmalaya. Sebanyak 20 set laku Rp 450.000. Alhamdulilah,” ujar Jhon.

Baca juga: Selama Belajar di Rumah Syamsul Hasilkan Pundi-pundi Rupiah dari Membuat Miniatur Truk

Dalam seminggu menurut Jhon, ia langsung bisa membayar lunas modal pinjaman Rp 200.000  kepada temannya tersebut. “Malah masih ada sisa Rp 250.000. Dalam seminggu bisa ngantongin untung Rp 250.000. Semangat sekali waktu itu.  Uang tersebut langsung dijadikan untuk modal lanjutan,” katanya.

Setelah karya perdananya laku diserap pasar Pusat Kerajinan Rajapolah, Jhon rutin membat miniatur drum. “Dijualnya ke Pusat Kerajinan Rajapolah. Rata-rata 100 set miniatur drum dikirim tiap bulan ke Rajapolah. Rutin sampai sekarang. Kecuali masa pandemi ini berkurang jadi 20 set per bulan,” katanya.

Awalnya bahan baku yang digunakan Jhon untuk membuat miniatur drum adalah kayu albasia  kemudian beralih ke bambu tamiang. Tapi sekarang tidak menggunakan kayu dan bambu. Tapi beralih ke paralon PVC. Yang lebih efisien dan lebih ringan. Satu lente paralon ukuran 1,25 inci bisa dibuat jadi 100 set miniatur drum.

Baca juga: Maman Rustaman Bikin Miniatur Truk dan Bus dari Kayu yang Mirip Aslinya, Produknya Laris

Untuk kualitas grosiran, 1 set miniatur drum buatan Jhon dijual Rp 50.000 per set. Sedangkan untuk pesanan khusus, harganya tergantung tingkat kesulitan dan kelengkapan alat yang dipesan. Untuk pesanan khusus harganya mulai dari Rp 300.000 ke atas.

Setelah memasyarakatnya jaringan online, sejak tahun 2013 Jhon mulai menawarkan buah hasil karya  berupa miniatur alat drum musik drum tersebut secara onlie. Melalui Facebook, kini melalui Whatsapp, Instagram,  bahkan juga kanal youtube.

“Ternyata banyak datang pesanan. Pesan khusus tentunya. Terutama dari kalangan musisi, drummer, serta panitia event lomba musik,”  imbuhnya.

Baca juga: Awalnya Senang Bagikan Bakso ke Tetangga, Giyanti Sukses Jalankan Bisnis Bakso Pacitan

Jhon masih ingat pesan perdana secara online adalah dari Grup Band Pion Jakarta pada tahun 2013. “Saya abadikan kiriman perdana pesanan perdana secara onlie dari Grup Band Piion Jakarta pada tahun 2013 tersebut.  Paling diingat, dua huruf i dalam nama band Piion tersebut berupa gambar bidak catur, pion,” ujar Jhon.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
468 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved